5 Pesepak Bola Kelas Dunia yang Sihirnya Sudah Memudar, Padahal Dulu Bukan Pemain Kaleng-kaleng

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Persaingan di lima liga utama Eropa mulai memanas, yaitu Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, Bundesliga, dan Ligue 1. Para pemain sepak bola kelas dunia terus unjuk gigi.

Beberapa pemain sepak bola kelas dunia, seperti Mohamed Salah, Cristiano Ronaldo, Robert Lewandowski, Paulo Dybala, Karim Benzema dan lain-lain tak bosan-bosan menyuguhkan aksi memikat.

Mereka bukan hanya dengan gembira mencetak gol demi gol. Sebagian besar juga berkontribusi dalam memberikan assist, bahkan ikut bertahan.

Namun, tak semua pemain seberuntung mereka. Ada juga pemain sepak bola kelas dunia yang mulai kehilangan sihirnya, meluncur dari puncak kejayaannya.

Berikut ini beberapa pemain sepak bola kelas dunia yang sihirnya telah memudar, seperti dikutip dari Sportkeeda.

5. Mesut Ozil

1. Mesut Ozil (Arsenal) - Pemain asal Jerman ini belum tampil pada laga kompetitif Arsenal di musim ini. Sejak Maret 2020, Ozil sudah tidak pernah terlihat di lapangan dan tidak masuk dalam daftar skuad Arsenal untuk Liga Ingrris dan Liga Europa pada musim ini. (AFP/Ian Kington/IKIMAGES)
1. Mesut Ozil (Arsenal) - Pemain asal Jerman ini belum tampil pada laga kompetitif Arsenal di musim ini. Sejak Maret 2020, Ozil sudah tidak pernah terlihat di lapangan dan tidak masuk dalam daftar skuad Arsenal untuk Liga Ingrris dan Liga Europa pada musim ini. (AFP/Ian Kington/IKIMAGES)

Mesut Ozil dianggap sebagai salah satu playmaker terhebat di sepak bola modern, dan sulit membantah fakta tersebut.

Di masa jayanya, mantan pemain Timnas Jerman itu adalah seorang pesulap dengan bola di kakinya, membuat banyak assist Arsenal.

Namun, Ozil diperlakukan agak tidak adil oleh mantan rekan setimnya Mikel Arteta, dan keduanya terlibat dalam perselisihan yang terdokumentasi dengan baik.

Pemain yang sekarang berusia 33 tahun itu dicorer dari tim utama oleh Arteta, dan dipaksa berlatih dengan tim cadangan.

Ozil juga dicoret dari skuad Arsenal di Liga Inggris dan Liga Europa untuk musim 2020/2021. Bisa dibilang bahwa dia menghabiskan beberapa tahun terakhir dari tahun-tahun sepakbola terbaiknya di sebagai "penonton" di Emirates.

Saat ini, Ozil bermain di Liga Turki bersama Fenerbahce.

4. Isco

Isco mulai terkenal pada tahun 2012 kala membela Malaga. Dirinya menjadi perebutan dua tim besar Eropa, yaitu Real Madrid dan Manchester City. The Citizen gagal memboyongnya karena nilai transfer yang ditawarkan Real Madrid lebih besar. (Foto: AFP/Pierre-Philippe Marcou)
Isco mulai terkenal pada tahun 2012 kala membela Malaga. Dirinya menjadi perebutan dua tim besar Eropa, yaitu Real Madrid dan Manchester City. The Citizen gagal memboyongnya karena nilai transfer yang ditawarkan Real Madrid lebih besar. (Foto: AFP/Pierre-Philippe Marcou)

Isco hanya dua kali masuk starting Real Madrid pada musim ini. Pada usia 29 tahun, Isco seharusnya berada di puncak penampilannya, tetapi dia gagal memaksimalkan potensinya.

Isco menikmati lonjakan karier di Malaga. Ia membuktikan diri sebagai salah satu pemain paling berbakat di generasinya.

Real Madrid membayar 27 juta pounds untuk mendapatkan jasa Isco pada musim panas 2013, dan bakatnya yang luar biasa dipuji oleh fans dan kritikus.

Gelandang serang ini hanya mencatatkan enam penampilan untuk Real Madrid musim ini. Empat di antaranya berasal dari bangku cadangan. Isco tentu memiliki bakat untuk membalikkan keadaan, tetapi orang akan berpendapat bahwa pemain Spanyol itu kemungkinan sudah melewati masa jayanya.

3. Philippe Coutinho

Philippe Coutinho memperoleh peluang di menit ke-71. Sepakan kaki kirinya masih belum mengarah tepat ke gawang Dynamo Kiev. (AFP/Lluis Gene)
Philippe Coutinho memperoleh peluang di menit ke-71. Sepakan kaki kirinya masih belum mengarah tepat ke gawang Dynamo Kiev. (AFP/Lluis Gene)

Barcelona merogoh kocek dalam-dalam di jendela transfer musim panas 2018 mendatangkan Philippe Coutinho. Bayangkan, Barca harus membayar 135 juta euro ke Liverpool.

