5 Pesepak Bola yang Berseragam Manchester City Setelah Sukses di Arsenal

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Arsenal dan Manchester City saling berhadapan dalam laga perempat final Carabao Cup, Rabu (23/12/2020) dini hari WIB. Pertandingan ini akan menjadi pertemuan dua klub dengan sejarah panjang di kancah sepak bola Inggris.

Arsenal, yang berdiri sejak 1988, merupakan klub yang sudah lama menjadi satu di antara beberapa klub papan atas di sepak bola Inggris. Begitupun dengan Manchester City yang dalam satu dekade terakhir mampu meraih sejumlah prestasi gemilang, seperti menjuarai Premier League.

Dengan reputasi tersebut, kedua tim memang memiliki pemain-pemain kelas atas dalam perjalanan mereka. Kedua klub ini memiliki daya tarik tersendiri bagi sejumlah pemain bintang dari seluruh Eropa, maupun dunia.

Satu yang menarik, kedua klub ini kerap terlibat dalam jual beli pemain. Manchester City lebih sering mendaptakan pemain yang sempat lebih dulu memperkuat Arsenal.

Tak hanya pemain biasa, sejumlah pemain berstatus bintang di Arsenal pun kemudian mampir ke Manchester City. Siapa saja mereka?

David Seaman

5. David Seaman - Sosok Seaman sangat melekat sebagai kiper terbaik Arsenal sepanjang masa. 13 musim membela Meriam London, Ia sukses menjadi pilihan utama Wenger di bawah mistar gawang. (AFP/Ian Hodgson)
5. David Seaman - Sosok Seaman sangat melekat sebagai kiper terbaik Arsenal sepanjang masa. 13 musim membela Meriam London, Ia sukses menjadi pilihan utama Wenger di bawah mistar gawang. (AFP/Ian Hodgson)

David Seaman merupakan kiper legendaris yang pernah dimiliki Arsenal. Kiper yang juga menjadi andalan Timnas Inggris pada eranya itu adalah andalan The Gunners di bawah mistar gawang sepanjang era 1990-an.

David Seaman merupakan pemain dengan catatan penampilan terbanyak di Arsenal. Selama 13 musim berkostum The Gunners, ia tampil 564 kali.

Setelah dilepas Arsenal, David Seaman bergabung di Manchester City asuhan Kevin Keegan pada musim panas 2003. Sayang, kariernya bersama The Citizens tidak berlangsung lama.

Cedera membuat David Seaman tidak lagi bisa berada di bawah mistar gawang dengan penampilan optimal. Ia pun memutuskan pensiun pada Januari 2004 dalam usia 40 tahun.

Emmanuel Adebayor

Selebrasi Emmanuel Adebayor seusai mencetak gol ketiga bagi Manchester City di laga lawan Arsenal yang berlangsung di City of Manchester Stadium, 12 September 2009. City unggul 4-2.
Selebrasi Emmanuel Adebayor seusai mencetak gol ketiga bagi Manchester City di laga lawan Arsenal yang berlangsung di City of Manchester Stadium, 12 September 2009. City unggul 4-2.

Emmanuel Adebayor bergabung bersama Arsenal pada 2006. Ia diboyong dari AS Monaco pada 13 Januari 2006. Penampilan dan gaya bermainnya membuat Adebayor dijuluki Baby Kanu.

Bersama Arsenal, Adebayor menjadi andalan di lini depan. Selama tiga setengah musim di London, ia mencetak 62 gol dalam 142 kali bertanding.

Penampilan apiknya di Arsenal menarik minat Manchester City untuk meminang pemain asal Togo itu. Hasilnya, pada 18 Juli 2009, mereka memboyong Adebayor ke Manchester.

Musim pertama bersama Manchester City, Adebayor tampil apik. Namun, pada musim keduanya, ia tidak lagi masuk dalam rencana Roberto Mancini dan diperkenankan meninggalkan Manchester City. Pada pertengahan musim, ia kemudian dipinjamkan ke Real Madrid.

Samir Nasri

Gelandang Manchester City asal Prancis, Samir Nasri. (AFP/Oli Scarff)
Gelandang Manchester City asal Prancis, Samir Nasri. (AFP/Oli Scarff)

Samir Nasri bergabung bersama Arsenal pada Juni 2008. Ia diboyong dari Marseille dengan banderol 16 juta euro.

