5 Rekomendasi Jalur Sepeda yang Menanjak di Borobudur

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Maret adalah bulan yang tepat untuk berlibur dan mengambil cuti bersama keluarga. Ada begitu banyak aktivitas selama liburan yang bisa kamu lakukan bersama keluarga. Termasuk bersepeda. Jika kamu bosan dengan jalur aspal yang landai, kamu bisa mencari jalur-jalur menanjak di dekat pegunungan dan bukit.

Tiket.com merekomendasikan lokasi di daerah Borobudur. Umumnya, kegiatan wisata yang biasa dilakukan jika mengunjungi Candi Borobudur adalah berkeliling kawasan candi. Dengan memesan tiket masuk seharga mulai dari Rp47.000 di tiket TODO, pengunjung dapat menjelajahi 72 stupa sembari menapaki puncak candi dengan hadiah pemandangan gunung asri dan pepohonan rindang.

Tapi kamu yang gemar bersepeda juga bisa menjelajah kawasan Borobudur dengan bersepeda. Jangan salah, daerah-daerah ini masih amat asri sehingga nyaman untuk berkunjung ke berbagai destinasi desa sembari ngegoes.

1. Desa Wringin Putih

Lokasinya sekitar 2,3 km dari area Candi Borobudur. Menawarkan pemandangan pedesaan asri dan indah, dengan latar persawahan dan lanskap Bukit Menoreh. Kamu akan menemukan jajaran rumah bambu yang dapat ditemui sembari menyusuri area tersebut.

2. Desa Wanurejo

Ini adalah destinasi wajib bagi penggemar sepeda. Pasalnya, desa ini terletak di kaki pegunungan dan diapit Sungai Progo dan Sileng. Kamu yang tidak bawa sepeda bisa menyewa dengan harga Rp15.000 hingga Rp50.000 di Balkodes Wanurejo.

3. Desa Majaksingi

Tiket.com membagikan rekomendasi jalur sepeda yang menanjak di kawasan Borobudur.
Tiket.com membagikan rekomendasi jalur sepeda yang menanjak di kawasan Borobudur.

Lokasinya cukup dekat dengan Candi Borobudur, kamu bisa rehat di sini sembari belajar membuat pot dari tanah liat langsing dari pengrajin berpengalaman. Atau, kamu bisa ngopi dengan biji kopi lokal bercita rasa dan beraroma khas desa ini.

4. Desa Tanjungsari

Desa ini berlatar belakang panorama pegunungan Menoreh. Para penduduknya bermata pencaharian utama sebagai petani cabai dan tembakau. Kamu bisa belajar pembuatan tahu rumahan di desa ini.

5. Desa Candirejo

Desa ini memiliki wisata air Sungai Progo dekat Candi Borobudur. Kamu bisa mengikuti berbagai kegiatan wisata air seperti rafting yang menggunakan getek tradisional.

“Bersepeda adalah salah satu kegiatan komunitas yang terbentuk semasa pandemi berlangsung. Kami melihat pertumbuhan tren bagi berbagai komunitas pesepeda dari berbagai kota untuk menjelajahi medan-medan alami nusantara bersama-sama, karena aktivitas tersebut menyegarkan pikiran dan cahaya matahari bermanfaat bagi kebaikan tubuh. Kami tentunya terus berpesan untuk tetap disiplin 5M protokol kesehatan dan mengecek regulasi terbaru dari pemerintah daerah yang akan dikunjungi, demik enyamanan sesama pengunjung dan warga lokal," jelas Gaery Undarsa, Co-Founder & Chief Marketing Officer tiket.com.

#elevate women