5 Superstar ASEAN di Persib Bandung, Pemain Thailand Paling Ikonis

Bola.com, Bandung - Persib Bandung cukup gencar mendatangkan pemain-pemain asing Asia Tenggara, sejak diberlakukan penggunaan pemain asing (3 eropa dan 1 asia) di Liga Indonesia.

Khusus rekrutan dari Asia, tim berjulukan Maung Bandung ini pernah memboyong pemain dari Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara ASEAN.

Pada era ISL, Persib justru lebih banyak merekrut pemain Asia Tenggara. Belakangan, Persib lebih sering merekrut pemain asal Jepang, Korea Selatan, dan Asia Tengah.

Di antara pemain Asia yang didatangkan, ada lima nama asal ASEAN yang merupakan pemain bintang di negara masing-masing.

Mereka adalah Noh Alam Shah (Singapura), Sintawechai Hattairatanakool (Thailand), Suchao Nuchnum (Thailand), Baihakki Khaizan (Singapura), dan Shahril Iskak (Singapura).

Bola.com merangkum sepak terjang 5 pemain bintang Asia yang pernah membela Persib Bandung:

Mau ikuti challenge 5 tahun Bola.com dengan hadiah menarik? Klik Tautan ini.

 

1. Noh Alam Shah

Bintang Arema asal Singapura yang mampu membawa Singo Edan menjadi juara Indonesia Super League 2010, Noh Alam Shah. (Bola.com/Iwan Setiawan)

Pemain kelahiran Singapura, 3 September 1980 ini membela Persib Bandung pada musim 2012. Sebelum ke Persib, pemain yang akrab disapa Along ini menjadi andalan Arema.

Persib menggunakan jasa Along hanya setengah musim. Ia kembali ke Singapura setelah berkarir di Persib.

Sebelum terjun ke sepak bola, Along menggeluti sepak takraw. Pada usia 14 tahun, ia mencoba bermain sepak bola hingga akhirnya ada pemandu bakat yang tertarik dan memasukan namanya di sebuah klub lokal.

Tak heran, ia sering melakukan tendangan salto ala seorang pemain sepak takraw saat beraksi di lapangan sepak bola.

Ketajaman Along sebagai striker saat itu memang luar biasa. Pada 2007, ia tercatat sebagai pemain pertama yang mencetak 100 gol bagi Tampines Roovers setelah mencetak gol ke gawang Liaoning Guangyuan.

Along mengikuti seleksi di Notts County (Inggris) dan Skonto Riga (Latvia). Namun, ia gagal karena masalah izin kerja.

Tahun 2009, Along mulai bermain di klub Liga Super Indonesia, Arema. Setelah terjadi dualisme kompetisi di Indonesia, Along pun hijrah ke Arema yang bermain untuk IPL pada 2011 sampai 2012.

Pada paruh musim 2012, Along diboyong Persib setelah hampir tiga tahun menjadi ikon Arema. Bersama Persib, Along tampil 19 kali dan menyumbang empat gol. 

2. Sinthaweechai Hathairattanakool

Kiper Timnas Thailand, Sinthaweechai Hathairattanakool, saat kualifikasi Piala Dunia 2014 melawan Oman di Stadion Rajamangala, Bangkok. (AFP/Nicolas Asfouri)

Pemain asal Thailand ini akrab dipanggil Kosin Hathairattanakool. Penjaga gawang kelahiran Sakon Nakhon, Thailand, 23 Maret 1982 ini membela Persib Bandung pada Liga Indonesia 2005-2006.

Kosin tampil bersama Persib dalam 33 kali pertandingan. Ia pindah ke Chonburi FC pada tahun 2007, namun kembali ke Persib pada 2009 dan tampil 14 kali di Indonesia Super League.

Pada 2002, Kosin memperkuat Timnas Thailand U-23. Dia membuat 22 penampilan pada 2002-2005. Kosin promosi ke skuat senior pada 2004. Namun, ia kehilangan status sebagai kiper utama di berbagai kesempatan karena peformanya menurun.

Meski demikian, di bawah manajemen Winfried Schafer, yang ditunjuk sebagai pelatih kepala Timnas Thailand pada Juli 2011, Kosin kembali menjadi kiper reguler di Timnas Thailand, terutama pada Kualifikasi Piala Dunia 2014.

Kosin pun mendapat banyak komentar positif dari media dan fans karena penampilannya yang cemerlang saat melawan Australia .

3. Suchao Nuchnum

Mantan gelandang Persib Bandung, Suchao Nuchnum. (Instagram Suchao Nutnum)

Suchao memperkuat Persib Bandung pada 2009-2010. Sebelum gabung Persib, Suchao merupakan pemain bintang di Thailand.

Ia memperkuat Timnas Thailand U-23 pada 2005, sebelum dipromosikan ke skuat senior pada tahun yang sama. Suchao menjadi bagian dari Timnas Thailand pada Piala AFF 2010. 

Suchao menghabiskan karier mudanya di TOT FC selama musim 2002-2003. Dia kemudian menandatangani kontrak profesional pertamanya dengan klub itu dan membuat penampilan pertamanya pada tahun 2004.

Dalam waktu lima tahun dengan klub sampai 2009, Suchao tampil 84 kali dan melesakkan 33 gol, sebelum pindah ke Persib Bandung. Di Persib, ia tampil 13 kali dan menyumbang 3 gol.

4. Baihakki Khaizan

Bek timnas Singapura, Baihakki Khaizan, curhat tak pernah dimainkan di Piala AFF 2016. (AFP/Mohd Fyrol)

Baihakki Khaizan bergabung dengan Persib pada musim 2010-2011, setelah satu musim membela Persija Jakarta. Selama di Persija, Baihakki tampil 39 laga dan mencetak 3 gol. Sedangkan di Persib tampil 24 kali dan mencetak 2 gol.

Sebelum merambah ke Liga Indonesia, bek tengah ini memulai karier di Geylang United pada 2003. Pada 2004, dia pindah ke Young Lions. Bersama tim ini, kemampuan Baihakki meningkat. Ia menjadi kapten tim Young Lions. Sejak saat itu, ia pun tampil untuk Timnas Singapura.

Baihakki termasuk satu di antara pemain Timnas Singapura yang paling awet. Ia menjadi bagian dari tim yang memenangkan Piala AFF 2004 dan 2007. 

5. Shahril Ishak

Striker Home United, Shahril Ishak. (Facebook Home United)

Shahril Ishak membela Persib pada musim 2010. Eks gelandang Timnas Singapura ini hanya satu musim memperkuat Persib.

Akan tetapi, ia meredup ketika membela tim Maung Bandung. Dalam 11 kali tampil bersama Persib, Shahril tidak pernah mencetak gol.

Padahal, sebagai pemain gelandang yang sangat menonjol saat itu membuat sosok Shahril Ishak cepat menjadikan dirinya sebagai jantung permainan Timnas Singapura.

Shahril menjalani debut internasionalnya pada usia 19 tahun dalam duel Singapura veruss Maladewa, 4 Maret 2003.

Video