5 Pesepak Bola Terbaik yang Tidak Pernah Memenangkan Ballon d'Or

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta - Ballon d'Or dianggap sebagai penghargaan paling bergengsi yang bisa dimenangkan seorang pesepak bola. Penghargaan itu bisa dimenangkan berdasarkan penampilan dalam satu tahun kalender.

Dalam 12 tahun terakhir, hanya tiga pemain yang bisa memenangkan Ballon d'Or. Luka Modric dapat mematahkan dominasi Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo pada 2018 setelah memimpin Kroasia jadi runner up Piala Dunia 2018.

Sejak dimulai pada 1956, Ballon d'Or tidak pernah dimenangkan oleh satu pemain lebih dari tiga kali sebelum Messi dan Ronaldo mentas di dunia sepak bola. Messi memenangkan enam kali, sementara Ronaldo lima kali.

Karena Ballon d'Or hanya dianugerahkan kepada satu pemain setiap tahun, membuat banyak pesepak bola terbaik yang tidak dapat memenangkan penghargaan prestisius itu.

Berikut 5 pesepak bola terbaik yang tidak pernah memenangkan penghargaan Ballon d'Or seperti dikutip dari Sportskeeda.

5. Ferenc Puskas

Didi, Alfredo Di Stefano, dan Ferenc Puskas. (Twitter)
Didi, Alfredo Di Stefano, dan Ferenc Puskas. (Twitter)

Ferenc Puskas masih dianggap sebagai salah satu pesepak bola terbaik. Pemain Hungaria itu memukau dunia dengan kehebatannya dalam mencetak gol.

Dia memulai untuk Budapest Honved di Hungaria sebelum pindah ke Real Madrid. Di raksasa Spanyol itu Puskas menunjukkan kecemerlangannya.

Puskas memenangkan tiga kejuaraan Eropa bersama Real Madrid, sepuluh kejuaraan nasional (lima di antaranya bersama Los Blancos). Dia juga membawa Hungaria meraih medali emas Olimpiade 1952.

Sayangnya, Puskas sudah berusia 29 tahun ketika Ballon d'Or pertama kali diberikan. Meski mencetak banyak gol dalam beberapa tahun ke depan, dia cuma menempati posisi tiga besar Ballon d'Or sekali - pada 1960 - yakni finis di posisi kedua.

Mempertimbangkan eksploitasi bintangnya, Ferenc Puskas tetap menjadi salah satu pemain terhebat yang tidak pernah memenangkan penghargaan Ballon d'Or.

4. Paolo Maldini

4. Paolo Maldini - Pemain legenda ini menjadi bek paling tangguh dan loyal yang pernah dimiliki AC Milan. Berkat ketangguhan Maldini menjaga lini pertahanan, AC Milan sukses meraih trofi Liga Champions 2007. (AFP/Giuseppe Cacace)
4. Paolo Maldini - Pemain legenda ini menjadi bek paling tangguh dan loyal yang pernah dimiliki AC Milan. Berkat ketangguhan Maldini menjaga lini pertahanan, AC Milan sukses meraih trofi Liga Champions 2007. (AFP/Giuseppe Cacace)

Paolo Maldini masih dianggap sebagai salah satu bek terhebat dan terbaik. Bermain hanya untuk satu klub, yaitu AC Milan selama 25 musim, dia memenangkan 25 trofi, termasuk lima penghargaan Eropa dan tujuh gelar Serie A.

Bek Italia ini memiliki peluang terbaik untuk memenangkan penghargaan Ballon d'Or pada 1994 saat AC Milan memenangkan Liga Champions, Serie A, Supercoppa Italiana, dan Piala Super UEFA. Tapi, dia hanya mencapai tiga besar dengan finis di belakang Hristo Stoichkov dan Roberto Baggio.

Maldini finis ketiga sekali lagi pada 2003, kali ini di belakang Pavel Nedved dan Thierry Henry. Ketika itu, dia membantu AC Milan memenangkan Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Coppa Italia.

Tak bisa disangkal Maldini adalah pemain legendaris meski tidak pernah memenangkan penghargaan Ballon d'Or.

3. Thierry Henry

2. Thierry Henry (Arsenal) - Thierry Henry adalah legenda Arsenal dan juga pemegang top skor klub sepanjang masa. Henry tercatat menyumbangkan 229 gol dalam 376 penampilan bersama Arsenal. (AFP/Ian Kington)
2. Thierry Henry (Arsenal) - Thierry Henry adalah legenda Arsenal dan juga pemegang top skor klub sepanjang masa. Henry tercatat menyumbangkan 229 gol dalam 376 penampilan bersama Arsenal. (AFP/Ian Kington)

Thierry Henry masih tetap pencetak gol terbanyak sepanjang masa Arsenal. Pemain Prancis itu pindah ke Arsenal pada 1999 dan kemudian menjadi salah satu penyerang terbaik yang pernah ada di Liga Inggris.

