5 Tips Atur Keuangan untuk Kalian yang Sedang Jalankan Bisnis Kecil-kecilan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Banyak tantangan saat Anda memulai dan mengelola suatu bisnis sekalipun berskala kecil. Apalagi, masalah uang menjadi prioritas utama bagi sebagian besar pemilik bisnis kecil.

Kendati demikian, Anda janganlah khawatir berlebihan. Sebab, banyak cara yang dapat dilakukan demi memperbaiki keuangan bisnis. Terutama dengan memodifikasi proses operasi keuangan.

Selain itu, ada beberapa cara mudah yang dapat dilakukan dalam manajemen bisnis sehari-hari. Dengan demikian, meningkatkan keuangan Anda.

Merujuk laman The Balance Small Business, sima 5 tips praktis mengelola uang dengan lebih efektif saat melakukan bisnis kecil-kecilan.

1. Kebiasaan Berhemat

Anda tak perlu mengubah diri menjadi pemberi diskon untuk menghemat uang demi pengeluaran bisnis biasa. Tindak lanjuti penawaran untuk peralatan dan persediaan kantor. Contohnya, dengan membeli furnitur dan peralatan bekas sehingga menghemat uang untuk utilitas.

2. Bedakan Pengeluaran Bisnis dan Pribadi

Ilustrasi Bisnis/Unsplash
Ilustrasi Bisnis/Unsplash

Perlu Anda ketahui pula, ada berbagai alasan untuk tidak mencampur akun bisnis dan pribadi, termasuk masalah pajak, kewajiban pribadi, dan catatan akuntansi yang campur aduk, hanya untuk beberapa nama.

Ketika segala sesuatunya semakin ketat, tahan keinginan untuk mengamankan keuangan bisnis Anda dengan dana pribadi karena itu pasti akan membuat kekacauan yang harus ditangani di kemudian hari.

Cara terbaik untuk menjaga pemisahan yang jelas dari pengeluaran adalah dengan menetapkan anggaran pribadi dan anggaran bisnis. Patuhi keduanya secara ketat dan terpisah, sehingga kartu kredit dan pinjaman untuk bisnis tidak digunakan untuk keuangan pribadi dan sebaliknya.

3. Negosiasi Sebelum Teken Kontrak

Ilustrasi Proses Negosiasi Credit: pexels.com/Nouvi
Ilustrasi Proses Negosiasi Credit: pexels.com/Nouvi

Ada kalanya Anda harus menggali sedikit untuk mendapatkan penawaran yang bagus. Saat melakukan pembelian dari vendor atau membuat kontrak dengan pemasok, cobalah bernegosiasi untuk kesepakatan yang lebih baik.

Jangan lupa untuk memeriksa persyaratan pembelian. Misalnya, denda keterlambatan pembayaran dan masa tenggang saat membuat keputusan.

4. Jangan Telat Bayar Tagihan

Ilustrasi tagihan. (Pexels.com/Karolina Grabowska)
Ilustrasi tagihan. (Pexels.com/Karolina Grabowska)

Ingat pula, sama seperti yang Anda lakukan dengan keuangan pribadi, penting untuk membayar semua tagihan bisnis dengan tepat waktu.

Biaya keterlambatan pembayaran kartu kredit dan pinjaman dapat sangat merugikan. Hal yang sama berlaku pula untuk keterlambatan membayar pajak karena mengakibatkan denda yang serius.

Siapkan pengingat bulanan untuk memastikan tidak ada tagihan bisnis yang jatuh tempo. Khususnya untuk bisnis yang baru dirintis, margin keuntungan dan kerugiannya tipis.

Menghindari biaya keterlambatan dapat menjadi pembeda antara mengakhiri tahun secara merah atau hitam.

5. Belajar Akuntansi

ilustrasi akuntansi (sumber: freepik)
ilustrasi akuntansi (sumber: freepik)

Jadi pemilik bisnis kecil memang tidak secara otomatis membuat seseorang menjadi ahli dalam hal uang. Hanya saja, Anda masih harus membuat keputusan besar terkait uang untuk bisnis.

Jadi, sekalipun harus mempekerjakan seorang sebagai seorang akuntan, Anda harus mengetahui dasar-dasar akuntansi bisnis. Ikuti kursus pengantar akuntansi online jika perlu, dan pelajari bagaimana uang mengalir masuk dan keluar dari bisnis kecil Anda.

Semakin memahami keuangan dan arus kas bisnis, kian siap Anda untuk membuat keputusan pengelolaan uang yang cerdas.

Penulis:

Helena Yupita

Video Pilihan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel