9 Rekomendasi Novel Bagus dari Penulis Korea Selatan

·Bacaan 4 menit

Fimela.com, Jakarta Suka baca novel? Punya hobi menikmati karya fiksi untuk mengisi waktu luang? Ada banyak novel bagus yang bisa dibaca untuk menghadirkan pengalaman membaca yang tak terlupakan. Kali ini, Fimela punya rekomendasi novel bagus yang bisa jadi referensi barumu.

Berikut ini lima rekomendasi novel bagus dari penulis Korea Selatan yang bisa jadi pilihan atau referensi bacamu. Masing-masing novel punya keunikan dan keistimewaannya sendiri. Ada yang menghangatkan hati, ada juga yang cukup menegangkan. Selengkapnya, langsung saja simak rekomendasinya di bawah ini.

TERKAIT: Ulasan Novel The Star and I Karya Ilana Tan

TERKAIT: Ulasan Novel Keajaiban Toko Kelontong Namiya Karya Keigo Higashino

TERKAIT: Ulasan Buku Honjok: Seni Hidup Sendiri

1. Vegetarian

Novel Vegetarian./Copyright Endah
Novel Vegetarian./Copyright Endah

Yeong Hye seakan menjadi potret gambaran kebanyakan perempuan yang ada di masyarakat. Perempuan yang berusaha untuk menemukan kebahagiaannya. Seseorang yang pada akhirnya mencoba untuk menemukan jalannya sendiri, meski masih saja mendapat tekanan dari banyak pihak. Seorang wanita yang mencoba menemukan kebebasannya sendiri dengan cara yang mungkin terbilang tak waras bagi orang lain. Tahun 2016 novel Vegetarian karya Han Kang ini memenangkan Man Booker International Prize, penghargaan untuk novel terjemahan terbaik dari seluruh dunia.

2. The Hole

Novel The Hole./Copyright Endah
Novel The Hole./Copyright Endah

The Hole, novel thriller Korea ini terasa pekat. Bahkan membuat kita seperti ikut merasakan penderitaan dan ketidakberdayaan Oh Gi. Ada rasa sesak, terpinggirkan, hingga merasa dipermalukan. Berada di kondisi yang tak berdaya menjadi penderitaan yang paling menakutkan bagi manusia.

3. Kim Ji-yeong Lahir Tahun 1982

Novel Kim Ji-yeong./Copyright Endah
Novel Kim Ji-yeong./Copyright Endah

Kim Ji-yeong Lahir Tahun 1982 merupakan novel yang penting. Banyak isu terkait perempuan dalam novel ini yang akan terus jadi bahan diskusi menarik. Novel ini tak hanya membuka mata kita mengenai masalah-masalah yang masih ada dan nyata dihadapi oleh kaum perempuan, melainkan juga menggugah kita untuk mengambil sikap serta berupaya mencari solusi terbaik agar bisa menjalani hidup yang lebih bermakna sebagai perempuan.

4. The Dog Who Dared to Dream

The Dog Who Dared to Dream./Copyright Endah
The Dog Who Dared to Dream./Copyright Endah

The Dog Who Dared to Dream cocok dibaca oleh anak-anak. Bagus juga dibaca oleh para pembaca dewasa. Bahkan yang memiliki ikatan emosional tersendiri terkait hewan peliharaan, membaca buku ini bisa membuat kita menitikkan air mata. Hubungan Bulu Panjang dan Tuan Pita Suara menghadirkan perasaan yang hangat sekaligus sedih.

5. The Hen Who Dreamed She Could Fly

The Hen Who Dreamed She Could Fly./Copyright Endah
The Hen Who Dreamed She Could Fly./Copyright Endah

Novel The Hen Who Dreamed She Could Fly merupakan novel yang sangat terkenal di Korea Selatan. Bahkan sudah terjual lebih dari dua juta eksemplar. Sosok Daun mewakili watak sebagian besar manusia yang ingin memiliki kebebasan. Ingin keluar jeratan dan bisa menjalani hidup sesuai impian. Mewujudkan sebuah impian yang tadinya tampak mustahil memang tidak mudah, tapi bukan berarti tidak bisa dilakukan.

6. I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki 2

Foto Buku  I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki 2 Credit: goodreads.com
Foto Buku I Want to Die but I Want to Eat Tteokpokki 2 Credit: goodreads.com

Didiagnosis mengidap distima, Baek Se Hee memerlukan proses yang tidak sebentar untuk bisa memperbaiki banyak hal dalam hidupnya. Kecenderungannya untuk terus membandingkan hidup dengan orang lain, merasa lebih buruk dibandingkan orang lain, merasa membenci diri sendiri, hingga merasa hidup seakan tidak berarti membuat banyak kekhawatiran dalam dirinya.

Ketika memilih untuk resign dari pekerjaannya, ada dilema yang ia rasakan. Merasa terus dibayangi luka masa lalu dan trauma di masa lalu membuatnya seakan terjebak pada lubang hitam yang tak ada habisnya. Bahkan berdialog dan berbicara dengan diri sendiri kadang terasa penuh liku.

7. The Things You Can See Only When You Slow Down

Foto Buku The Things You Can See Only When You Slow Down Credit: goodreads.com
Foto Buku The Things You Can See Only When You Slow Down Credit: goodreads.com

Buku The Things You Can See Only When You Slow Down bisa menjadi salah satu buku yang tepat untuk menemanimu istirahat. Buku yang ditulis oleh Haenim Sunim yang merupakan seorang biksu Zen dan mantan dosen di perguruan tinggi liberal arts di Massachusetts ini memuat beberapa esai pendek dan kumpulan kalimat mutiara yang bisa menjadi refleksi diri kita di tengah dunia yang sangat sibuk. Dibuka dengan bab berjudul Istirahat, buku ini memberi pengalaman membaca yang menenangkan dan membuat hati nyaman.

8. Honjok: Seni Hidup Sendiri

Foto Buku Honjok: Seni Hidup Sendiri Credit: goodreads.com
Foto Buku Honjok: Seni Hidup Sendiri Credit: goodreads.com

Buku Honjok: Seni Hidup Sendiri memuat latar belakang gerakan honjok di Korea Selatan hingga sejumlah panduan tentang menikmati kesendirian. Ada perbedaan antara kesepian dan kesendirian yang dijabarkan dalam buku ini. Bukan hanya orang bertemperamen introver saja yang butuh menyendiri. Orang ekstrover pun bisa saja sengaja meluangkan waktu untuk menyendiri atau memilih menjalani hidup sendirian.

9. Love for Imperfect Things

Foto Buku Love for Imperfect Things Credit: goodreads.com
Foto Buku Love for Imperfect Things Credit: goodreads.com

Buku Love for Imperfect Things bisa menjadi salah satu buku yang dapat digunakan untuk mencari sejumlah sudut pandang baru soal cinta. Serta yang tak kalah penting adalah kita akan kembali diingatkan dan kembali didorong untuk mencintai diri sendiri terlepas dari semua ketidaksempurnaan yang kita punya.

Jadi, tertarik mau membaca novel yang mana dulu, nih? Atau mungkin Sahabat Fimela sudah ada yang pernah membaca sebagian atau semua novel di atas?

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel