5 Sosok Ini Dinobatkan Sebagai Tokoh Perubahan Republika 2020

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Lima tokoh dinobatkan menjadi Tokoh Perubahan Republika 2020, karena memberikan perubahan dan inspirasi bagi masyarakat selama pandemi Covid-19. Kelima tokoh dinilai menebarkan nilai-nilai kebaikan, positif, dan ikut mengubah optimisme menghadapi pandemi.

Pemimpin Redaksi Republika Irfan Junaedi mengatakan, penobatan kelima Tokoh Perubahan Republika 2020 ini berdasarkan pada peran dan aktivitas para tokoh ketika bangsa Indonesia menghadapi tantangan berat pandemi virus Corona.

"Pandemi Corona telah memukul sektor kesehatan dan ekonomi kita cukup dalam selama setahun ini. Hubungan sosial juga kena dampak, namun ada individu-individu yang terus berjuang mempertaruhkan harta, nyawa, dan kehidupan pribadinya untuk membantu sesama, membuat inovasi, yang bermanfaat buat kita semua," kata Irfan Junaedi, Minggu (4/4/2021).

Adapun Kelima Tokoh Perubahan Republika 2020 yaitu:

1. Steven Indra Wibowo, Salatiga, Jawa Tengah

Steven bergerak membantu masyarakat yang terdampak Covid-19 dengan pembagian sembako, menyediakan makanan siap saji, memberikan perlengkapan APD kepada tenaga kesehatan.

Pria yang akrab disapa Koh Steven ini mengeluarkan dana pribadi dengan menjual hartanya hingga Rp 14 miliar.

Ketua Mualaf Center Indonesia ini juga menyiapkan lahan seluas 12 hektare dalam program Tancap Indonesia untuk memperkuat ketahanan pangan petani pasca Covid-19.

2. Junaidi bin Akim, Jakarta

Pria kelahiran Karawang 43 tahun lalu itu sudah 23 tahun menggeluti profesi sebagai penggali kuburan di TPU Pondok Rangon.

Dia bersama rekan-rekannya di Grup D petugas pemakaman adalah yang pertama kalinya ditugasi memakamkan jenazah korban meninggal akibat Covid-19 di Indonesia.

Pada puncak-puncak pandemi, ia bersama rekan-rekan bekerja 15 jam sehari menguburkan jenazah yang tak henti datangnya. Sadar ada risiko tertular, mereka tetap menjalankan pekerjaan mereka.

"Setelah menangani pemakaman Covid-19, ada rasa bangga rasanya. Mudah-mudahan apa yang saya kerjakan bermanfaat," ujar Junaidi penerima anugerah Tokoh Perubahan Republika 2020 itu.

3. Prof Kuwat Triyana, Yogyakarta

Prof kuwat adalah dosen UGM yang merupakan penemu alat deteksi cepat Covid-19 bernama GeNose.

GeNose adalah alat deteksi cepat buatan dalam negeri. Alata ini dapat mendeteksi pengidap Covid-19 dengan lebih cepat, tepat dan effisien. GeNose saat ini dipakai di terminal dan stasiun sebagai pendeteksi Covid-19.

4. Dr Erlina Burhan, Jakarta

Dikenal sebagai Kartini di tengah pandemi. Dia adalah dokter yang pertama kali membahas soal pneumonia Wuhan. Dia juga salah satu narsum yang paling dicari pada saat Covid-19 mulai ramai di Indonesia.

Erlina adalah Jubir Rumah Sakit Persahabatan juga Jubir PDPI. Orang terdepan jika membahas Covid-19 sehingga dijuluki sebagai Maskot Covid.

5. Nurmaya, Jakarta

Nurmaya adalah masyarakat biasa. Sudah lebih dari sembilan bulan Nurmaya membagi-bagikan makanan gratis kepada warga meski dia sendiri mengalami kesulitan di tengah pandemi Covid-19.

Dibantu dengan suami dan sepupunya, Nurmaya membagikan nasi bungkus kepada fakir miskin, tukang ojek dan pengguna jalan lainnya. Nasi bungkus ini terdiri dari nasi putih, ikan, telur, mie goreng dan tempe orek.

Setiap minggu, Nurmaya harus merogoh kocek hampir Rp 1 juta untuk membeli berbagai bahan makanan. Terkadang, ada donatur yang turut menyumbang dalam bentuk uang maupun nasi bungkus.

Penyerahan anugerah Tokoh Perubahan Republika 2020 ini digelar pada Senin 5 April 2021 malam di Hotel Four Seasons Jakarta. Acara offline digelar terbatas dengan memakai protokol kesehatan (prokes) ketat.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: