5 Respons Anies Atas Protes Warga Terkait Pembangunan Masjid At-Tabayyun

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Protes warga atas pembangunan Masjid At-Tabayyun yang berlokasi di Komplek Perumahan Taman Villa Meruya, Jakarta Barat, sampai ke telinga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Protes disebut Anies, salah satunya terkait permasalahan volume pengeras suara masjid yang menyebabkan harga tanah di sekitar lokasi masjid menjadi turun.

"Saya menganjurkan untuk pengelolaan speaker dikelola dengan benar dan baik, kenapa? Karena kita prihatin sekali banyak tempat kalau ditanya harga rumah, kenapa harga rumahnya turun? Karena sebelah masjid," ucap Anies saat menghadiri kegiatan simbolik peletakan batu pertama pembangunan Masjid At- Tabayyun, Jumat, 27 Agustus 2021.

Guna menjaga kenyamanan bersama, Anies meminta pengelolaan Masjid At-Tabayyun dilakukan dengan baik. Mulai dari pengelolaan parkir, pengeras suara, hingga penggunaan air.

Berikut beberapa respons Anies terkait protes warga atas pembangunan Masjid At-Tabayyun dihimpun Liputan6.com:

1. Minta Pengelolaan Masjid Dilakukan Secara Modern

Anies mengakui adanya keluhan warga yang harga tanahnya turun karena lokasinya di dekat masjid.

Untuk itu, saat menghadiri kegiatan simbolik peletakan batu pertama pembangunan Masjid At- Tabayyun Anies berpesan pengelola mesti memperhatikan penyetelan volume pengeras suara jika masjid sudah terbangun.

Terlebih lagi, Anies mengingatkan letak Masjid At Tabayyun berada di tengah-tengah komplek, dengan latar belakang agama dan sosial masyarakat yang beragam.

"Tunjukan di Taman Villa Meruya di tempat ini pengelolaannya terutama parkir sound system menunjukkan pengelolaan modern sehingga lingkungannya justru merasakan ketenangan keteduhan dengan hadirnya masjid ini," ujar Anies, Jumat, 27 Agustus kemarin.

2. Pembangunan Masjid Mengikuti Prosedur yang Berlaku

Diketahui, Masjid At-Tabayyun dibangun di areal yang seharusnya untuk ruang terbuka hijau (RTH). Hal ini juga menimbulkan protes warga.

Terkait hal ini, Anies mengungkapkan bahwa pembangunan dilakukan dengan tertib pada prosedur ketentuan. Karena itu, dia menyatakan keberadaan masjid tersebut tidak bermasalah lantaran proses izin hingga peletakan batu pertama pun berjalan lama hingga tiga tahun.

"Saya sampaikan terima kasih kepada seluruh para penggagas dan semua yang berikhtiar. Semua ketentuan hukum dipenuhi dengan benar, dengan baik, dengan tuntas. Karena dengan cara seperti itulah maka perlindungan terkuat dari setiap keputusan yang dibuat oleh pemerintah adalah ketertiban terhadap prosedur ketentuan," kata Anies, Jumat kemarin.

3. Masjid Berkonsep Green Building

Anies mengaku tidak menutup mata, saat warga penghuni kompleks yang tinggal di sekitar masjid melayangkan protes.

Namun, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menjawab, bahwa masjid dibangun dengan konsep green building. Artinya, bangunan tersebut tetap mendukung adanya ruang terbuka yang hijau.

"Saya tadi mendengar tempat ini dirancang oleh arsitek yang maju. Kalau boleh izinkan saya usulkan agar ini bisa masuk green building. Tapi green building jangan tanggung, green building ini ada level gold ada level platinum. Insya Allah tempat ini green building level platinum," tutur Anies.

Anies lantas merinci, green building platinum adalah bangunan dengan semua energi digunakan menggunakan surya panel untuk pembangkit listrik. Kemudian untuk air akan diolah 100 persen, recycle total dimanfaatkan kembali untuk ke tanah.

"Sehingga walaupun di sini ada gedung, tapi di sini tetap menjadi lahan hijau yang ramah lingkungan," kata Anies menandasi.

4. Optimistis Masjid At-Tabayyun Bisa Beri Keberkahan Warga

Terlepas dari adanya protes atas pembangunan Masjiw At-Tabayyun, Anies meyakini rumah ibadah ini nantinya bisa menjadi keberkahan bagi warga setempat.

"Insya Allah tempat ini sungguh-sungguh menjadi masjid di mana masyarakat akan bisa beribadah dengan tenang dan lingkungan sekitarnya juga merasakan ketenangan," kata Anies, Jumat kemarin.

Dalam kesempatan itu, Anies juga menyinggung makna At-Tabayyun yang menjadi nama masjid tersebut. Dia menjelaskan, At-Tabayyun berarti mencari penjelasan hingga jelas atau check and recheck.

Karenanya, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini meminta masyarakat agar jangan ada prasangka sebelum tahu kebenaran sesungguhnya.

"Dalam istilahnya bisa diartikan juga tidak tergesa dalam memutuskan, betul ya? Apalagi hal hukum. Tidak boleh tergesa, harus dikerjakan dengan benar, dengan tertib, dengan taat semua ketentuan," kata Anies.

5. Atas Rekomendasi Forum Kerukunan Umat Beragama

Anies optimistis, saat masjid dibangun dengan tepat prosedur maka tidak akan ada masalah. Apalagi, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) telah memberikan rekomendasi terkait pembangunan.

"FKUB telah beri rekomendasi dan rekomendasi itu kiranya bisa menjalankan prosedur dengan baik," ucap Anies menandasi.

Cindy Violeta Layan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel