5 Playmaker Elegan Timnas Indonesia dalam 20 Tahun Terakhir: Dari Firman hingga Marselino Ferdinan

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia selalu bisa menghasilkan playmaker jempolan di setiap era. Pada 1990-an ada beberapa pemain yang muncul ke permukaan.

Sebut saja Fakhri Husaini, Ansyari Lubis, lalu ada pula Bima Sakti. Menariknya, tiga eks playmaker Timnas Indonesia itu kini sudah berganti status sebagai pelatih.

Pada dua dekade terakhir, sepak bola Indonesia tetap bisa menghasilkan deretan playmaker elegan. Meski kini rasanya tantangan yang harus dihadapi kian berat.

Sebab, nyaris semua klub di Liga 1 menggunakan jasa playmaker asing. Pemain tengah kreatif asli dalam negeri menjadi susah mendapatkan kesempatan.

Di tengah sulitnya persaingan itu tetap ada muncul playmaker-playmaker baru di Timnas Indonesia dalam 20 tahun terakhir. Bola.com punya daftarnya di bawah ini.

Firman Utina

Kapten Timnas Indonesia Firman Utina merayakan golnya ke gawang Laos pada partai Piala AFF di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 4 Desember 2010.AFP PHOTO/ADEK BERRY
Kapten Timnas Indonesia Firman Utina merayakan golnya ke gawang Laos pada partai Piala AFF di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 4 Desember 2010.AFP PHOTO/ADEK BERRY

Firman Utina memiliki talenta yang luar biasa. Ia dibekali kelincahan dan kemampuan menguasai bola serta mendistribusikan bola dengan baik.

Pemain yang identik dengan nomor punggung 15 itu memilki karier yang panjang di Timnas Indonesia. Firman menjalani debut pada 2001. Ia baru pensiun dari panggilan memperkuat Timnas Indonesia pada 2014.

Selama memperkuat Tim Garuda, putra asli Manado tersebut mengumpulkan 66 caps dan lima gol. Piala Asia 2007 dan Piala AFF 2010 adalah penampilan terbaik Firman bersama Timnas Indonesia.

Stefano Lilipaly

Timnas Indonesia berusaha kembali menggebrak pada awal babak kedua. Shin Tae-yong juga melakukan rotasi kepada pemainnya seperti Stefano Lilipaly yang digantikan oleh Muhammad Rafli dan Irfan Jaya yang digantikan oleh Witan Sulaeman. (Dok. PSSI)
Timnas Indonesia berusaha kembali menggebrak pada awal babak kedua. Shin Tae-yong juga melakukan rotasi kepada pemainnya seperti Stefano Lilipaly yang digantikan oleh Muhammad Rafli dan Irfan Jaya yang digantikan oleh Witan Sulaeman. (Dok. PSSI)

Pemain satu ini memiliki karakter menarik. Paling tidak, Lilipaly bisa bermain di empat posisi yang berbeda.

Ia bisa ditempatkan di posisi winger, gelandang tengah, gelandang serang, atau bahkan penyerang tengah sekalipun.

Namun, Lilipaly kerap bisa menampilkan permainan terbaik ketika diberi kebebasan berkreasi di lini tengah. Kini, Stefano Lilipaly sudah mengumpulkan 27 caps dan tiga gol bersama Timnas Indonesia.

Evan Dimas Darmono

Evan Dimas mencetak gol pertama Timnas Indonesia ke gawang Chinese Taipei dalam leg pertama babak Play-off Kualifikasi Piala Asia 2023 di Chang Arena, Buriram, Kamis (7/10/2021). (PSSI).
Evan Dimas mencetak gol pertama Timnas Indonesia ke gawang Chinese Taipei dalam leg pertama babak Play-off Kualifikasi Piala Asia 2023 di Chang Arena, Buriram, Kamis (7/10/2021). (PSSI).

Evan Dimas menjadi harapan baru ketika Firman Utina mulai menua dan memutuskan pensiun. Evan Dimas adalah playmaker yang sangat elegan.

Ia kerap menguasai dan memainkan bola dengan sangat enak. Meski terkadang gaya mainnya itu tidak cocok dengan era sepak bola terkini yang sangat menuntut kekuatan fisik dan kecepatan.

Di usianya yang masih 27 tahun, Evan Dimas sudah memiliki 43 caps bersama Timnas Indonesia dengan torehan sembilan gol. Beberapa kali Evan juga pernah ditunjuk sebagai kapten.

Marc Klok

<p>Pemain Timnas Indonesia, Marc Klok melakukan selebrasi usai mencetak gol penyeimbang 1-1 ke gawang Timnas Curacao dalam laga uji coba FIFA Matchday antara Timnas Indonesia menghadapi Curacao di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat, Sabtu (24/9/2022) malam WIB. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)</p>

Pemain Timnas Indonesia, Marc Klok melakukan selebrasi usai mencetak gol penyeimbang 1-1 ke gawang Timnas Curacao dalam laga uji coba FIFA Matchday antara Timnas Indonesia menghadapi Curacao di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat, Sabtu (24/9/2022) malam WIB. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Marc Klok adalah tipikal pemain modern. Ia sangat efektif dimainkan sebagai gelandang.

Penguasaan bola serta umpan-umpannya sangat bagus. Tapi, pemain yang kini memperkuat Persib Bandung itu punya insting bertahan yang tak kalah bagus.

Klok yang baru menjalani debut di Timnas Indonesia pada tahun ini masih punya karier yang panjang di Tim Garuda. Piala AFF 2022 bakal menjadi tantangan terdekat bagi eks pemain Persija Jakarta dan PSM Makassar itu.

Marselino Ferdinan

Pemain Timnas Indonesia U-20, Marcelino Ferdinan, melepaskan tendangan ke gawang Vietnam U-20 pada laga Grup F Kualifikasi Piala Asia U-20 2023 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (18/9/2022). (Bola.com/Ikhwan Yanuar)
Pemain Timnas Indonesia U-20, Marcelino Ferdinan, melepaskan tendangan ke gawang Vietnam U-20 pada laga Grup F Kualifikasi Piala Asia U-20 2023 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Minggu (18/9/2022). (Bola.com/Ikhwan Yanuar)

Talenta muda paling menyenangkan di sepak bola Indonesia saat ini. Marselino terus menunjukkan potensinya yang luar biasa.

Usia Marselino baru 18 tahun. Namun, pemain Persebaya Surabaya itu sudah punya tujuh caps dan satu gol di Timnas Indonesia.

Marselino punya tantangan berat yakni konsistensi. Sebab, saat ini kariernya masih belum bisa terlalu dibanggakan karena baru berkutat di level junior.