Henry mencetak total 226 gol dalam 370 pertandingan di seluruh kompetisi untuk Arsenal. Selain itu, ia juga membantu The Gunners memenangkan enam trofi, termasuk dua gelar Liga Inggris, salah satunya pada 2003-04 yang diraih setelah tidak terkalahkan sepanjang musim.

Meski kemudian bermain untuk Barcelona, ​​tahun-tahun terbaik Henry bisa dibilang di Arsenal. Pemain asal Prancis itu nyaris memenangkan Ballon d'Or dua kali selama di Arsenal.

Pada 2003, Henry finis di belakang Pavel Nedved. Sementara pada 2006, dia berada di belakang Fabio Cannavaro dan Gianluigi Buffon.

Henry juga merupakan pencetak gol terbanyak sepanjang masa untuk Timnas Prancis (51 gol). Bersama Timnas Prancis, dia memenangkan Piala Dunia FIFA 1998, Piala Eropa 2000 dan Piala Konfederasi FIFA pada 2003.

Tidak ada sedikit keraguan bahwa Henry akan selamanya dipuji sebagai salah satu pencetak gol terbaik di Liga Inggris. Reputasinya tidak akan turun meski tak pernah memenangkan penghargaan Ballon d'Or.

2. Andres Iniesta

5. Andres Iniesta - Andres Iniesta adalah salah satu gelandang terhebat sepanjang masa. Iniesta menjadi gelandang luar biasa dan jadi jantung permainan tiki-taka Barcelona saat ditangani Pep Guardiola. (AFP/Gianluigi Guercia)
5. Andres Iniesta - Andres Iniesta adalah salah satu gelandang terhebat sepanjang masa. Iniesta menjadi gelandang luar biasa dan jadi jantung permainan tiki-taka Barcelona saat ditangani Pep Guardiola. (AFP/Gianluigi Guercia)

Ketika memikirkan treble bersejarah, Barcelona dan Andres Iniesta muncul di benak. Sebuah produk dari akademi muda klub yang terkenal, La Masia, Iniesta naik pangkat menjadi salah satu pemain terbaik yang menghiasi dunia sepak bola

Dianggap sebagai salah satu gelandang terbaik, Iniesta menghabiskan 16 musim di Barcelona. Bersama klub Catalan itu dia ​​​memenangkan 30 trofi utama, termasuk sembilan gelar LaLiga Spanyol dan empat trofi Liga Champions. Pemain Spanyol adalah bagian penting dari Barcelona yang memenangkan treble pada 2009 dan 2015.

Iniesta juga salah satu pemain Spanyol paling berprestasi sepanjang masa. Dia memenangkan Piala Dunia 2010 dan dua Piala Eropa (2008 dan 2012) bersama tim Matador.

Penghargaan Ballon d'Or pada dasarnya adalah satu-satunya penghargaan yang tidak dimenangkan Iniesta, meskipun nyaris dua kali. Pada 2010, dia finis di belakang rekan setimnya di Barcelona ​​Lionel Messi.

Pada 2012, dia finis di belakang Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo. Singkatnya, satu-satunya alasan Iniesta tidak pernah meraih penghargaan Ballon d'Or karena kebetulan bermain di waktu yang sama dengan Messi dan Ronaldo.

1. Xavi

Xavi Hernandez. Gelandang elegan Barcelona ini menempati posisi ke-3 di tiga edisi, 2009-2011. Hanya ketidakberuntungan saja yang membuatnya gagal, yakni berada satu tim dengan Lionel Messi. (AFP/Lluis Gene)
Xavi Hernandez. Gelandang elegan Barcelona ini menempati posisi ke-3 di tiga edisi, 2009-2011. Hanya ketidakberuntungan saja yang membuatnya gagal, yakni berada satu tim dengan Lionel Messi. (AFP/Lluis Gene)

Lulusan terbaik akademi La Masia lainnya adalah Xavi. Dia adalah salah satu pemain terhebat yang pernah bermain untuk Barcelona.

Xavi juga salah satu gelandang terbaik sepanjang masa. Hingga kini, dia memegang rekor penampilan terbanyak (767) untuk Barcelona.

Dalam 17 musim bersama Blaugrana, Xavi memenangkan 25 trofi, termasuk delapan gelar La Liga Spanyol dan empat trofi Liga Champions. Bersama Andres Iniesta, Xavi adalah bagian penting lain dari tim Barcelona yang memenangkan dua treble bersejarah.

Xavi juga membuat 133 penampilan untuk Spanyol, memenangkan Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2008 dan 2012. Meski berada di puncak permainannya dan mencicipi kesuksesan untuk klub serta negara beberapa kali, Xavi gagal memenangkan penghargaan Ballon d'Or.

Xavi tiga kali berada di posisi ketiga dalam peringkat Ballon d'Or, yakni pada 2009, 2010, dan 2011. Xavi dan Iniesta akan setuju bahwa kelemahan terbesar dari bermain di era Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo adalah bahwa penghargaan Ballon d'Or mungkin tetap sulit dipahami.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel