5 Strategi Kadin Perkuat Logistik Maritim Indonesia

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia telah mencanangkan program prioritas 2021-2026. Salah satu program prioritas tersebut adalah memperkuat logistik maritim. Bahkan Kadin telah membentuk badan logistik dan rantai pasok.

Untuk mewujudkan program prioritas tersebut, Ketua Kadin Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan, Kadin telah menyiapkan 5 strategi dalam upaya mendukung dan memperkuat industri logistik maritim di Indonesia.

“Kadin melihat lima area fokus untuk digitalisasi industri perkapalan dan logistik. Pertama kemitraan antar pemain publik dan swasta untuk menciptakan platform logistik multimoda digital untuk menciptakan transparansi dalam sistem,” kata Arsjad dalam Virtual Expo Maritime Indonesia 2021, Kamis (28/10/2021).

Kedua, integrasi data dari semua pemangku kepentingan terkait di sektor swasta dan publik untuk menciptakan pandangan holistik dan semua hal yang terkait dengan logistik.

Ketiga, mendorong pengembangan teknologi logistik digital misalnya melalui program pendampingan dan peningkatan daripada akses pendanaan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Perubahan Peraturan

Petugas berjaga didekat KM Caraka Jaya Niaga III-4 yang digunakan sebagai kapal tol laut logistik Natuna di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (25/10). Tol Laut tersebut bertujuan menekan disparitas harga di Natuna. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)
Petugas berjaga didekat KM Caraka Jaya Niaga III-4 yang digunakan sebagai kapal tol laut logistik Natuna di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (25/10). Tol Laut tersebut bertujuan menekan disparitas harga di Natuna. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Keempat, merekomendasikan perubahan peraturan yang diperlukan untuk memungkinkan berbagi informasi yang diperlukan antara sektor publik dan swasta.

Kelima, pengembangan jaringan informasi dan Telekomunikasi untuk transportasi laut untuk memungkinkan digitalisasi

Demikian, Dia berharap Kadin dan Indonesian National Shipowners' Association (INSA) melalui 5 fokus ini dapat mengawal bersama-sama mencapai tujuan Indonesia emas di tahun 2045 sebagaimana cita-cita Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Saya melihat perlunya strategi memperkuat digitalisasi di industri maritime Indonesia ke depan. Hal ini sejalan dengan program Indonesia emas 2045, di mana bapak Presiden mengatakan di tahun 2045 satu abad kemerdekaan Indonesia akan menjadi tahun emas untuk Indonesia. Ini adalah visi besar Indonesia, Indonesia emas yang diwujudkan melalui industri 4.0,”pungkasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel