5 Tantangan Berat yang Harus Ditaklukan Kalau Mau Hidup Hemat

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Jika Anda sudah memiliki berbagai macam rencana finansial untuk 1, 3, 5 hingga 10 tahun ke depan, memang, berhemat adalah tantangan yang paling berat yang harus dijalani, dan berhemat merupakan salah satu kunci keberhasilan untuk mencapai rencana finansial yang Anda impikan.

Apalagi jika sebelumnya Anda merupakan orang yang tidak pernah memikirkan pengeluaran, awal bulan langsung belanja konsumtif, tidak pernah melakukan alokasi pendapatan bulanan, mengalir aja, yang penting masih memegang uang sampai gajian berikutnya. Mengubah gaya hidup seperti ini memang susah, tapi bukan berarti tidak bisa.

Hidup hemat adalah proses belajar. Selayaknya proses belajar, ada berbagai tantangan yang harus dihadapi sebelum kita bisa “lulus”. Tantangan yang dimaksud di sini adalah tantangan melawan dan mengontrol diri sendiri dengan 5 cara berikut ini:

Hentikan Pinjaman Konsumtif

Jika biasanya Anda menggunakan pinjaman online cepat cair bayar bulanan untuk kebutuhan yang konsumtif, seperti mengganti HP keluaran terbaru walaupun HP Anda baru diganti tahun lalu, membeli kebutuhan fashion dan lain sebagainya, lebih baik Anda hentikan hal ini. Lebih baik Anda menggunakan fasilitas pinjaman online cepat cair bayar bulanan untuk kebutuhan produktif, seperti untuk modal bisnis, mengikuti kursus online dan lain sebagainya.

Sebab, utang produktif bisa berbalik menghasilkan pundi-pundi keuntungan atau setidaknya menunjang pekerjaanmu sehari-hari. Jika Anda ingin memanfaatkan pinjaman online cepat cair bayar bulanan untuk pinjaman konsumtif, lebih baik Anda memilih Kredivo. Bunganya yang rendah, hanya 2,6% per bulan, pilihan cicilan mulai dari 3 bulan, 6 bulan dan 12 bulan dan limit hingga Rp30 juta, sangat cocok Anda manfaatkan untuk memenuhi kebutuhan produktif Anda.

Kurangi Windows Shopping

Windows shopping di mal atau di e-commerce favorit memang menyenangkan. Tapi di sisi lain, aktivitas ini pula yang kerap menjadi trigger untuk belanja dan keluar uang lebih banyak. Belum lagi karena dorongan promosi besar-besaran, cashback, flash sale, dan lain sebagainya yang masif diadakan e-commerce selama masa pandemi. Kalau nggak kuat-kuat godaan, maka diri kita sendiri akan selalu membuat alasan dan justifikasi untuk mengeluarkan uang. Padahal, kemungkinan besar barang yang dibeli nggak dibutuhkan dan urgensinya tidak tinggi.

Bawa Uang Secukupnya

Supaya nggak bablas dan asal gesek kalau bertransaksi dengan kartu kredit ataupun e-wallet, Anda bisa menyiasatinya dengan sering-sering menggunakan uang tunai ketika bertransaksi. Bawalah uang seperlunya. Dengan begitu, Anda bisa belajar untuk bijak memilih mana yang harus dibeli dan mana yang harus direm. Penggunaan uang tunai juga bisa menjadi trigger bagi Anda untuk menyadari ada uang yang dikeluarkan pada hari tersebut.

Tahan Order Makanan Online

Saat ini, makin banyak inovasi kuliner yang menggiurkan dengan target pasar kalangan anak muda. Bagi Anda yang suka makan dan hobi mencicipi makanan baru, hal ini tentu bisa jadi pengeluaran paling besar. Sebagai contoh, kopi kekinian versi botolan ukuran 1 liter yang dibanderol dengan harga Rp70.000 sampai Rp80.000. Supaya tidak boros, frekuensi kulineran apalagi yang harganya mahal perlu dibatasi. Misalnya hanya 2 kali dalam satu bulan. Dengan begitu, Anda bisa memilih kuliner baru mana yang ingin dicoba sesuai kuota yang sudah ditentukan tersebut.

Gengsi Membawa Bekal ke Kantor

Buat sebagian orang, membawa bekal saat ke kantor atau beraktivitas di luar rumah rasanya gengsi. Padahal, bawa makanan dari rumah selain lebih sehat dan higienis juga tentu saja lebih murah. Dibanding harus pergi makan siang ke mal atau jajan di kantin kantor. Kalau mau semakin hemat, yuk kesampingkan gengsi. Belanja dan siapkan makananmu sendiri dari rumah dan coba konsisten minimal 1 minggu lebih dulu. Selamat mencoba!

(*)