Harapan besar mengiringi kedatangaan Coutinho. Dia digadang-gadang jadi pengganti Xavi Hernandez dan Andres Iniesta. Namun, ia malah tampak seperti bayang-bayang di Camp Nou.

Bisa dibilang, penampilan terbaiknya sejak bergabung ke Blaugrana ketika melawan klubnya sendiri. Saat itu, Coutinho sedang dipinjamkan ke Bayern Munchen. Pemain Brasil itu mencetak dua gol saat Bayern Munchen melumat Barcelona di perempat final Liga Champions 2019/2020.

Coutinho mendapat lebih banyak waktu bermain di musim 2021/22, tetapi tetap mengecewakan. Pemain berusia 29 tahun itu gagal mengontrol permainan di tengah lapangan, dan berkontribusi pada awal mengecewakan Barcelona musim ini.

Dalam 11 penampilan di semua kompetisi musim ini, Coutinho hanya menghasilkan satu gol. Beberapa klub telah menolak kesempatan untuk mengontrak Philippe Coutinho dalam beberapa tahun terakhir. Jadi bisa dikatakan bahwa sang pemain telah mendekati akhir permainannya.

2. Gareth Bale

Gareth Bale - Bersama Benzema dan Cristiano Ronaldo mereka membentuk trio BBC yang fantastis dan membawa Real Madrid berjaya di Liga Champions. Bale sendiri telah membukukan 16 gol dalam 55 pertandingan Liga Champions bersama Los Blancos. (AFP/Javier Soriano)
Gareth Bale - Bersama Benzema dan Cristiano Ronaldo mereka membentuk trio BBC yang fantastis dan membawa Real Madrid berjaya di Liga Champions. Bale sendiri telah membukukan 16 gol dalam 55 pertandingan Liga Champions bersama Los Blancos. (AFP/Javier Soriano)

Gareth Bale bisa dibilang salah satu pemain yang paling diremehkan dalam sejarah Real Madrid, meskipun telah memainkan peran penting dalam empat gelar di Liga Champions.

Setelah diboyong dari Tottenham Hotspur dengan mahar 90 juta pounds, pemain Wales itu gagal memenuhi standar yang sangat tinggi dari para pendukung setia Real Madrid. Hubungan Bale dengan para penggemar dan klub tetap retak, yang telah menjadi penghalang utama perkembangannya di Santiago Bernabeu.

Pemain asal Wales itu hanya mencatatkan tiga penampilan untuk Real Madrid musim ini, tetapi telah berhasil mencetak gol dalam waktu bermainnya yang terbatas.

Sama seperti Hazard, pemain berusia 32 tahun banyak menghabiskan waktu di ruang perawaran karena cedera berulang selama delapan tahun tinggal di Madrid. Bale juga terlihat gelisah di ibu kota Spanyol itu untuk waktu yang lama, dan itu sangat memengaruhi permainannya.

1. Eden Hazard

Eden Hazard diperkenalkan kepada media dan publik sebagai pemain anyar Real Madrid di Santiago Bernabeu, Jumat (13/6/2019).(AP Photo/Manu Fernandez)
Eden Hazard diperkenalkan kepada media dan publik sebagai pemain anyar Real Madrid di Santiago Bernabeu, Jumat (13/6/2019).(AP Photo/Manu Fernandez)

Selama tujuh tahun berkarier di Stamford Bridge bersama Chelsea, Eden Hazard membuktikan dirinya sebagai salah satu talenta elite di sepak bola dunia. Namun, hal-hal tidak berjalan sesuai dengan harapan setelahnya, karena pemain internasional Belgia itu melempem di klub barunya.

Real Madrid mencetatkan rekor klub 116 juta euro untuk memboyong Hazard. Pemain Belgia itu digadang-gadang jadi pengganti jangka panjang Cristiano Ronaldo.

Namun, ceritanya tak seindah itu. Cedera juga merecoki Hazard, karena ia banyak menghabiskan waktu di ruang perawatan.

Hazard berhasil relatif bebas cedera musim ini, mencatatkan sepuluh penampilan di seluruh kompetisi. Dia menikmati awal musim yang menjanjikan, mencatatkan assist pada laga pembuka Real Madrid musim ini.

Namun, mantan pemain Chelsea itu gagal membuat dampak nyata sejak itu, tanpa kontribusi gol dalam sembilan penampilan berikutnya. Musim ini, Hazard diturunkan ke bangku cadangan di beberapa pertandingan terpenting Real Madrid, termasuk duel El Clasico terbaru.

Dari luar, sepertinya pemain Belgia itu tidak disukai di bawah asuhan Carlo Ancelotti. Dia tampaknya kalah bersaing dengan Benzema, Vinicius Jr., Rodrygo dan Asensio.

Dalam sebuah wawancara baru-baru ini, Ancelotti menjelaskan. "Mereka yang tidak bermain harus memiliki keyakinan. Lihatlah Mariano, bagaimana dia akhirnya mendapat kesempatan dan menikmati dirinya sendiri, bermain bagus. Itulah yang perlu dilakukan Hazard."

Sumber: Sportkeeda

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel