5 Resto McDonald's di Semarang Ditutup Akibat Kerumunan BTS Meal

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Semarang - Satuan Polisi Pamong Praja (PP) Kota Semarang menutup sementara sejumlah restoran cepat saji McDonald's di Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah akibat kerumunan konsumen yang mengantre produk "BTS Meal", Rabu.

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto menyebutkan setidaknya terdapat lima gerai McDonald's di sejumlah lokasi yang ditutup.

Petugas menempelkan segel tanda penutupan sementara restoran dan menghentikan sementara kegiatan di tempat usaha itu.

"Paling tidak 2 hari, nanti silakan menghubungi Satpol PP," katanya, dikutup Antara.

Menurut dia, penutupan itu berawal dari laporan tentang adanya antrean pengemudi ojek daring yang sedang menunggu pesanan di restoran cepat saji tersebut.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Pengunjung Membeludak

Suasana gerai McDonald's di kawasan Cibiru, Kota Bandung, Rabu (9/6/2021). (Liputan6.com/Huyogo Simbolon)
Suasana gerai McDonald's di kawasan Cibiru, Kota Bandung, Rabu (9/6/2021). (Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Akibatnya, kata dia, terdapat pembeli yang membeludak di sejumlah gerai McDonald's tersebut.

Oleh karena itu, dia mengimbau pihak manajemen restoran memikirkan dampak dari promosi yang dilakukan tersebut.

"Pak Wali Kota sudah maksimal, Satpol PP maksimal, TNI maksimal, Polri maksimal tetapi perusahaan menyepelekan," katanya.

Sementara itu, juru bicara Mal Ciputra Semarang Aisa Jusmar mengatakan bahwa pembeli yang membeludak di gerai McDonald's di pusat perbelanjaan itu memang di luar perkiraan pengelola.

Menurut dia, pengelola pusat perbelanjaan sendiri juga sudah berupaya untuk mengurai antrean dengan mengerahkan lebih banyak petugas keamanan.

Simak Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel