5 Tim yang Punya Lini Serang Dahsyat di Piala Dunia 2022: Bikin Rival Meleyot

Bola.com, Jakarta - Tak lama lagi, kita akan menyaksikan Piala Dunia 2022. Itu artinya, pencinta sepak bola dunia akan kembali melihat aksi-aksi pemain bintang di pentas terakbar empat tahunan dalam balutan jersey timnas masing-masing.

Berdasarkan jadwal, Piala Dunia 2022 dimulai pada 21 November mendatang. Jutaan mata akan tertuju ke venue Piala Dunia 2022, di Qatar.

Dua nama yang sangat dinanti adalah Cristiano Ronaldo (Portugal) dan Lionel Messi (Argentina). Maklum, kedua megabintang ini belum pernah memenangi Piala Dunia.

Namun, selain mereka berdua, sederet pemain jempolan juga bakal unjuk gigi di Piala Dunia 2022. Siapa saja? Dilansir Givemesport, di bawah ini ada lima negara dengan lini serang yang mengerikan.

 

Polandia

Robert Lewandowski. Ia hanya mampu membawa Polandia menempati posisi kedua Grup A di bawah Inggris dan harus memainkan laga play-off. Ia baru tampil dalam satu edisi Piala Dunia, yaitu Piala Dunia 2018 dengan catatan 3 kali bermain tanpa satu gol pun. (AFP/Pool/Dmitry Lovetsky)
Robert Lewandowski. Ia hanya mampu membawa Polandia menempati posisi kedua Grup A di bawah Inggris dan harus memainkan laga play-off. Ia baru tampil dalam satu edisi Piala Dunia, yaitu Piala Dunia 2018 dengan catatan 3 kali bermain tanpa satu gol pun. (AFP/Pool/Dmitry Lovetsky)

Lini serang: Robert Lewandowski, Arkadiusz Milik, Krzysztof Piatek, Nicola Zalewski, Jakub Kaminski.

Seperti biasa, Polandia sangat bergantung kepada dua striker bintangnya yakni Lewandowski dan Milik.

Lewandowski yang kini memperkuat Barcelona, sebelumnya bermain untuk raksasa Jerman, Bayern Munich. Striker berusia 34 tahun itu sosok bomber berkelas yang ketajamannya tak perlu disangsikan lagi. Lewandowski akan berduet dengan Milik, striker milik Marseille yang dipinjamkan ke Juventus.

 

Uruguay

Penyerang Uruguay, Edinson Cavani, merayakan gol yang dicetak Darwin Nunez saat menghadapi Kolombia pada laga kualifikasi Piala Dunia 2022 zona CONMEBOL di Estadio Metropolitano Roberto Melendez, Sabut (14/11/2020) dini hari WIB. Uruguay menang 3-0 atas Kolombia. (AFP/Raul Arboleda)
Penyerang Uruguay, Edinson Cavani, merayakan gol yang dicetak Darwin Nunez saat menghadapi Kolombia pada laga kualifikasi Piala Dunia 2022 zona CONMEBOL di Estadio Metropolitano Roberto Melendez, Sabut (14/11/2020) dini hari WIB. Uruguay menang 3-0 atas Kolombia. (AFP/Raul Arboleda)

Lini serang: Luis Suarez, Edinson Cavani, Darwin Nunez, Maxi Gomez, Facundo Pellistri, Brian Ocampo.

Di Piala Dunia 2022, skuad Uruguay diperkuat wajah lama dan wajah baru. Perpaduan ini diharapkan bisa mendongkrak performa La Celeste di Qatar nanti.

Suarez dan Cavani masih jadi andalan di lini depan. Meski tak lagi muda, kedua veteran kaya pengalaman itu masih dianggap duet yang pas untuk turnamen seketat Piala Dunia.

