5 Pesepak Bola Top yang Pernah Diasuh Thomas Tuchel

Bola.com, Jakarta - Thomas Tuchel merupakan satu di antara pelatih top Eropa. Menjalani karier sebagai pelatih sejak 2007, Tuchel telah meraih berbagai trofi dan mengasuh sejumlah pesepak bola bintang.

Saat ini, manajer asal Jerman tersebut sedang menangani Chelsea. Sebelumnya, pria berusia 48 tahun tersebut juga pernah menjadi bagian dari FC Augsburg II, Mainz 05, Borussia Dortmund, dan Paris Saint-Germain.

Dalam sepanjang kariernya sebagai pelatih, Thomas Tuchel berhasil memenangkan sejumlah gelar. Itu termasuk trofi Liga Champions bersama Chelsea.

Sebagai sosok yang sudah cukup lama berkecimpung dalam dunia kepelatihan, Tuchel tentu telah bekerja dengan banyak pemain hebat.

Berikut ini lima pemain terbaik yang pernah dilatih Thomas Tuchel.

 

 

Antonio Rudiger

<p>Pemain Chelsea dengan menit bermain terbanyak adalah Antonio Rudiger. Ia tercatat telah melakoni&nbsp;47 penampilan di semua kompetisi dengan&nbsp;4.230 menit bermain. Performanya yang konsisten menjadi faktor utama bek asal Jerman tersebut dimainkan oleh Thomas Tuchel. (AFP/Glyn Kirk)</p>

Pemain Chelsea dengan menit bermain terbanyak adalah Antonio Rudiger. Ia tercatat telah melakoni 47 penampilan di semua kompetisi dengan 4.230 menit bermain. Performanya yang konsisten menjadi faktor utama bek asal Jerman tersebut dimainkan oleh Thomas Tuchel. (AFP/Glyn Kirk)

Thomas Tuchel bekerja sama dengan Antonio Rudiger di Chelsea. Pemain belakang asal Jerman tersebut menjadi pemain penting dalam skema tiga bek yang diterapkan Tuchel.

Rudiger memainkan 78 pertandingan di semua kompetisi di bawah asuhan Tuchel di Chelsea. Pemain berusia 29 tahun tersebut mencatatkan enam gol dan lima assist dari penampilannya tersebut.

Kolaborasi Rudiger dan Tuchel di Stamford Bridge menghasilkan tiga trofi. Mereka memenangkan Liga Champions, Piala Super Eropa, Piala Dunia Antarklub.

 

Marco Verratti

Marco Verratti. Gelandang berusia 28 tahun ini telah 9 musim memperkuat PSG sejak 2012/2013. Ia telah tampil dalam 346 laga dengan mencetak 9 gol. Musim ini ia ditemani Gianluigi Donnarumma yang sama-sama menghuni skuat Italia di Euro 2020 lalu. (Foto: AFP/Franck Fife)
Marco Verratti. Gelandang berusia 28 tahun ini telah 9 musim memperkuat PSG sejak 2012/2013. Ia telah tampil dalam 346 laga dengan mencetak 9 gol. Musim ini ia ditemani Gianluigi Donnarumma yang sama-sama menghuni skuat Italia di Euro 2020 lalu. (Foto: AFP/Franck Fife)

Marco Verrati bermain untuk Thomas Tuchel di PSG. Gelandang timnas Italia tersebut bekerja sama dengan Tuchel di klub Prancis antara Juli 2018 sampai Desember 2020.

Verratti memainkan 88 pertandingan di semua kompetisi bersama. Dia mencatatkan satu gol dan 10 assist.

Mereka berdua tidak bisa memenangkan Liga Champions. Akan tetapi, dua gelar Ligue 1, satu Piala Prancis, satu Piala Liga Prancis, dan dua Piala Super Prancis berhasil diraih.

