5 Tanda Kehamilan Usia Trimester Ketiga yang Wajib Disadari

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Memasuki usia kandungan pada trimester ketiga adalah saat yang ditunggu pasangan suami istri, karena akan segera bertemu dengan bayi. Pada usia trimester ketiga ini, ibu hamil harus menjaga diri agar tubuh dan janin yang dikandung selalu sehat.

Trimester ketiga ini dimulai saat memasuki 28 minggu sampai kehamilan minggu ke-41 atau hingga waktu melahirkan. Di usia ini, perubahan fisik dan emosional ibu hamil mengalami banyak perubahan. Bahkan ibu hamil akan sering mengalami kecemasan, karena takut melahirkan dan tidak sabar bertemu dengan bayinya.

Saat trimester ketiga di minggu ke 37, usia bayi sudah cukup matang dan organ tubuhnya sudah berfungsi dengan baik. Sehingga Sahabat Fimela harus bersiap hingga waktu lahiran tiba. Berikut tanda kehamilan usia trimester ketiga yang wajib disadari, dilansir dari berbagai sumber:

Tanda Kehamilan Trimester Ketiga

ilustrasi hamil/ Ashton Mullins/unsplash
ilustrasi hamil/ Ashton Mullins/unsplash

1. Sakit Punggung

Saat trimester ketiga, kandungan akan semakin membesar dan membuat punggung jadi lebih sering sakit. Sakit punggung ini juga disebabkan karena adanya perubahan hormon, yang menyebabkan otot, ligamen dan persendian mengendur.

2. Tubuh Membengkak

Tubuh akan mengalami pembengkakan di area tangan, kaki dan jari. Kondisi tubuh yang membengkak ini adalah hal yang wajar saat usia kehamilan memasuki trimester ketiga, karena ada banyak cairan yang ada di dalam tubuh ibu hamil.

3. Kontraksi Palsu

Di trimester ketiga ini, ibu hamil bisa merasakan kontraksi palsu atau yang disebut dengan Braxton Hicks. Kondisi ini ditandai dengan kram ringan di area perut bagian bawah. Jika sering merasakan kontraksi, segeralah berkonsultasi dengan dokter kandungan.

4. Sesak Napas

Ibu hamil juga akan mengalami sesak napas atau napas pendek, saat usia kandungan memasuki trimester ketiga. Hal ini disebabkan karena tubuh janin mulai membesar, dan menghimpit paru-paru ibu.

5. Sering Merasakan Gerakan Janin

Tanda kehamilan di usia trimester ketiga yang terakhir, yaitu ibu hamil bisa merasakan gerakan janin lebih sering daripada sebelumnya. Karena di minggu ke 37, badan janin sudah lengkap dan organ tubuhnya sudah berfungsi dengan baik.

Nutrisi yang Dibutuhkan Saat Trimester Ketiga

ilustrasi Tanda-Tanda Kehamilan yang Harus Segera Disadari/Jonathan Borba/shutterstock
ilustrasi Tanda-Tanda Kehamilan yang Harus Segera Disadari/Jonathan Borba/shutterstock

Ibu yang sedang hamil tetap harus menjaga pola makan, agar kandungan nutrisi yang dikonsumsi tidak berkurang. Karena diusia kandungan trimester ketiga ini, ibu hamil dan janin memerlukan nutrisi yang banyak, untuk menjaga kesehatan ibu dan janin sampai waktu lahiran nanti.

Nutrisi yang diperlukan di trimester ketiga ini adalah makanan tinggi serat, makanan berprotein tinggi dan makanan rendah lemak. Nutrisi ini diperlukan untuk menambah energi pada ibu, agar tubuh tidak mudah lemas saat mengandung. Konsumsi juga makanan yang kaya akan vitamin A, vitamin C, vitamin D, kalsium dan zat besi.

Jangan lupa untuk mengonsumsi air putih, untuk menghindari dehidrasi selama mengandung hingga melahirkan. Tidur cukup juga diperlukan ibu hamil, untuk menjaga tubuh agar tidak mudah lelah.

Hal yang Harus Dilakukan di Usia Trimester Ketiga

ilustrasi tanda tanda melahirkan/Dominika Roseclay/pexels
ilustrasi tanda tanda melahirkan/Dominika Roseclay/pexels

Hal yang harus dilakukan saat usia kandungan trimester ketiga, yaitu ibu hamil harus tetap bergerak dan menjalankan aktivitas seperti biasanya. Tetapi tidak boleh terlalu lelah saat beraktivitas. Tetap aktif bergerak juga bisa dilakukan dengan olahraga ringan, seperti berjalan atau berenang.

Ibu hamil juga bisa mengikuti pelatihan atau kelas persiapan melahirkan. Kelas persiapan melahirkan ini mengajarkan banyak teknik untuk melahirkan. Mulai dari teknik pernapasan, melatih mental ibu saat melahirkan hingga diajarkan cara merawat bayi saat sudah melahirkan.

Selain itu, ibu hamil harus tidur dengan posisi miring ke kiri, posisi ini bisa membuat janin berada di tengah perut, karena secara alami rahim selalu berputar ke arah kanan. Posisi tidur ini juga bisa melancarkan peredaran darah, agar asupan nutrisi ke janin lancar melalui plasenta.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel