5 Tips Fresh Graduate Dapat Kerja di Masa Pandemi COVID-19

Bayu Nugraha, Muhammad AR (Bogor)
·Bacaan 4 menit

VIVA – Pandemi telah banyak mengubah bagaimana manusia beraktivitas di berbagai bidang, tak terkecuali di dunia kerja. Penurunan aktivitas yang timbul dengan diterapkannya social distancing telah berakibat pada menurunnya keuntungan penjualan di banyak perusahaan.

Melihat kondisi itu, dua mahasiswa Staf Direktorat Research and Development Centre of Management, S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen, IPB University, Andreas Butar Butar dan Sofia Yohana Simanjuntak, memberikan tips mendapat pekerjaan di masa pandemi.

Andreas menyampaikan, dengan menurunnya keuntungan perusahaan, tak sedikit perusahaan yang terpaksa menunda untuk menerima lamaran kerja atau bahkan memutuskan hubungan kerja atau mem-PHK karyawannya.

Kondisi tersebut seperti yang dilaporkan Organisasi Buruh Dunia atau ILO terkait jam kerja global yang telah hilang hingga 10,5 persennya atau setara dengan 305 juta pekerjaan penuh waktu jika dihitung dari sebelum terjadinya pandemi hingga april 2020 (ILO, 2020)

"Di Indonesia sendiri, hingga Mei 2020, 3 dari 10 pekerja muda dengan usia 21 sampai 24 tahun kehilangan pekerjaannya. Ini membuktikan bahwa pada masa pandemi, pemuda semakin dipersulit untuk dapat memperoleh dan mempertahankan suatu pekerjaan," kata Andreas kepada VIVA, Kamis 12 November 2020.

Selain tips mendapat pekerjaan dikala pandemi, Andreas menambahkan, kesehatan menjadi yang harus diutamakan di masa pendemi. Oleh karenannya, penerapan protokol kesehatan seperti mematuhi 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) harus dilaksanakan. "Bukan hanya bagi kepentingan pribadi, tetapi juga bagi orang di sekitar kita," katanya.

"Pada intinya, jika setiap kita ingin mencari pekerjaan pada masa pandemi ini, haruslah selalu mematuhi protokol kesehatan yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak serta tidak berkerumun (3M+1T). Dengan kita mematuhi dan mengikuti protokol kesehatan, kita akan menurunkan angka penyebaran COVID-19 sehingga setiap kita bisa tetap sehat," tambah Sofia Yohana.

Nah, langsung saja nih, bagi kamu yang baru lulus sarjana atau sering disebut fresh graduate (umumnya berusia 21 sampai 24 tahun), penting untuk dapat mempersiapkan strategi yang matang dan akurat dalam melamar kerja sebagai upaya mengatasi hambatan yang ada dengan adanya penurunan penerimaan kerja pada masa pandemi. Berikut lima tips mendapat pekerjaan di tengah pandemi COVID-19.

Pertama, tentukan prioritas tujuan mencari pekerjaan pada masa pandemi.

Sebelum memilih pekerjaan mana yang akan dilamar, kamu sebaiknya terlebih dahulu menentukan prioritas tujuan yang menjadi latar belakang mencari kerja. sebagai contoh, selain mencari pekerjaan untuk memperoleh peluang karier terbaik pada pekerjaan pertama yang dilamarnya.

Fresh graduate juga dimungkinkan untuk memiliki tujuan berupa sekadar untuk memperoleh pendapatan guna memenuhi kebutuhan keuangan yang mendesak baik itu kebutuhan pribadi maupun keluarga.

Pada situasi pandemi saat ini khususnya, banyak keluarga yang mengalami penurunan penghasilan atau bahkan kehilangan pendapatannya. Dengan menentukan prioritas tujuannya dalam mencari pekerjaan, kamu akan dipermudah dalam menentukan pekerjaan mana yang hendak dilamar baik itu dari sisi peluang karier, kompetisi, maupun jumlah gaji yang akan diperoleh.

Kedua, cari pekerjaan yang kriterianya sesuai dengan spesifikasi yang dimiliki.

Dengan persaingan seleksi kerja yang meningkat selama pandemi, perusahaan memiliki lebih banyak pilihan pelamar untuk dinilai kesesuaiannya dengan kriteria pekerjaan yang dibuka. Terlebih dengan menurunnya pendapatan pada banyak perusahaan, perusahaan dipaksa untuk lebih dapat memilih karyawan yang benar-benar dibutuhkan.

Untuk itu, penting bagi kamu untuk dapat lebih meluangkan waktu dalam memilah-milah pekerjaan yang kriterianya benar-benar sesuai dengan spesifikasi yang dimiliki. Kamu dapat memperbesar kemungkinannya untuk diterima serta mempersingkat waktu tunggu.

Ketiga, mulai bekerja Freelance sebagai sampingan.

Freelancer atau pekerja lepas semakin ke sini semakin berubah dan terus berkembang. Bagi kamu yang memiliki banyak bakat dan terbiasa bekerja mandiri, apalagi di masa pandemi COVID-19 ini mendapatkan pekerjaan cukup sulit, maka profesi ini akan membantu kamu. Ada beragam jenis pekerjaan freelance yang bisa kamu pertimbangkan. Misalnya menjadi seorang data entry, voice over, desain grafis dan masih banyak lagi

Keempat, terus kembangkan skillset komunikasi bahasa asing.

Bisa berkomunikasi dengan baik hal yang sangat penting dalam bekerja, dengan public speaking yang baik bisa menambah nilai plus kamu pada perusahaan. Menguasai berbagai bahasa asing juga penting bagi karier.

Kamu dapat memanfaatkan waktu luang selama di rumah dengan belajar bahasa asing yang belum dikuasai. Belajar bahasa pun kini diubah formatnya menjadi kelas online. Kita juga bisa latihan interview online, karena rasanya berbeda jika melakukan interview langsung dengan interview online. Jadi, kamu bisa memanfaatkan berbagai media untuk mengasah bahasa asing dan kemampuan berkomonikasi yang kamu miliki.

Kelima, memanfaatkan teknologi online.

Dikondisi sekarang coba untuk membuang jauh-jauh angan untuk bekerja di kantor. Sekarang mulai fokus untuk belajar secara remote atau Work From Home (WFH) dengan melek teknologi, membangun koneksi secara online untuk bersama-sama diskusi pekerjaan, memperbaiki tampilan profil media sosial kita karena saat ini dilakukan secara online tidak menutup kemungkinan jika HRD nantinya akan melihat akun media sosial kita. (ren)

#pakaimasker

#jagajarakhindarikerumunan

#cucitanganpakaisabun

#ingatpesanibu

#satgascovid19

Baca juga: Suku Baduy Jadi Korban, Polisi Diminta Bongkar Sindikat Pemalsu Madu