 

Neymar

Pelatih PSG, Thomas Tuchel menghibur pemain depan Neymar (kanan) saat ia berjalan melewati trofi setelah kalah dari Bayern Munchen pada final Liga Champions UEFA di stadion Luz di Lisbon pada 23 Agustus 2020. Thomas Tuchel dikontrak Chelsea selama 18 bulan. (AFP/Pool/ Miguel A. Lopes)
Pelatih PSG, Thomas Tuchel menghibur pemain depan Neymar (kanan) saat ia berjalan melewati trofi setelah kalah dari Bayern Munchen pada final Liga Champions UEFA di stadion Luz di Lisbon pada 23 Agustus 2020. Thomas Tuchel dikontrak Chelsea selama 18 bulan. (AFP/Pool/ Miguel A. Lopes)

Dalam sepanjang kariernya, Neymar telah bekerja sama dengan banyak pelatih hebat. Thomas Tuchel pernah melatih Neymar di PSG antara Juli 2018 dan Desember 2020.

Neymar memainkan 67 pertandingan di seluruh kompetisi di bawah pelatih asal Jerman tersebut. Bintang Brasil tersebut tampil cukup baik dengan mencetak 52 gol dan 32 assist.

Neymar juga memenangkan beberapa gelar Ligue 1 di bawah asuhan Tuchel. Sayangnya, mereka tidak berhasil memenangkan Liga Champions setelah takluk dari Bayern Munchen di final.

Thiago Silva

Thomas Tuchel menghibur bek Thiago Silva usai berakhirnya laga melawan Wolverhampton Wanderers dalam laga lanjutan Liga Inggris 2020/21 pekan ke-20 di Stamford Bridge, Rabu (27/1/2021). Chelsea bermain imbang 0-0 dengan Wolverhampton Wanderers. (AP Photo/Frank Augstein)
Thomas Tuchel menghibur bek Thiago Silva usai berakhirnya laga melawan Wolverhampton Wanderers dalam laga lanjutan Liga Inggris 2020/21 pekan ke-20 di Stamford Bridge, Rabu (27/1/2021). Chelsea bermain imbang 0-0 dengan Wolverhampton Wanderers. (AP Photo/Frank Augstein)

Thiago Silva bekerja sama dengan Thomas Tuchel dalam dua klub yang berbeda. Pertama di PSG dan kini di Chelsea.

Silva sudah memainkan 137 pertandingan di bawah asuhan Tuchel. Bek asal Brasil tersebut menyumbang empat gol dan empat assist untuk bos asal Jerman tersebut.

Kolaborasi Silva dan Tuchel menghasilkan beberapa trofi di PSG dan Chelsea. Mereka memenangkan Ligue 1, Piala Dunia Antarklub hingga Liga Champions.

 

Kylian Mbappe

Kylian Mbappe meraih penghargaan Golden Boy pada tahun 2017 saat mencuat bersama Monaco. Bakatnya terus berkembang usai dirinya bergabung bersama PSG. Mbappe juga sukses mengantarkan Timnas Prancis menjuarai Piala Dunia 2018 sekaligus mencetak gol di partai final. (AFP/Franck Fife)
Kylian Mbappe meraih penghargaan Golden Boy pada tahun 2017 saat mencuat bersama Monaco. Bakatnya terus berkembang usai dirinya bergabung bersama PSG. Mbappe juga sukses mengantarkan Timnas Prancis menjuarai Piala Dunia 2018 sekaligus mencetak gol di partai final. (AFP/Franck Fife)

Kylian Mbappe bisa dibilang salah satu pemain terbaik yang pernah dilatih Thomas Tuchel dalam kariernya. Pemain asal Prancis itu sudah menjadi bintang saat Tuchel memimpin PSG.

Mbappe memainkan total 98 pertandingan di bawah asuhan Tuchel di ibukota Prancis. Dalam 98 pertandingan itu, Mbappe mampu mencetak 83 gol.

Mbappe memenangkan Sepatu Emas Ligue 1 dua kali di bawah Tuchel. Selain itu, Mbappe juga merengkuh dua gelar Ligue 1.

Sumber: Sportskeeda

Disadur dari: Bola.net (Aga Deta/Published: 03/08/2022)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel