5 Rivalitas Panas Dua Negara, Sampai Level Piala Dunia: Bisa Kalahkan Sengitnya El Clasico

Bola.com, Jakarta - Rivalitas di sepak bola dunia sering menyajikan cerita menarik. Persaingan sengit bisa tersaji di mana saja, mulai level klub hingga ke kancah Piala Dunia.

Di level klub, publik tentu saja mengenal laga panas seperti Rela Madrid vs Barcelona hingga Manchester United vs Liverpool.

Di level internasional antarnegara juga ada laga-laga panas. Jika kedua negara ini bertemu tentu persaingan seperti laga El Casico La Liga juga bakal terasa.

Pertemuan kedua tim ini juga kerap terjadi di laga resmi misalnya turnamen regional hingga Piala Dunia. Jika berada di regional yang sama, maka keduanya pasti sering bentrok di babak kualifikasi Piala Dunia.

Gengsi yang tercipta membuat kedua negara tidak ingin mengalah satu sama lain. Akibatnya pertandingan keras menuju kasar dan sejumlah hal kontroversi sering tercipta.

Berikut 5 rivalitas yang terjadi di kancah internasional hingga Piala Dunia. Simak juga sejarah terjadinya rivalitas antara dua negara ini.

 

Jepang Vs Korea Selatan

Reaksi kapten Korea Selatan Park Ji-Sung seusai mencetak gol ke gawang Jepang di laga pemanasan PD 2010 di Saitama Stadium, Tokyo, 24 Mei 2010 AFP PHOTO / Kazuhiro NOGI
Reaksi kapten Korea Selatan Park Ji-Sung seusai mencetak gol ke gawang Jepang di laga pemanasan PD 2010 di Saitama Stadium, Tokyo, 24 Mei 2010 AFP PHOTO / Kazuhiro NOGI

Jepang dan Korea Selatan menjadi dua negara yang merepresentasikan kekuatan sepak bola Asia. Jika kedua tim bertemu, muatan politik juga timbul.

Penyebabnya karena Korea pernah berada di bawah pemerintahan kolonial Jepang dari 1910 sampai Jepang kalah di akhir Perang Dunia II. Selama 45 tahun, rakyat Korea begitu hidup sengsara di masa penjajahan Jepang, hingga akhirnya Korea terbagi dua.

Saat keduanya bertemu di lapangan hijau, suporter kedua negara juga saling melempar sindirian. Namun, untuk prestasi di sepak bola, Korea Selatan mengungguli Jepang.

 

Kroasia Vs Serbia

Dari 1918 hingga 1991 kedua negara masih bersatu dalam bendera Yugoslavia. Pada 1991, Kroasia memulai perang kemerdekaan Kroasia hingga merdeka pada 1995.

Persaingan kedua negara ini juga berlangsung hingga lapangan hijau. Di mana Red Star Belgrade (Serbia) dan Dinamo Zagreb (Kroasia) pernah jadi tim terbaik di Eropa tahun 80-an hingga awal 90-an.

Di kancah internasional, jangan harap untuk mengunjungi dua negara ini jika keduanya saling berhadapan di dalam satu stadion. Namun setelah laga, dua negara ini sangat aman untuk dikunjungi.

 

Spanyol Vs Portugal

Sergio Busquets. Gelandang bertahan Timnas Spanyol berusia 32 tahun ini dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 usai menggelar laga uji coba melawan Portugal pada 4 Juni 2021. Posisinya masih dipertahankan sambil melakukan isolasi mandiri untuk pemulihan. (Foto: AFP/Javier Soriano)
Sergio Busquets. Gelandang bertahan Timnas Spanyol berusia 32 tahun ini dinyatakan positif terinfeksi Covid-19 usai menggelar laga uji coba melawan Portugal pada 4 Juni 2021. Posisinya masih dipertahankan sambil melakukan isolasi mandiri untuk pemulihan. (Foto: AFP/Javier Soriano)

Perseteruan antara Spanyol dan Portugal juga dikenal dengan nama Perang Iberia. Kedua negara yang berada di Semenanjung Iberia ini juga memiliki persaingan sengit di dunia sepak bola.

Permusuhan antara kedua negara terjadi berabad-abad lalu atau pada 1581 ketika Raja Philip II dari Spanyol menjadi penguasa Portugal. Sejak saat itu, Spanyol dan Portugal biasanya berada di sisi yang berbeda setiap kali terjadi perang di daerah tersebut.

Persaingan sengit terjadi ketika dua negara ini saling berhadapan di dalam stadion sepak bola. Mereka bersaing demi mendapatkan pengakuan siapa sebenarnya penguasa di Semenanjung Iberia.

 

Iran Vs Arab Saudi

Kedua negara ini memiliki sejarah panjang sebagai kekuatan utama di Asia Barat dan ada sedikit cinta yang hilang di antara mereka. Ini adalah persaingan berdasarkan perpecahan rasial, dengan Iran menjadi mayoritas Muslim Sunni dan Arab Saudi negara yang mayoritasnya penganut Syiah.

Sejumlah metode Gamesmanship telah lama menjadi bagian dari pertandingan ini. Misalnya tim sepak bola Iran yang kelelahan karena sempat tertahan di sebuah bandara Arab Saudi selama delapan jam.

Arab Saudi juga menolak untuk bermain di Iran dengan mengatakan itu terlalu berbahaya dan bersikeras pertandingan harus dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Namun, selama ini negara telah bertanding di Iran tanpa masalah.

 

Italia Vs Prancis

Gelandang Prancis, Zinedine Zidane, meninggalkan lapangan usai menanduk bek Italia, Marco Materazzi, saat final Piala Dunia 2006 Stadion Olympic, Jerman (9/7/2006). Tandukan tersebut merupakan salah satu momen ikonik pada Piala Dunia 2006. (AFP/Roberto Schmidt)
Gelandang Prancis, Zinedine Zidane, meninggalkan lapangan usai menanduk bek Italia, Marco Materazzi, saat final Piala Dunia 2006 Stadion Olympic, Jerman (9/7/2006). Tandukan tersebut merupakan salah satu momen ikonik pada Piala Dunia 2006. (AFP/Roberto Schmidt)

Di zaman millenium Italia dan Prancis pernah bertemu di dua laga final turnamen internasional bergengsi yakni EURO 2000 dan Piala Dunia 2006. Italia juga pernah meraih 4 gelar Piala Dunia, sedangkan dua bagi Prancis.

Sebenarnya, persaingan mereka sudah terjadi sejak 1910 pada laga bertajuk Derby d'Europa. Sejak saat itu, setiap laga mereka kerap diwarnai kontroversi.

Mulai dari gol emas David Trezeguet di final Euro 2000 yang memenangkan Prancis. Berlanjut ke sundulan Zinedine Zidane ke Marco Materazzi yang membuatnya diusir hingga Italia meraih gelar Piala Dunia keempatnya.

Sumber: berbagai sumber

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel