5 Perubahan Hidup yang Paling Terasa saat Semua Sahabatmu Sudah Menikah

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Masing-masing individu punya jalan hidup yang berbeda. Mulai dari jalan hidup yang berkaitan dengan pendidikan, pekerjaan, hingga pernikahan. Di dalam lingkaran pertemanan atau persahabatan kita pun, masing-masing punya jalan hidup dan fase yang berbeda seiring berjalannya waktu.

Di antara kita pasti ada yang berada di posisi ini, yaitu menjadi satu-satunya perempuan lajang di tengah lingkaran pertemanan yang sudah menikah. Satu per satu sahabat kita menikah dan mulai sibuk dengan berbagai prioritas baru mereka. Sementara kita di sini masih menjalani kesibukan kita sendiri dengan kisah kita sendiri. Biasanya ada sejumlah perubahan hidup yang paling terasa saat semua sahabat kita sudah menikah, seperti yang berkaitan dengan hal-hal berikut ini.

TERKAIT: Dihinggapi Rasa Sedih saat Sedang Sendirian, Harus Bagaimana?

TERKAIT: Tak Sempurna tapi Tangguh, 5 Tanda Perempuan yang Sebenarnya Tegar

TERKAIT: Perempuan Sulung Sering Dikecewakan, tapi Hebatnya Masih Bisa Tersenyum Tegar Hadapi Dunia

1. Punya Lebih Banyak Waktu untuk Diri Sendiri

Dulu kita masih sering menghabiskan waktu bersama teman-teman kita. Entah sekadar pergi ke kafe atau liburan bersama. Kini, dengan semakin banyaknya teman atau sahabat kita yang sibuk dengan rumah tangga mereka, kita jadi punya lebih banyak waktu untuk diri sendiri. Memang ada rasa kesepian yang melanda, tetapi bukan berarti kita tertinggal dengan mereka sebab masing-masing orang pasti punya takdir sendiri.

2. Ada Batasan-Batasan Baru yang Perlu Dihargai

Sebagai contoh, kalau dulu kita bisa curhat kapan saja dengan sahabat kita, kini ketika sahabat kita sudah menikah maka kita juga perlu sadar diri. Kita tak bisa mengganggunya setiap waktu. Ada batasan baru yang perlu dihargai. Ada penyesuaian-penyesuaian yang perlu diterima. Bagaimana pun, ketika prioritas hidup sudah berbeda maka ada batasan baru yang perlu dihargai.

3. Makin Sering Dibanding-bandingkan

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/Chankowet
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/Chankowet

Usia sudah matang dan teman-teman seumuran sudah menikah, biasanya ada "suara-suara" yang menekan kita untuk ikut cepat menikah juga. Mungkin dari orangtua, kerabat, atau bahkan dari kenalan-kenalan baru. Kita jadi makin sering dibanding-bandingkan dengan teman dan sahabat sebaya kita sendiri. Padahal kita sendiri sebenarnya santai saja, tapi ketika mulai dibanding-bandingkan dengan omongan yang tidak enak didengar, maka kita pun bisa merasa kesal juga.

4. Lebih Fokus dengan Memenuhi Makna Hidup Sendiri

Selain makin sering dibanding-bandingkan, kadang kita sendiri pun membanding-bandingkan diri sendiri dengan lingkaran pertemanan kita sendiri. Apalagi saat sudah mulai membuka media sosial, ada saja hal-hal yang kita jadikan parameter atau tolak ukur kebahagiaan. Padahal kita sadar bahwa tiap orang punya jalan hidup masing-masing. Dari sini, daripada kita terus terobsesi dalam membuat perbandingan, ada baiknya untuk lebih fokus memenuhi makna hidup sendiri.

5. Makin Tergerak Menciptakan Kebahagiaan Sendiri

Kebahagiaan kita adalah tanggung jawab kita sendiri. Saat kita punya lebih banyak waktu untuk diri sendiri, kita pun jadi tergerak untuk menciptakan kebahagiaan kita sendiri. Bahkan dari hal-hal sederhana dan sesuatu yang simpel, kita bisa menemukan kebahagiaan kita sendiri.

Kalau menurut Sahabat Fimela sendiri, perubahan apa yang paling terasa saat semua sahabat dekat sudah menikah? Boleh lho berbagi cerita, pengalaman, atau sudut pandang di sini.

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel