5 Tipe Gaya Hidup yang Bisa Membuat Perempuan Lebih Bahagia

·Bacaan 4 menit

Fimela.com, Jakarta Apa definisi bahagia menurutmu? Hm, kalau sudah membahas soal kebahagiaan, masing-masing dari kita pasti punya cara berbeda dalam memandangnya dan mendefinisikannya. Kita punya cara sendiri untuk bisa bahagia atau menemukan kebahagiaan.

Bagi yang saat ini masih kebingungan cara untuk bahagia, ini saatnya untuk mencoba mengubah gaya hidup jadi lebih baik. Ada beberapa gaya hidup yang bisa dipilih untuk membuatmu lebih bahagia. Kita bisa bebas memilih jenis gaya hidup apa pun, dan satu hal penting yang perlu terus diingat adalah satu-satunya orang yang bertanggung jawab atas kebahagiaan kita adalah diri kita sendiri.

TERKAIT: Mencintai tanpa Memiliki, Kunci Penting untuk Memulai Hidup Minimalis

TERKAIT: Menurut Ahli Psikologi, Gaya Hidup Seperti Ini Bisa Membuat Orang Bahagia

TERKAIT: Menurut Penelitian, Ini 5 Hal Hebat yang Bisa Terjadi di Usia 30-an

Berikut ini lima tipe gaya hidup yang bisa jadi referensimu bila ingin hidup lebih bahagia. Langsung saja simak selengkapnya di sini, ya.

1. Gaya Hidup dengan Keyakinan sebagai Pemegang Kendali

Ada pemaparan menarik dari ahli psikologi di University of Michigan bernama Angus Campbell. Mengutip buku Psychology of Money, Campbell yang lahir pada tahun 1910 melakukan risetnya ketika psikologi sangat fokus ke kondisi yang membuat orang menderita, seperti Depresi, kegelisahan, dan skizofrenia. Dia pun ingin tahu apa yang membuat orang bahagia.

Buku Campbell yang terbit pada 1981, The Sense of Wellbeing in America, diawali dengan menunjukkan bahwa orang biasanya lebih bahagia daripada dikira banyak ahli psikologi. Hanya saja beberapa jelas lebih bahagia daripada yang lain. Akan tetapi, mereka tak bisa dikelompokkan berdasarkan pendapatan, geografi, atau pendidikan, karena banyak orang lain di tiap kategori itu yang tak bahagia.

Lalu, apa yang membuat orang bahagia?

Sebenarnya sederhana saja. Campbell menjelaskan bahwa memiliki rasa yakin memegang kendali atas kehidupan sendiri adalah pertanda perasaan positif kesejahteraan yang lebih andal daripada berbagai kondisi objektif kehidupan yang kita sudah pertimbangkan.

Memang tak semua hal bisa kamu kendalikan. Tapi setidaknya dengan memiliki keyakinan ada sebagian aspek dalam hidup yang bisa kita kendalikan, seperti punya pekerjaan yang disukai atau hobi menyenangkan untuk ditekuni, bisa membuat kita merasa lebih bahagia. Kamu yakin kamu memiliki kendali atas hal-hal masih bisa kamu ubah, tanpa harus memaksakan kehendak memaksakan semua hal berjalan sesuai dengan keinginan pribadimu.

2. Gaya Hidup Minimalis

"Menerapkan hidup minimalis berarti melawan keinginan untuk menghadirkan tiruan dunia luar di dalam rumah kita sendiri," tulis Francine Jay dalam Seni Hidup Minimalis. Dalam keseharianmu kamu tidak terlalu terobsesi dengan memiliki semua hal yang kamu lihat atau kamu temui. Membeli barang sesuai kebutuhan, serta tidak berlebihan dalam berbelanja atau menumpuk benda-benda. Hidup pun jadi lebih tenang sebab kamu tidak mengikatkan dirimu terlalu erat dengan objek-objek di sekitarmu.

3. Gaya Hidup dengan Menerima Diri

Ilustrasi./Copyright pexels.com/@bongkarn-thanyakij-683719
Ilustrasi./Copyright pexels.com/@bongkarn-thanyakij-683719

Mengutip buku Ada Serigala Betina dalam Diri Setiap Perempuan, Carol D. Ryff, penggagas teori kesejahteraan psikologis, menjelaskan bahwa tiap orang sebenarnya dapat menjadi sejahtera jika ia mampu:

1. Menerima diri.

2. Memiliki tujuan hidup.

3. Mengembangkan relasi yang positif dengan orang lain.

4. Menjadi pribadi yang mandiri.

5. Menguasai lingkungan.

6. Terus bertumbuh secara personal.

Poin pertama, menerima diri, menjadi poin penting untuk bisa hidup bahagia dan sejahtera. Sebab saat kita sudah bisa menerima diri dengan seutuhnya, kita bisa lebih mudah memperbaiki kekurangan dan mengoptimalkan kelebihan yang kita punya. Tidak lagi terobsesi membuat perbandingan dengan hidup orang lain, kita bisa lebih bahagia menjalani hidup kita sendiri.

4. Gaya Hidup dengan Punya Makna Hidup

Kadang kita merasa tidak bahagia karena merasa tersesat atau hilang arah. Untuk itu kita perlu tujuan atau makna hidup. Mengutip buku Yes to Life, dalam pandangan Viktor E. Frankl yang dikenal sebagai pencetus Logoterapi, ada tiga cara utama yang bisa dilakukan untuk memenuhi makna hidup.

Cara pertama adalah melalui tindakan atau aksi. Sebagai contoh, menciptakan sebuah karya, bisa dalam bentuk seni atau kegiatan apa pun yang dicintai.

Cara kedua dengan menghargai alam, karya seni, atau cukup dengan mencintai seseorang. Misal, saat kita sedang merasa jenuh atau merasa hampa, luangkan waktu sejenak untuk mengunjungi tempat baru dan hadirkan perasaan untuk menghargai dan mengapresiasi semua yang dilihat dan dirasakan.

Cara ketiga adalah beradaptasi dan merespons batas-batas yang tak terhindarkan atas kemungkinan-kemungkinan hidupnya. Contohnya, saat menghadapi kematian seseorang yang sangat kita cintai, kita perlu menerimanya dengan lapang dada. Lalu, perlahan memulihkan diri dengan melakukan hal-hal atau penyesuaian-penyesuaian baru untuk bisa melanjutkan hidup dengan lebih baik lagi.

5. Gaya Hidup yang Senantiasa Bersyukur

Semakin banyak bersyukur, semakin tenang hati kita. Semakin tenang, semakin bahagia pula diri kita. Menyertai setiap hari dengan rasa syukur akan membuat kita bahagia. Untuk setiap rezeki yang kita peroleh, kita bersyukur. Untuk setiap hari yang berhasil kita lalui dengan baik, kita pun bersyukur. Menjalani hari-hari dengan senantiasa merasa cukup juga akan membuat kita lebih mudah bahagia.

Kalau menurut Sahabat Fimela sendiri, gaya hidup atau cara hidup seperti apa yang bisa membuat kita lebih bahagia? Boleh lho berbagai pendapat atau sudut pandang yang lain di sini.

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel