5 Rumah di Muratara Dilalap Si Jago Merah, Uang Rp250 Juta Ikut Terbakar

Merdeka.com - Merdeka.com - Kesedihan mendalam dirasakan Yani, warga Desa Beringin Makmur II, Rawas Ilir, Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, karena rumahnya hangus terbakar bersama empat rumah tetangganya. Kesedihannya bertambah lantaran uang simpanan sebanyak Rp250 juta turut menjadi abu dalam peristiwa itu.

Kebakaran terjadi Sabtu (18/6) sore. Ada lima rumah terbakar, tiga di antaranya dijadikan warung sembako.

Menurut kesaksian warga, api muncul dari atas kamar salah satu rumah korban. Api cepat membesar dan menyambar ke bangunan-bangunan di sebelahnya.

Korban Panik

Saat kejadian, Yani sedang tertidur di rumahnya. Dia terbangun setelah tetangga masuk, sementara api semakin membesar.

Yani yang panik keluar rumah hanya membawa pakaian yang melekat di badan. Dia tak terpikir lagi menyelamatkan barang berharga, termasuk uang Rp250 juta miliknya yang merupakan hasil tabungan dari jualan sembako bertahun-tahun.

Perempuan ini sempat berusaha mencari cara masuk ke rumah untuk mengambil uang itu. Namun, besarnya api membuat dia dicegah warga karena membahayakan jiwanya.

Warga berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Beruntung dua unit mobil pemadam dari pihak swasta datang sehingga api segera dipadamkan.

Dipicu Korsleting

Kasatreskrim Polres Muratara AKP Tony Saputra mengungkapkan, kebakaran diduga akibat korsleting listrik. Api keburu menyambar sebelum diketahui warga."Ada lima rumah yang terbakar, rata-rata tempat usaha warung. Kemungkinan karena korsleting listrik," ungkap Tony, Senin (20/6).

Kebakaran tersebut menyebabkan kerugian materil para korban sebesar Rp750 juta ditambah uang tunai milik korban Yani sebanyak Rp250 juta. Uang itu adalah simpanan korban dari usahanya sebagai pedagang.

"Kerugian terbesar dialami korban Yani, rumahnya hangus termasuk uang simpanan," pungkasnya. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel