5 Perubahan yang Dirasakan Perempuan saat Berusia 29 Tahun

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Ketika mencapai usia 29 tahun, seorang perempuan kadang merasa seperti akan memasuki gerbang kehidupan yang asing. Meninggalkan usia 20an dan menyambut usia 30an seakan menghadirkan nuansa misterius. Penuh ketidakpastian juga ketakutan.

Saat menginjak usia 29 tahun dan tersadar bahwa tahun depan sudah berusia 30 tahun, kita seakan ditarik ke masa lalu. Kita ditarik ke belakang dan mengingat lagi waktu-waktu yang sudah kita habiskan. Mengingat lagi kenangan dan memori yang pernah ada. Serta mulai lebih dalam memaknai kehidupan. Sejumlah perubahan dalam cara berpikir pun hadir di usia 29 tahun.

1. Lebih Berdamai dengan Kekecewaan dan Penyesalan Masa Lalu

Ada hal-hal yang mungkin ingin kita perbaiki di masa lalu. Hanya saja kita sadar bahwa kita tak bisa memutar waktu ke belakang. Maka dari itu, alih-alih mengutuk keadaan, kita memilih untuk lebih berdamai dengan semua itu. Kita menerima semua masa lalu itu dengan lebih terbuka karena semuanya adalah bagian dari kehidupan kita.

2. Makin Bersemangat Mencoba Hal-Hal Baru

“Let go of certainty. The opposite isn't uncertainty. It's openness, curiosity and a willingness to embrace paradox, rather than choose up sides. The ultimate challenge is to accept ourselves exactly as we are, but never stop trying to learn and grow.”― Tony Schwartz

Ada semangat untuk mencoba hal baru. Meski mungkin sudah tidak dianggap lagi ABG, tapi jiwa muda untuk mencoba tantangan baru justru makin tinggi. Kembali menantang diri untuk belajar hal-hal baru yang menghadirkan makna baru dalam kehidupan. Karena kita tak pernah tahu masa depan seperti apa yang menunggu kita di depan, maka kita maksimalkan semua waktu yang ada dan kita punya saat ini.

3. Mengurangi Prasangka dan Penghakiman terhadap Kehidupan Orang Lain

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/PRImageFactory
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/PRImageFactory

Kita melakukan lebih banyak refleksi diri atas pilihan dan takdir hidup kita. Mungkin di usia 29 tahun ada yang sudah menikah dan memiliki anak, ada yang memilih untuk sendiri lebih dulu dan lebih mengeksplorasi diri, dan ada juga yang baru akan bangkit dari sebuah persoalan berat. Kita jadi makin menyadari bahwa perjuangan dan perjalanan tiap orang tidaklah sama. Serta, kita pun makin mengurangi prasangka atau penghakiman atas pilihan hidup orang lain. Kita jadi lebih berempati dengan orang lain.

4. Lebih Utuh dalam Menerima Diri Sendiri

“We are the sum total of our experiences. Those experiences – be they positive or negative – make us the person we are, at any given point in our lives. And, like a flowing river, those same experiences, and those yet to come, continue to influence and reshape the person we are, and the person we become. None of us are the same as we were yesterday, nor will be tomorrow.”― B.J. Neblett

Diri kita saat ini di usia 29 tahun terbentuk dari berbagai pengalaman dan kejadian yang telah kita alami dan lalui. Sebelumnya mungkin kita pernah meratapi kekurangan atau kelemahan yang kita punya. Tapi seiring berjalannya waktu, kita pun berdamai dengan itu. Alih-alih merendahkan diri sendiri, kita berupaya untuk meningkatkan kualitas diri serta menerima diri sendiri dengan lebih utuh.

5. Memiliki Optimisme Baru dalam Menjalani Kehidupan

“You have to create space;

you have to remove something;

you have to break something down in your life,

in order to bring in the new.”

― Kathrin Zenkina

Ada optimisme baru yang tumbuh. Ada semangat baru yang hadir dalam dirimu. Menjelang usia 30 tahun, ada semangat baru untuk bisa membangun kehidupan yang lebih baik. Meski perjalanan hidup ke depannya tidak selalu mudah, tapi setidaknya ada hal-hal baru yang bisa lakukan untuk mengoptimalkan kemampuan diri.

Usia 29 tahun merupakan usia yang istimewa. Ada banyak perubahan positif yang dapat hadir dalam kehidupan kita. Serta, selalu ada semangat baru yang bisa digenggam untuk menjalani kehidupan yang bermakna.

#ElevateWomen