5 Tips Mengajarkan Anak tentang Rasa Syukur

Fimela.com, Jakarta Sebagai orangtua, kamu pasti ingin membesarkan anak yang penuh rasa syukur, mengetahui bagaimana menikmati segala hal yang terjadi dalam hidupnya, daripada terus merengek meminta lebih banyak. Sayangnya, budaya selfies tampaknya sedang menjamur di tengah-tengah masyarakat.

Selfies adalah metafora untuk narasi tentang obsesi terhadap diri sendiri yang didorong oleh platform media sosial. Inilah kemudian yang menjadi tantangan bagi para orangtua untuk membesarkan anak yang penuh rasa syukur dan berbelas kasih.

Ini adalah bentuk tanggung jawab yang besar, ketika anak terbiasa mendapatkan semua yang mereka minta atau inginkan, mereka juga harus menyadari kebutuhan orang lain. Kurangnya empati dalam inilah yang akhirnya diterjemahkan ke dalam hubungan yang gagal, seperti dilansir dari sheknows.com, Kamis (28/11/2019).

Ketika anak tidak memiliki kapasitas untuk mempertimbangkan kebutuhan dan keinginan orang lain, serta tidak peduli terhadap bentuk emosi yang mereka ciptakan pada orang lain, hubungan yang tercipta akan didominasi oleh tuntutan, bukan cinta. Berikut ini adalah beberapa tips mengajarkan anak tentang rasa syukur.

 

Beberapa tips mengajarkan anak tentang rasa syukur

Ilustrasi/copyright shutterstock.com/Yuganov Konstantin

1. Menghabiskan waktu bersama anak tanpa perangkat elektronik secara rutin

Di momen ini, kamu bisa menanyakan beberapa hal pada anak. Contohnya, "Pada siapa kamu berbuat baik hari ini dan bagaimana?"

2. Mengucapkan terima kasih setiap hari

Setiap hari luangkan waktu untuk duduk bersama anak dan buatlah daftar dari tiga hal yang paling membuat kalian berdua bersyukur.

3. Mencari orang-orang yang menginspirasi

Pilihlah cerita dari sumber apapun, sekali dalam seminggu, yang menggambarkan seseorang melakukan suatu hal tanpa pamrih. Bacalah cerita tersebut bersama anak dan tanyakan pikiran dan pendapat mereka.

4. Membantu orang lain dengan cara yang praktis

Libatkan anak dalam semacam layanan publik yang mengharuskan mereka berinteraksi dengan orang lain yang kurang beruntung. Rasa syukur tidak hanya dibicarakan, anak juga harus ditunjukkan secara langsung.

5. Jangan biarkan anak terlalu mudah mendapatkan apa yang mereka perlukan

Apapun yang kamu lakukan untuk anak sebagai orangtua, setidaknya ajarkan anak berterima kasih untuk setiap hal tersebut. Membantu anak membangun empati dan rasa syukur perlu waktu dan kamu sebagai orangtua hanya perlu banyak bersabar.

Saksikan video menarik setelah ini

#GrowFearless with FIMELA