Nama lain yang juga bakal meledak adalah Darwin Nunez. Penyerang anyar Liverpool tersebut diyakini bisa bersinergi dengan para seniornya,

 

Spanyol

Ferran Torres. Sayap kiri Spanyol berusia 22 tahun yang baru setengah musim memperkuat Barcelona ini didatangkan dari Manchester City pada bursa transfer Januari 2022. Nilai transfernya senilai 55 juta euro atau kini setara Rp831 miliar menjadi salah satu pembelian termahal dari klub Liga Inggris. Bersama Barcelona ia telah tampil dalam 24 laga di semua ajang dengan torehan 6 gol dan 6 assist. (AFP/Josep Lago)
Ferran Torres. Sayap kiri Spanyol berusia 22 tahun yang baru setengah musim memperkuat Barcelona ini didatangkan dari Manchester City pada bursa transfer Januari 2022. Nilai transfernya senilai 55 juta euro atau kini setara Rp831 miliar menjadi salah satu pembelian termahal dari klub Liga Inggris. Bersama Barcelona ia telah tampil dalam 24 laga di semua ajang dengan torehan 6 gol dan 6 assist. (AFP/Josep Lago)

Lini serang: Ferran Torres, Marco Asensio, Alvaro Morata, Yeremy Pino, Pablo Sarabia, Inaki Williams, Borja Iglesias.

Satu hal yang masih kurang di Spanyol adalah tak adanya striker kelas dunia. Dulu mereka punya duet Fernando Torres - David Villa. Tapi kini mereka terpaksa harus bertumpu kepada Morata.

Tapi Tim Matador tak perlu risau. Soalnya La Furia Roja masih punya nama beken lain yang masih bisa diandalkan seperti Ferran Torres, Borja Iglesias, dan yang lainnya. Termasuk Asensio yang kerap membuat momen magis.

 

 

Belgia

Romelu Lukaku. Striker Belgia ini juga tengah menjalani periode keduanya bersama mantan timnya, Chelsea di Liga Inggris musim ini. Bersama Timnas Belgia ia menjadi top skor dengan mencetak 68 gol dari 101 laga, unggul dari Eden Hazard di posisi kedua yang baru mengoleksi 33 gol. (AFP/John Thys)
Romelu Lukaku. Striker Belgia ini juga tengah menjalani periode keduanya bersama mantan timnya, Chelsea di Liga Inggris musim ini. Bersama Timnas Belgia ia menjadi top skor dengan mencetak 68 gol dari 101 laga, unggul dari Eden Hazard di posisi kedua yang baru mengoleksi 33 gol. (AFP/John Thys)

Lini serang: Romelu Lukaku, Eden Hazard, Kevin de Bruyne, Thorgan Hazard, Dries Mertens, Yannick Carrasco, Divock Origi, Leandro Trossard, Michy Batshuayi.

Mengerikan bukan? Mereka adalah Generasi Emas yang siap kembali mengguncang dunia. Melihat materi yang mereka miliki, Belgia masih layak masuk unggulan di Piala Dunia 2022.

Meskipun Lukaku serta sejumlah pemain lainnya mengalami penurunan performa di klub, setiap kali dipanggil ke timnas penampilan mereka sontak bersinar. De Bruyne, yang musim lalu tampil cemerlang bersama Manchester City masih jadi motor serangan di lini tengah.

 

Jerman

Kai Havertz. Gelandang Timnas Jerman berusia 22 tahun yang kini memperkuat Chelsea ini memiliki nilai pasar senilai 70 juta euro. Pemilik 25 caps bagi Timnas Jerman ini total tampil dalam 8 laga di fase kualifikasi dengan torehan 3 gol dan 2 assist. (AFP/Daniel Roland)
Kai Havertz. Gelandang Timnas Jerman berusia 22 tahun yang kini memperkuat Chelsea ini memiliki nilai pasar senilai 70 juta euro. Pemilik 25 caps bagi Timnas Jerman ini total tampil dalam 8 laga di fase kualifikasi dengan torehan 3 gol dan 2 assist. (AFP/Daniel Roland)

Lini serang: Thomas Muller, Leroy Sane, Serge Gnabry, Timo Werner, Kai Havertz, Jamal Musiala, Lukas Nmecha.

Mereka dijuluki spesialis turnamen. Permainan mereka tak mengalami banyak perubahan dari masa ke masa. Pergerakan mereka seperti panser. Tapi mereka punya kekuatan dan selalu sabar, bahkan dalam situasi tertinggal.

Muller, seorang veteran yang kenyang pertempuran, pasti masih jadi harapan. Legenda Bayern Munchen telah mencetak 10 gol yang mengesankan di Piala Dunia sepanjang kariernya yang termasyhur.

Nama lain, Gnabry dan Sane memberikan banyak kontribusi di sayap. Sementara, Musala, saat ini menjadi salah satu prospek terpanas di Eropa.

Sumber: Givemesport