5 Strategi BI untuk Dorong Permintaan Domestik

Liputan6.com, Jakarta : Bank Indonesia (BI) bersiap menerapkan lima kebijakan untuk mendorong laju pemintaan domestik pada 2013. Kebijakan tersebut sebagai langkah untuk menjaga keseimbangan eksternal karena permintaan domestik dinilai tetap menjadi mesin utama dari pertumbuhan ekonomi ke depan.

"Permintaan ini akan naik melalui tingginya aktivitas konsumsi sejalan dengan daya beli masyarakat yang meningkat serta persiapan kegiatan penyelenggaraan pemilu," jelas Gubernur BI, Darmin Nasution, Senin (14/1/2013).

Dia mengatakan, pertumbuhan domestik dan ekspor di 2013 mendorong peningkatan impor barang dan jasa. Kondisi tersebut juga bakal menambah intensitas aktivitas produksi dan konsumsi, sehingga memberi gairah pertumbuhan pada kebutuhan barang impor.

Proyeksi ini dapat terealisasi melalui lima kebijakan yang dicanangkan BI di 2013. Pertama, kebijakan suku bunga akan ditempuh secara konsisten dengan perkiraan inflasi ke depan tetap terjaga pada kisaran 4,5% plus minus 1%. Dengan demi  landing rate kredit mampu menjaga perekonomian nasional.

"Kedua, kebijakan nilai tukar rupiah diarahkan untuk stabilisasi nilai tukar sesuai dengan kondisi fundamentalnya. BI siap melakukan intervensi kalau nilai tukar bergeser secara berlebihan," ungkap dia.

Ketiga, lanjut dia, kebijakan makro prudensial untuk menjaga kestabilan sistem keuangan dan mendukung keseimbangan internal maupun eksternal. Keempat, penguatan strategi komunikasi kebijakan untuk mengelola ekspektasi inflasi.

Sedangkan untuk kebijakan kelima, Darmin menuturkan, penguatan koordinasi BI dan pemerintah dalam mendukung pengelolaan ekonomi makro, khususnya memperkuat struktur perekonomian, memperluas sumber pembiayaan ekonomi, penguatan respos sisi penawaran serta pemantapan protokol manajemen krisis (PMK). (Fik/Nur)