5 Pesepak Bola Multifungsi di Eropa, Termasuk Bek Tangguh Real Madrid

Bola.com, Jakarta - Pesepak bola multifungsi atau bisa dimainkan di berbagai posisi kerap diminati para pelatih di seluruh dunia. Beberapa di antaranya memperkuat klub-klub top Eropa.

Pemain yang bisa ditempatkan di berbagai posisi diperlukan untuk setiap tim sepak bola. Hal tersebut karena pemain multifungsi kerap berkontribusi banyak buat tim.

Selain itu, pesepak bola serba bisa dapat membantu tim ketika dihantam krisis. Sang pemain bisa ditempatkan di sejumlah posisi ketika ada rekan setimnya yang absen akibat cedera atau sanksi kartu.

Pemain multifungsi acap kali disebut sebagai utility players. Lantas, siapa saja pesepak bola serba bisa yang ada di Eropa? Berikut ini lima di antaranya.

 

Marcos Llorente (Atletico Madrid)

Pemain Atletico Madrid Marcos Llorente, kiri, berebut bola dengan pemain Manchester City Rodrigo pada pertandingan leg pertama Liga Champions antara Manchester City dan Atletico Madrid di Stadion Etihad, di Manchester, Selasa, 5 April 2022. (AP Photo /Dav
Pemain Atletico Madrid Marcos Llorente, kiri, berebut bola dengan pemain Manchester City Rodrigo pada pertandingan leg pertama Liga Champions antara Manchester City dan Atletico Madrid di Stadion Etihad, di Manchester, Selasa, 5 April 2022. (AP Photo /Dav

Llorente tampil kurang oke pada musim lalu. Dia hanya menorehkan tiga assist dan gagal mencetak gol dari 40 pertandingan di seluruh ajang bersama Atletico Madrid.

Meski begitu, Marcos Llorente memiliki peran penting untuk Atletico Madrid. Dia bisa ditempatkan sebagai gelandang bertahan, playmaker, second striker, dan bahkan bermain sebagai bek kanan.

 

James Milner (Liverpool)

James Milner diketahui telah mencatatkan 280 kali penampilan dengan mencetak 26 gol dan 44 assist. Bergabung dari Manchester City pada 2015, Milner telah memenangkan banyak trofi bergengsi bersama Liverpool, seperti gelar juara Liga Inggris dan Piala Liga Champions. (AFP/Javier Soriano)
James Milner diketahui telah mencatatkan 280 kali penampilan dengan mencetak 26 gol dan 44 assist. Bergabung dari Manchester City pada 2015, Milner telah memenangkan banyak trofi bergengsi bersama Liverpool, seperti gelar juara Liga Inggris dan Piala Liga Champions. (AFP/Javier Soriano)

Saat ini, Milner telah berusia 36 tahun. Meski tak lagi muda, James Milner merupakan sosok penting di Liverpool.

Dia bisa ditempatkan sebagai gelandang tengah, gelandang kanan dan kiri, gelandang bertahan, dan juga terkadang diplot untuk menghuni pos bek kanan atau kiri. Tak heran, Milner tampil dalam 39 pertandingan dan menorehkan tiga assist pada musim lalu.

Pada awal karier bersama Leeds United, James Milner berposisi winger, dan beralih sebagai gelandang ketika berseragam Aston Villa. Milner juga merupakan gelandang box-to-box mumpuni saat membela Manchester City.

 

David Alaba (Real Madrid)

Bek Real Madrid, David Alaba mengumpan bola saat bertanding melawan Athletic Bilbao pada pertandingan lanjutan La Liga Spanyol di Santiago Bernabeu di Madrid, Spanyol, Kamis (2/12/2021). Kemenangan atas Bilbao membuat Madrid kokoh di puncak klasemen dengan 36 poin. (AP Photo/Bernat Armangue)
Bek Real Madrid, David Alaba mengumpan bola saat bertanding melawan Athletic Bilbao pada pertandingan lanjutan La Liga Spanyol di Santiago Bernabeu di Madrid, Spanyol, Kamis (2/12/2021). Kemenangan atas Bilbao membuat Madrid kokoh di puncak klasemen dengan 36 poin. (AP Photo/Bernat Armangue)

David Alaba adalah satu di antara pesepak bola paling berbakat di dunia. Alaba bergabung dengan Real Madrid pada musim panas lalu, dan berhasil membawa timnya menjuarai La Liga dan Liga Champions 2021/2022.

Peran pemain Timnas Austria itu di jantung pertahanan Madrid memang sulit tergantikan. David Alaba mampu mematahkan berbagai serangan lawan yang mengancam pertahanan Los Blancos.

Tak hanya berposisi sebagai bek tengah, dia bisa diplot untuk menghuni bek kiri serta gelandang bertahan.

Joshua Kimmich (Bayern Munchen)

Duet Joshua Kimmich dan Leon Goretzka telah membawa Bayern Munchen menyabet banyak gelar bergengsi. Kimmich merupakan sosok yang cerdas dengan kualitas teknis yang luar biasa. Sementara itu, Goretzka lebih merupakan gelandang box-to-box yang suka menyerang ke depan. (AFP/Alexander Hassenstein)
Duet Joshua Kimmich dan Leon Goretzka telah membawa Bayern Munchen menyabet banyak gelar bergengsi. Kimmich merupakan sosok yang cerdas dengan kualitas teknis yang luar biasa. Sementara itu, Goretzka lebih merupakan gelandang box-to-box yang suka menyerang ke depan. (AFP/Alexander Hassenstein)

Joshua Kimmich merupakan pesepak bola yang memiliki kemampuan mengolah bola di atas rata-rata. Apalagi, Kimmich adalah pemain yang bisa tampil di berbagai posisi, terutama bek kanan dan gelandang.

Dia kerap tampil sebagai bek kanan ketika membela Timnas Jerman. Adapun saat berseragam Bayern Munchen, Kimmich ditempatkan sebagai gelandang bertahan.

Tak heran jika pemain berusia 27 tahun tersebut selalu menjadi andalan di Timnas Jerman dan Die Bayern.

 

Phil Foden (Manchester City)

Manchester City unggul 1-0 melalui Phil Foden pada menit ke-8. Gol tersebut sekaligus menjadi gol ke-500 The Citizens di tangan Pep Guardiola. Ia menjadi pelatih tercepat yang megoleksi 500 gol di Liga Inggris hanya dari 207 laga, mematahkan rekor Jurgen Klopp dalam 234 laga. (AP/Jon Super)
Manchester City unggul 1-0 melalui Phil Foden pada menit ke-8. Gol tersebut sekaligus menjadi gol ke-500 The Citizens di tangan Pep Guardiola. Ia menjadi pelatih tercepat yang megoleksi 500 gol di Liga Inggris hanya dari 207 laga, mematahkan rekor Jurgen Klopp dalam 234 laga. (AP/Jon Super)

Foden bisa dibilang sebagai pemain paling bertalenta yang pernah dihasilkan akademi Manchester City. Pemain berusia 22 tahun itu mampu menjadi pesepak bola fenomenal saat ini.

Selain memiliki kemampuan mumpuni, dia juga bisa bermain di berbagai posisi di lini tengah dan depan. Foden bisa ditempatkan sebagai winger kanan, winger kiri, gelandang bertahan, dan bahkan false nine.

Berkat kontribusinya, Manchester City berhasil meraih 11 gelar juara dalam lima musim terakhir, termasuk trofi Premier League musim ini. Foden juga sukses meraih penghargaan Pemain Muda Terbaik Premier League dalam dua musim terakhir.

Sumber: Sportskeeda

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel