5 Rekrutan Teraneh Arsenal dari Sesama Klub Liga Inggris: Beli Pemain Tua dan Cedera

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Arsenal tetap termasuk deretan tim besar dengan sejarah panjang di Liga Inggris. Berbagai gelar kompetisi domestik dan dicap sebagai pencetak pemain hebat merupakan label yang melekat pada tim berjulukan The Gunners.

Terutama ketika era kepelatihan Arsene Wenger yang fenomenal. Terakhir kali Arsenal merebut gelar juara Premier League di tahun 2003/2004. Bahkan saat itu Meriam London mencatatkan statistik menawan, yaitu tidak terkalahkan selama 49 pertandingan.

Tentu akan mudah diingat generasi emas Arsenal saat itu memiliki pemain sekaliber Thierry Henry, Patrick Vieira, Fredric Ljungberg, Robert Pires, Sol Campbell, Dennis Bergkamp, hingga Nwankwo Kanu.

Namun Arsenal ternyata juga pernah melakukan pembelian pemain yang sifatnya aneh. Pasalnya, pemain yang direkrut tidak sesuai dengan filosofi tim yang berbasis di London tersebut.

Tanpa perlu banyak basa-basi mari menyimak sejumlah rekrutan yang dianggap aneh dilakukan oleh Arsenal. Berikut ulasannya yang dirangkum dari planet football:

Mikhael Silvestre

3. Mikael Silvestre - Bek Tangguh ini datang ke Old Trafford pada tahun 1999. Bersama Setan Merah, pria Prancis itu berhasil meraih lima gelar Premier League dan satu trofi Liga Champions sebelum akhirnya membela Meriam London. (AFP/Miguel Riopa)
3. Mikael Silvestre - Bek Tangguh ini datang ke Old Trafford pada tahun 1999. Bersama Setan Merah, pria Prancis itu berhasil meraih lima gelar Premier League dan satu trofi Liga Champions sebelum akhirnya membela Meriam London. (AFP/Miguel Riopa)

Arsene Wenger dikenal memiliki reputasi untuk mengembangkan pemain muda penuh potensial. Hal itu yang membuat Arsenal dikenal sebagai pencetak pemain bintang.

Namun, pada 2008, Arsenal secara mengejutkan membeli seorang pemain senior meski punya jam terbang tinggi, yaitu Mikhael Silvestre. Ia adalah pemain penuh pengalaman ketika membela Inter Milan dan Manchester United. Arsenal merekrutnya pada usia 31 tahun dengan harga yang rendah.

Yaya Sanogo

Kegembiraan Yaya Sanogo dan Joel Campbell saat Arsenal mengalahkan Benfica di ajang Emirates Cup, Sabtu (2/8/2014). (twitter)
Kegembiraan Yaya Sanogo dan Joel Campbell saat Arsenal mengalahkan Benfica di ajang Emirates Cup, Sabtu (2/8/2014). (twitter)

Arsenal pernah berinvestasi pada sosok Yaya Sanogo, pemain yang digadang-gadang bakal menjadi yang terhebat di usianya yang masih muda. Namun Arsene Wenger ternyata keliru.

Performanya menurun drastis hingga Wenger seolah putus asa dengan Sanogo. Pemain Prancis itu pun meninggalkan Arsenal pada 2017.

Emiliano Viviano

Kiper Sampdoria, Emiliano Viviano, berusaha mengamankan gawang dari serangan Juventus pada laga Serie A di Stadion Allianz, Turin, Minggu (15/4/2018). Juventus menang 3-0 atas Sampdoria. (AFP/Alessandro Di Marco)
Kiper Sampdoria, Emiliano Viviano, berusaha mengamankan gawang dari serangan Juventus pada laga Serie A di Stadion Allianz, Turin, Minggu (15/4/2018). Juventus menang 3-0 atas Sampdoria. (AFP/Alessandro Di Marco)

Arsenal pernah mendatangkan kiper Italia, Emiliano Viviano yang dijadikan pelapis untuk Wojciech Szczęsny dan Lukasz Fabiański. Nyatanya Viviano tidak pernah dimainkan oleh Wenger dan menjadi rekrutan yang aneh.

Lantas dia pindah ke Sampdoria di akhir satu musim. Penjaga gawang satu ini dikenal hobi menggunakan nomor punggung 2, meski posisinya adalah seorang kiper.

Jens Lehmann

Kiper Arsenal, Jens Lehmann pernah kedapatan buang air kecil ketika berlangsungnya pertandingan melawan Unirea Urziceni di laga Grup G Liga Champions 2009. Ia langsung berlari ke belakang gawang dan melompati papan iklan untuk buang air kecil sambil berlutut. (Foto: AFP/Andrew Yates)
Kiper Arsenal, Jens Lehmann pernah kedapatan buang air kecil ketika berlangsungnya pertandingan melawan Unirea Urziceni di laga Grup G Liga Champions 2009. Ia langsung berlari ke belakang gawang dan melompati papan iklan untuk buang air kecil sambil berlutut. (Foto: AFP/Andrew Yates)

Lagi-lagi Arsenal pernah melakukan perkerutan pemain yang sudah uzur, padahal mereka dikenal doyan mengorbitkan pemain muda. Adalah Jens Lehmann yang sudah eksis bahkan sejak era 1990-an.

Tapi kehadirannya membawa dampak Arsena menjuari Liga Inggris di musim 2003/2004 dan final Liga Champions 2005/2006. Pada 2011 silam, Arsenal masih mengontraknya hingga bermain untuk kemenangan melawan Blackpool.

Kim Kallstrom

Kim Kallstrom
Kim Kallstrom

Perkerutan secara aneh dilakukan Arsenal kala mendatangkan pemain asal Swedia, Kim Kallstrom. Pasalnya, ia kurang bugar bahkan mengalami cedera punggung serius ketika didatangkan The Gunners.

Kallstrom kembali bugar pada bulan April, telah ditandatangani pada bulan Januari dengan pengetahuan penuh bahwa dia mungkin tidak dapat bermain sama sekali. Arsenal bisa saja membuat kepindahan itu permanen, tetapi tidk terjadi.

Sumber: planetfootball.com

Yuk Tengok Posisi Arsenal di Premier League

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel