5 Protes yang Terjadi di Sejumlah Negara Terkait Lockdown karena Corona

Liputan6.com, Jakarta - Aturan lockdown atau karantina wilayah yang diberlakukan di berbagai negara memiliki tujuan utama yaitu untuk mencegah penyebaran Virus Corona COVID-19.

Namun, kebijakan pemerintah tersebut rupanya tak diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.

Bagi sebagian orang, lockdown justru akan mematikan mereka lebih cepat dari Virus Corona COVID-19 lantaran tak memiliki pemasukan untuk kebutuhan mereka sehari-hari.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut adalah 5 aksi kontra yang terjadi terkait aturan lockdown yang diterapkan pemerintah:

1. Protes di Chile

Aksi Protes warga Chile usai lockdown diterapkan oleh pemerintah. (EPA)

Para pengunjuk rasa dan polisi bentrok di pinggiran ibu kota Chile, Santiago, di tengah ketegangan karena kekurangan makanan selama lockdown.

Televisi setempat memperlihatkan polisi menggunakan gas air mata dan meriam air untuk memadamkan kerusuhan di jalan-jalan El Bosque, tempat kemiskinan tinggi berada. Demikian seperti mengutip BBC, Selasa (19/5/2020).

Kelompok-kelompok pengunjuk rasa terlihat melemparkan batu dan membakar bagian-bagian lingkungan El Bosque.

Walikota distrik Sadi Melo mengatakan kepada radio lokal bahwa mereka menghadapi "situasi yang sangat kompleks" karena "kelaparan dan kurangnya pekerjaan".

Dalam sebuah pernyataan, pejabat setempat mengatakan mereka telah mendistribusikan sekitar 2.000 paket bantuan tetapi memperingatkan pemerintah bahwa mereka tidak dapat memenuhi permintaan.

Setelah kejadian tersebut, Presiden Sebastián Piñera, dalam pidatonya di televisi berjanji untuk memberikan makanan kepada mereka yang membutuhkan.

Presiden Piñera kemudian berjanji pemerintahnya akan menyediakan 2,5 juta paket makanan dan kebutuhan pokok lainnya selama sekitar satu minggu ke depan.

"Kami akan memprioritaskan keluarga yang paling rentan," katanya, menggambarkan rencana itu sebagai rencana bersejarah.

Menyusul pengumuman tersebut, Walikota Santiago Felipe Guevara menulis di Twitternya (dalam bahasa Spanyol) mendorong penduduk untuk mengikuti aturan dan tinggal di rumah demi keselamatan mereka sendiri.

"Saya memahami kesedihan mendalam dari jutaan warga Chile, ribuan kelaparan," tulisnya, sementara juga menolak kontroversi atas komentar yang ia buat tentang aksi protes di televisi.

2. Protes di Jerman

Ilustrasi Bendera Jerman (pixabay.com)

Protes anti-lockdown terlihat di seluruh Jerman pada akhir pekan karena kelelahan atas pembatasan yang diterapkan di wilayah ekonomi terbesar di kawasan itu.

Menurut laporan CNBC, sejumlah protes terhadap kebijakan Virus Corona baru oleh pemerintah dan tindakan pembatasan terjadi di berbagai kota di Jerman, termasuk Berlin, Munich dan Stuttgart.

Lebih dari 5.000 orang berkumpul di Stuttgart, dengan polisi harus mengarahkan pengunjuk rasa ke lokasi yang berbeda untuk mempertahankan langkah-langkah physical distancing.

Sementara itu, 1.000 orang lainnya berdemonstrasi di lokasi festival bir Oktoberfest yang sekarang dibatalkan. Di Berlin, lebih dari 1.000 polisi dikerahkan ke demonstrasi di beberapa lokasi.

3. Protes Warga Polandia

Para pengusaha berdemonstrasi di Warsawa, Polandia, Kamis (7/5/2020). Para pengusaha mendesak pemerintah lebih banyak dalam membantu bisnis mereka agar mampu bertahan menghadapi pandemi virus corona COVID-19.(JANEK SKARZYNSKI/AFP)

Di tengah meningkatnya frustrasi atas tindakan lockdown yang dilakukan untuk mengekang pandemi Virus Corona COVID-19, beberapa protes terjadi di seluruh Eropa pada hari Sabtu untuk menuntut agar bisnis dibuka kembali.

Puluhan orang, termasuk seorang senator, ditahan selama protes oleh pemilik bisnis di ibukota Polandia terhadap pembatasan akibat Virus Corona baru, sementara polisi menggunakan gas air mata terhadap pengunjuk rasa. Demikian seperti mengutip Fox News.

Pejabat Warsawa mengatakan pertemuan itu ilegal karena mereka belum menyetujuinya.

4. Protes Warga Kanada

Ilustrasi bendera Kanada (AFP/Geoff Robins)

Sekitar 500 orang terlibat dalam protes tanpa kekerasan terhadap penguncian yang dilembagakan sebagai bagian dari upaya untuk mengendalikan penyebaran virus COVID-19 yang mematikan.

Menurut laporan RCINET, keadaan darurat kesehatan dengan pembatasan pada pertemuan dan penutupan bisnis telah membuat jutaan orang kehilangan pekerjaan di Kanada dan mengakibatkan gangguan besar-besaran dan kerugian bagi ekonomi.

 

5. Aksi di London

Ilustrasi (iStock)

Di London, 19 orang ditangkap karena melanggar aturan jarak sosial pada aksi demonstrasi anti-lockdown yang dihadiri oleh ratusan orang.

Polisi melakukan penangkapan pada para peserta demonstrasi di area Hyde Park, London.

Simak Video Pilihan Berikut Ini: