5 Tanda Seseorang Melakukan Playing Victim, Jangan Sampai Tertipu!

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Seseorang yang bersikap sebagai korban atau sering kita menyebutnya playing victim biasanya mengungkapkan banyak hal negatif dan percaya bahwa masalah mereka disebabkan oleh orang lain selain diri mereka sendiri.

Mereka selalu merasa menjadi korban atas hal-hal yang dilakukannya. Dia merasa orang lain telah menyakitinya. Dan untuk mengetahui lebih lanjut tentang tanda seorang playing victim, simak selengkapnya di bawah ini.

TERKAIT: Hati-Hati, 5 Zodiak Ini Pandai Playing Victim

TERKAIT: 5 Tanda Pacarmu Tukang Playing Victim, Tinggalin Ajalah!

TERKAIT: Celine Evangelista Unggah Playing Victim Usai Stefan William Bahas Perpisahan

1. Mereka merasa kasihan pada diri mereka sendiri

Seorang playing victim biasanya terlalu lemah untuk mengubah apa pun tentangnya. Mereka terus-menerus mengasihi diri mereka sendiri dan mencoba membuat orang lain merasakan hal sama. Semakin banyak orang yang bereaksi tentang kondisinya, akan semakin banyak korban yang terjebak dalam peran ini.

2. Mereka memanipulasi

Mereka suka bertindak memanipulasi untuk mendapatkan kasih sayang, simpati dan dukungan seseorang. Ini akan memungkinkan korban untuk bermain dengan perasaan dan memanipulasi. Mereka juga dapat membuat seseorang merasa bersalah atas apa pun yang pernah mereka lakukan kepada pelaku. Pada akhirnya, seorang playing victim melakukannya hanya untuk mendapatkan lebih banyak perhatian dan membuat orang mendengarkan mereka.

3. Hidup mereka sendiri tertahan

ilustrasi/copyrightshutterstock/kittirat roekburi
ilustrasi/copyrightshutterstock/kittirat roekburi

Karena seseorang biasanya yakin akan ketidakberdayaan mereka, mereka tidak berusaha untuk memajukan hidup mereka dan menjadi lebih baik dalam sesuatu. Mereka selalu terjebak dengan kehidupannya sendiri.

4. Mereka menciptakan hambatan

Mereka tidak suka mendengarkan apa pun yang seseorang katakan tentang perilaku atau sikap mereka dan tidak suka menghadapi kenyataan bahwa mereka beracun. Jika ini terjadi, mereka akan memilih untuk memutuskan hubungan dengan orang lain dan menghentikan komunikasi apa pun. Mentalitas yang terlalu emosional dan irasional ini menciptakan banyak kekacauan dalam hubungan mereka dengan orang-orang dan sayangnya, mereka tidak akan selalu melihat kesalahan mereka sendiri.

5. Mereka tidak bisa berhenti membandingkan diri mereka dengan orang lain.

Karena mereka kurang percaya diri, mereka tidak bisa berhenti memikirkan apakah mereka lebih baik atau lebih buruk dari orang lain. Biasanya, mereka akan membandingkan diri mereka dengan orang lain dengan cara yang negatif dan kemudian menjadi depresi karenanya.

Seorang playing victim biasanya rela melakukan apa pun untuk mendapatkan perhatian. Berhati-hatilah dengan orang seperti ini.

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel