5 Serba Serbi Qatar, Tuan Rumah Piala Dunia 2022: Sejarah, Iklim, hingga Bahasa

Bola.com, Jakarta - Qatar sedang mempersiapkan untuk mengukir sejarah dengan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Ini kali kedua Piala Dunia digelar di Asia setelah Jepang dan Korea Selatan menjadi tuan rumah pada 2002.

Piala Dunia 2022 menandai kali pertama event bergengsi itu berlangsung di Timur Tengah. Negara yang terletak di Teluk Arab tersebut berjanji menghadirkan Piala Dunia terbaik yang tidak bakal terlupakan.

Sebelum Piala Dunia 2022 berlangsung, Qatar sudah memecahkan rekor dengan menjadi negara terkecil yang menjadi tuan rumah. Tentunya ada kelebihan dan kekurangan saat negara kecil seperti Qatar menjadi tuan rumah.

Kelebihannya para pengunjung tidak akan menghadapi masalah jarak dan waktu untuk mengunjungi satu kota ke kota lainnya. Bahkan para penonton bisa menyaksikan dua pertandingan dalam waktu yang berdekatan.

Di satu sisi, Qatar yang berukuran kecil sulit menyediakan fasilitas seperti penginapan untuk jutaan pengunjung yang bakal datang. Qatar telah mengantisipasi masalah tersebut dengan mengubah kapal pesiar menjadi hotel.

Qatar juga telah menghabiskan beberapa tahun terakhir membangun beberapa fasilitas olahraga paling ramah lingkungan tetapi menggunakan teknologi canggih. Sebelum kita menonton Piala Dunia 2022, simak dahulu sejumlah fakta tentang Qatar.

 

Sejarah

Sebuah papan reklame menampilkan logo resmi Piala Dunia FIFA Qatar 2022 di pinggiran Buenos Aires, pada Selasa (3/9/2019). Logo tersebut ditampilkan di ruang publik di Qatar dan kota-kota besar seluruh dunia. (Photo by JUAN MABROMATA / AFP)
Sebuah papan reklame menampilkan logo resmi Piala Dunia FIFA Qatar 2022 di pinggiran Buenos Aires, pada Selasa (3/9/2019). Logo tersebut ditampilkan di ruang publik di Qatar dan kota-kota besar seluruh dunia. (Photo by JUAN MABROMATA / AFP)

Umat manusia dianggap telah ada di Qatar selama 50.000 tahun atau sejak zaman batu. Negara ini diperkenalkan dan masuk Islam pada abad ketujuh.

Setelah jatuh di bawah kendali berbagai kerajaan selama berabad-abad, Qatar menjadi protektorat Inggris pada 1916. Kontrol dari Inggris ini terjadi lantaran penemuan cadangan minyak dunia pada 1930-an.

Qatar kemudian melakukan perluasan infrastruktur nasional pada dekade berikutnya. Negara tersebut mendeklarasikan kemerdekaan pada 1971.

 

Ekonomi

Sebelum penemuan minyak, penangkapan ikan dan perburuan mutiara adalah industri yang dominan di negara ini. Saat ini, Qatar adalah pengekspor gas alam cair terbesar kedua di dunia.

Dengan berbagai eksplorasi alam yang melimpah membuat Qatar menjadi negara kaya. Mata uang negara adalah Riyal.

 

Geografi

Warga berkumpul menyaksikan proyeksi logo resmi Piala Dunia 2022 yang ditampilkan di sebuah gedung di pasar tradisional Souq Waqif, ibu kota Qatar di Doha, Selasa (3/9/2019).  Lambang itu juga diluncurkan secara serentak di 24 kota besar lainnya di seluruh dunia. (Photo by - / AFP)
Warga berkumpul menyaksikan proyeksi logo resmi Piala Dunia 2022 yang ditampilkan di sebuah gedung di pasar tradisional Souq Waqif, ibu kota Qatar di Doha, Selasa (3/9/2019). Lambang itu juga diluncurkan secara serentak di 24 kota besar lainnya di seluruh dunia. (Photo by - / AFP)

Dengan luas permukaan total hanya 11.000 kilometer persegi, Qatar digolongkan oleh PBB sebagai negara terbesar ke-163 di dunia. Semenanjung Qatar dapat dikelilingi dalam waktu kurang dari dua jam.

Sebagian besar dari total 2,5 juta penduduk negara ini tinggal di Ibu Kota Doha. Letak Ibu Kota Qatar ini berada di tengah-tengah pantai timur.

Qatar tidak memiliki sungai atau danau alami tetapi punya beberapa Wadi atau lembah sungai kering. Wadi akan berisi air selama musim hujan, yang berlangsung dari Desember hingga Maret.

 

Iklim

Suhu Qatar pada Desember cenderung sekitar 20 derajat Celcius atau bisa lebih tinggi. Faktor ini yang menyebabkan FIFA menggelar Piala Dunia pada November hingga Desember lantaran cuacanya sejuk, karena jika dihelat pada musim panas akan sangat menyulitkan para peserta.

Delapan jam matahari per hari membuat suhu hangat di Qatar menjadi lokasi yang populer bagi wisatawan di musim dingin.

Ada sangat sedikit hujan sepanjang tahun, meskipun rata-rata ada satu hari yang lembap dalam sebulan.

 

Bahasa

Bahas resmi yang dipakai di Qatar adalah bahasa Arab. Tetapi masyarakat Qatar juga terbiasa berbahasa Inggris.

Sumber: FIFA