5 Produk Ekspor Indonesia Paling Laku Sepanjang Mei 2022

Merdeka.com - Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sampai bulan Mei 2022, nilai ekspor minyak kelapa sawit mencapai USD 9,6 miliar. Selama lima bulan pertama di tahun ini tidak kurang dari 6,8 juta ton produk sawit telah diekspor keluar negeri dari sektor industri pengolahan.

"Minyak kelapa sawit senilai USD 9,6 miliar dengan volume 6,8 juta ton," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Setianto di Gedung BPS, Jakarta Pusat, Rabu (15/6).

Sepanjang tahun 2022, kinerja ekspor dari sektor industri pengolahan mengalami pertumbuhan tertinggi. Secara kumulatif, nilai ekspor sektor industri pengolahan mencapai USD 83,73 miliar. Mengalami kenaikan sebesar 25 persen dari periode yang sama pada 2021 yakni USD 66,99 miliar.

Selain ekspor minyak kelapa sawit, ekspor besi dan baja juga turut mendorong kinerja sektor ini. Dalam 5 bulan ekspornya mencapai 5,2 juta ton dengan nilai USD 12,5 miliar. Satu lagi komoditas yang jadi penyokong yakni ekspor pakaian jadi atau konveksi dari tekstil senilai USD 3,4 miliar atau dengan volume 119 ribu ton.

Sektor terbesar kedua yang menyumbang kinerja ekspor sampai Mei 2022 yaitu tambang dan lainnya dengan nilai capaian USD 23,17 miliar. Kemudian disusul sektor migas sebesar USD 6,23 miliar dan sektor pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar USD 1,84 miliar.

Sehingga sampai bulan Mei 2022 nilai ekspor Indonesia mencapai USD 114,97 miliar. Angka ini mengalami peningkatan 36,34 persen dibandingkan periode Januari–Mei 2021.

Ada Larangan Ekspor Sawit, BPS Catat Ekspor Mei Turun Menjadi USD 21,51 M

ekspor sawit bps catat ekspor mei turun menjadi usd 2151 m
ekspor sawit bps catat ekspor mei turun menjadi usd 2151 m.jpg

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia Mei 2022 sebesar USD 21,51 miliar. Angka ini turun 21,29 persen dibandingkan April 2022.

"Nilai ekspor Mei 2022 turun 21,29 persen dibandingkan bulan sebelumnya. MtM mengalami penurunan ekspor kalau dilihat nilainya ekspor USD 21,51 miliar," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Setianto, dalam Perkembangan Ekspor dan Impor Indonesia Mei 2022, Rabu (15/6).

Setianto menjelaskan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2021, perolehan ekspor masih mengalami peningkatan 27 persen. Kendati begitu, pertumbuhannya mengalami perlambatan.

Terdapat tiga sektor yang mengalami penurunan ekspor di Mei 2022, di antaranya pertanian, pengolahan dan pertambangan. Adapun sektor yang mengalami penurunan terdalam secara bulanan atau month to month yaitu industri pengolahan yang mengalami penurunan ekspor hingga 25,93 persen.

"Komoditas yang mengalami penurunan minyak kelapa sawit, pakaian jadi atau konveksi. Minyak kelapa sawit karena kita ada larangan ekspor sehingga mengalami penurunan," ujarnya.

Sedangkan, sektor pertanian yang mengalami penurunan adalah komoditas sarang burung dan tanaman obat. Lalu, sektor pertambangan turun 12,92 persen yang ditopang penurunan komoditas biji tembaga dan lignit.

"Sektor migas yang meningkat mtm jadi sektor migas mengalami peningkatan disebabkan oleh komoditas migas untuk minyak mentah dan gas," ujarnya.

Setianto mengatakan, peningkatan terbesar ekspor terjadi pada nikel dan barang daripadanya sebesar USD 233,7 juta (65,39 persen).

Kemudian, penurunan terbesar ekspor nonmigas Mei 2022 terhadap April 2022 terjadi pada komoditas lemak dan minyak hewan/nabati sebesar USD 2.149,5 juta (71,79 persen).

Adapun dilihat dari sisi negara ekspor nonmigas Mei 2022 terbesar adalah ke China, yaitu USD 4,59 miliar, disusul India USD2,26 miliar dan Amerika Serikat USD 2,05 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 44,49 persen.

Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar USD 4,07 miliar dan USD 1,46 miliar. [bim]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel