5 Petunjuk Ini Dapat Mengungkap Kematian Satu Keluarga di Kalideres

Merdeka.com - Merdeka.com - Misteri kematian satu keluarga di Kalideres, Jakarta hingga sekarang belum terungkap. Berulang kali kepolisian melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Sejumlah ahli juga dilibatkan membantu kepolisian ungkap kasus yang sudah lebih dari sepekan tersebut. Menggandeng dokter Forensik, Puslabfor, Inafis, serta para ahli bidang terkait.

Tim menemukan beberapa fakta baru agar kasus ini mendapat titik terang. Satu kemajuan signifikan ditemukan pada olah TKP terakhir, Rabu (16/11) sore.

Barang-barang milik keempat anggota keluarga mulai dari bungkus makanan, kamper, bedak bayi, buku dan barang-barang lainnya telah disita.

"Banyak sekali temuan-temuan dari pada metode penyelidikan yang kami laksanakan," ujar Hengki saat di lokasi TKP.

Berikut petunjuk-petunjuk untuk mengungkap kasus kematian satu keluarga tersebut:

Gunungan Sampah

Ketika melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi menemukan gunungan sampah di rumah tewasnya satu keluarga yang terdiri dari suami istri, anak dan paman.

Tumpukan sampah tersebut ditemukan di belakang ruangan rumah. Sampah yang telah menggunung itu terdiri dari berbagai macam makanan, namun Hengki tidak mengatakan secara detail.

"Ada ya segala jenis sampah ya. Kita belum bisa menyimpulkan ya. Cukup banyak," jelas Hengki.

Berdasarkan keterangan dari tetangga tetangga dan ketua RT setempat, Keempat anggota keluarga memang tertutup dengan warga sekitar.

“Artinya ini menunjukkan yang bersangkutan dengan tetangga dan lain sebagainya apakah sifatnya ini mengurung diri dan lain sebagainya," ujarnya Hengki.

Jeda Waktu Kematian

Polisi menduga kematian satu keluarga penghuni rumah di Perumahan Citra Garden Satu Extension, Kalideres, Jakarta Barat, memiliki jeda waktu berbeda. Dugaan itu setelah polisi menemukan belatung pada tubuh empat jenazah.

"Karena kami menemukan misalnya belatung. Dan ini bisa mengarahkan kapan dia meninggal," tegas Dirkrimum PMJ.

Hengki menyebut petunjuk dari penemuan belatung itu akan didalami dengan menggandeng sejumlah ahli. Salah satunya ahli entomologi yang mempelajari segala sesuatu mengenai serangga.

"Dalam penyelidikan ini kami harus berkoordinasi apakah perlu mengundang ahli entomologi, ahli serangga. Karena kami menemukan misalnya belatung," ujarnya.

Temuan Digital Forensik

Pascaolah TKP di perumahan Citra Garden 1 Extencion, Kalideres, Jakarta Barat, polisi telah mengantongi pentunjuk penting. Temuan dari digital forensik diklaim mampu membuat terang benderang kasus tewasnya satu keluarga di kalideres.

"Banyak sekali temuan-temuan dari pada metode penyelidikan yang kami laksanakan banyak berkontribusi dari digital forensik untuk memberikan petunjuk yang sangat penting," ucap Hengki.

Hengki menerangkan, hasil temuan dari metode induktif dan metode deduktif akan digabungan. Hengki menyebut, kesimpulan akan dibeberkan usai penyelidikan dinyatakan rampung.

"Karenanya kita cari keidentikan dari masing-masing metode penyelidikan ini. Nanti akan kami jelaskan rinci setelah semua lengkap, tidak boleh satu-persatu," ujar dia.

Buku Rekening

Polisi menyita sejumlah buku tabungan diduga milik salah satu mayat sekeluarga di Kalideres, Jakarta Barat. Namun, di antaranya tidak ada atas nama Budyanto.

"Beberapa buku tabungan ada (di TKP Kalideres), tapi bukan atas nama Budyanto. Masih kita dalami semuanya, masih dalam penyelidikan," ungkap Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pasma Royce.

Sayangnya, Pasma tidak merinci berapa jumlah buku tabungan yang disita. "Masih kita dalami semua, masih dalam penyelidikan," imbuh dia.

Jamu

Fakta terbaru menunjukkan salah seorang korban sering memesan jamu via WhatsApp. Hal itu disampaikan R seorang tukang jamu yang biasa mangkal di sekitar perumahan tersebut. Dia mengatakan, keluarga korban merupakan salah satu langganan.

Awalnya, salah satu korban menemuinya di tempat biasa berjualan. Namun lama-kelamaan, R yang diminta mengantarkan langsung ke rumah.

R mengayuh sepeda sambil membawa jamu sesuai yang dituliskan di WhatsApp. R menguraikan, kebiasaanya 5 bungkus salah satunya kunyit asam-manis.

"Si Dian kan suka jamu. Biasanya kerupuk dua ya mbak, jamunya lima bungkus. Iya (saya antar). sekuriti juga tahu. Nah semenjak Corona tidak pernah pesan jamu lagi sama saya," ujar dia.

Menurut R, salah satu korban menghubungi tak tentu waktu. Terkadang, dua minggu, atau satu bulan sekali. Terakhir kali, keluarga korban memesan pada awal-awal pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia sekitar Maret 2020.

"Pokoknya semenjak Corona itu bu Dian enggak pernah pesan jamu. Mungkin karena pas Corona tidak pernah keluar-keluar lagi," ujar dia.

Profesi Korban

Kepolisian sempat meragukan penyebab kematian sekeluarga di Kalideres dikarenakan kelaparan. Penyidik mendalami profesi keempat mayat di Kalideres, yakni Rudyanto Gunawan, dan K. Margaretha Gunawan dan Dian serta Budyanto Gunawan di Perumahan Citra Garden, Kalideres, Jakarta Barat.

"(Profesi korban) Ini kita masih lakukan pendalaman," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan.

Zulpan menerangkan, korban bisa dibilang bukan tergolong masyarakat kurang. Terlihat dari tempat tinggalnya. Diketahui rumah berada di Perumahan Citra Garden, Kalideres, Jakarta Barat

"Yang jelas itu kan kompleks itu kompleks yang cukup berada bukan kekurangan jadi jauh dari kemungkinan penyebab kekurangan makanan," ujar dia. [ray]