Bersama Arsenal, Samir Nasri tampil ciamik. Pemain asal Prancis itu pun menjadi satu di antara pemain penting di lini tengah The Gunners. Selama tiga setengah musim berada di London Utara, Nasri tampil sebanyak 125 kali dan mencetak 27 gol untuk Arsenal.

Penampilan bagus itu membuat Samir Nasri menarik minat dari Manchester City. Pemain asal Prancis itu pun akhirnya meninggalkan The Gunners pada 24 Agustus 2011 dan bergabung bersama Manchester City dengan banderol 27,5 juta euro.

Bersama Manchester City, Nasri langsung menjadi andalan. Ia membayar kepercayaan tersebut dengan penampilan apik. Sayangnya, performa Nasri kerap diganggu cedera.

Selama berseragam Manchester City, Nasri mencetak 27 gol dalam 176 penampilan. Selain itu, ia sukses membawa City meraih dua gelar juara Liga Inggris, satu kali juara Piala Liga dan satu kali menjuarai Community Shield.

Patrick Vieira

1. Patrick Vieira - Vieira adalah pemain penting sekaligus pilihan utama Arsene Wenger di lini tengah The Gunners. Pria asal Prancis ini adalah sosok kapten yang membawa Arsenal menjuarai Liga Inggris musim 2003/04 tanpa sekali pun menelan kekalahan. (AFP/Odd Andersen)
1. Patrick Vieira - Vieira adalah pemain penting sekaligus pilihan utama Arsene Wenger di lini tengah The Gunners. Pria asal Prancis ini adalah sosok kapten yang membawa Arsenal menjuarai Liga Inggris musim 2003/04 tanpa sekali pun menelan kekalahan. (AFP/Odd Andersen)

Peran Patrick Vieira di Arsenal tak perlu diragukan lagi. Sosok pemain asal Prancis ini disebut sejajar perannya dengan Roy Keane di Manchester United, John Terry di Chelsea, atau Steven Gerrard di Liverpool.

Bergabung bersama Arsenal dari AC Milan pada 1996/1997, Vieira langsung menjadi andalan Arsenal di ruang mesin mereka.

Bersama Arsenal, Vieira menghabiskan sembilan musim. Ia bermain dalam 406 pertandingan dengan torehan 34 gol. Selain itu, Vieira sempat meraih tiga gelar juara Premier League, empat gelar juara Piala FA, dan tiga gelar juara Community Shield.

Setelah meninggalkan Arsenal, Vieira sempat menjajal peruntungan di Italia. Ia memperkuat Juventus dan Inter Milan di Serie A.

Pada pertengahan musim 2009/2010, Vieira kembali ke Inggris dan mendarat di Manchester City. Ia bergabung bersama The Citizens sampai akhir 2010/2011. Ia bermain 46 kali dan mencetak enam gol untuk Manchester City.

Nicolas Anelka

Mantan striker Chelsea dan Manchester City, Nicolas Anelka. (AFP/Peter Parks)
Mantan striker Chelsea dan Manchester City, Nicolas Anelka. (AFP/Peter Parks)

Nicolas Anelka bergabung dengan Arsenal pada Februari 1997. Ia dipinang dari PSG dengan mahar senilai 500 ribu Pounds.

Musim pertama di Arsenal, Anelka tak terlalu banyak mendapat kesempatan bermain. Namun, peruntungannya berubah pada musim keduanya. Ia bahkan menjadi pemain kunci dalam sukses The Gunners musim itu.

Musim berikutnya, ia bahkan menjadi pencetak gol terbanyak bagi Arsenal. Namun, penampilan apik Anelka tak berbanding lurus dengan prestasi Arsenal. Hasilnya, tekanan datang ke kubu The Gunners dan membuat Anelka tak betah. Pada musim panas 1999, ia hengkang ke Real Madrid.

24 Mei 2002, Anelka kembali ke sepak bola Inggris. Kali ini, ia bergabung dengan Manchester City. Banderolnya mencapai 13 juta Pounds, tertinggi di klub saat itu.

Pada musim pertamanya, Anelka sukses mencetak 14 gol dan menjadi top scorer klub musim itu. Musim berikutnya, ia kembali menjadi top scorer City, kali ini dengan torehan 24 gol.

Musim berikutnya, Anelka sempat bermain 19 kali dan mencetak tujuh gol bagi Manchester City, sebelum meninggalkan klub tersebut dan bergabung dengan Fenerbahce pada Januari 2005.

Disadur dari: Bola.net (Dendy Gandakusumah/Gia Yuda Pradana, published 22/12/2020)

Video