5 Tips Mengatasi Kesehatan Mental Selama Setahun ke Depan

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Mental menjadi hal terpenting yang perlu dijaga oleh setiap orang. Dalam menjalani hidup, kecemasan mungkin akan muncul pada diri seseorang dan terjadi kapan saja. Bila terlalu berlebihan, hal tersebut akhirnya bisa mengganggu kesehatan mental seseorang.

Oleh karena itu, sebaiknya setiap orang perlu belajar mengelola dan menjaga kesehatan mental agar tetap baik. Memang membutuhkan waktu dan kesabaran untuk bisa memulihkan kesehatan mental yang terganggu.

Terlebih ketika orang tersebut sudah memiliki trauma yang cukup mendalam hingga memiliki kecemasan yang terlalu tinggi.

Akan tetapi, sebetulnya ada banyak saran yang bisa dilakukan dan dapat membantu meningkatkan mood menjadi lebih baik. Misalnya berolahraga, menjaga pola makan yang sehat, tidur yang cukup, dan bermeditasi.

Selain itu, ada beberapa hal lagi yang bisa dilakukan untuk membantu Anda menjaga kesehatan mental khususnya di tahun baru ini. Melansir laman Los Angeles Times, Senin (03/01/2022), berikut ini 5 tips mengatasi kesehatan mental tetap baik untuk menghadapi tahun 2022.

Ikuti Perawatan Kesehatan Mental

Hal pertama yang bisa Anda lakukan adalah mengikuti sesi perawatan kesehatan mental secara individu dengan seorang terapis. Selain itu, Anda juga mungkin bisa mencari tahu sesuatu yang bisa dijadikan sebagai tempat untuk mencurahkan isi hati.

Akan tetapi, jika benar-benar merasa membutuhkan bantuan, Anda bisa bertemu dengan seorang konselor. Bahkan di zaman sekarang yang sudah canggih ini sebuah smartphone menyediakan aplikasi kesehatan mental. Anda bisa memanfaatkan hal tersebut.

Personalisasi Perawatan Kesehatan Mental

Setelah mengikuti perawatan kesehatan mental, kemudian Anda perlu menemukan kombinasi yang bisa membuat Anda merasa lebih segar kembali. Demikian pula jika Anda mencari terapis. Pilihlah seseorang yang mampu memahami Anda dengan baik. Sebab, dialah yang dapat membantu Anda mencapai tujuan kesehatan mental menjadi lebih baik.

Menghilangkan Stigma Tantangan Kesehatan Mental

Seorang atlet, seperti Simone Biles dan Naomi Osaka mengatakan bahwa tidak apa-apa untuk tidak baik-baik saja. Saling berbagi cerita di lingkungan terkecil juga dapat mendorong empati dan membantu orang lain merasa tidak sendirian.

The American Psychological Assn. secara khusus mendukung para orang tua untuk mengungkapkan bagaimana perasaan dan emosi mereka sendiri. Hal itu dapat menunjukkan bahwa mereka juga seorang manusia.

Sementara itu, seorang terapis sekaligus pendiri Painted Brain nirlaba kesehatan mental Dave Leon juga mengatakan, dia jarang mengubah pasien, tapi dia membantu pasien mengubah lingkungan di sekitarnya.

Pelajari Cara Merilekskan Diri Saat Menghadapi sSres

Seorang psikolog sekaligus pendiri perusahaan kesehatan mental AnaVault Marlene Valter mengakui bahwa tidak semua orang dapat mengatasi masalah yang bisa membuat stres. Oleh sebab itu, Valter kemudian menyarankan untuk membiasakan diri setidaknya selama 5 hingga 10 detik menenangkan diri ketika kecemasan muncul atau menghadapi hal yang membuat stres.

"Sekarang ketika Anda menghadapi stresor, Anda bisa menahan diri setidaknya lima detik untuk menenangkan diri, ini dapat membantu Anda keluar dari kecemasan,” tuturnya.

Pada akhirnya, katanya, ini bukan tentang menjalani kehidupan yang bebas stres. Akan tetapi, tentang mengatasi masalah dengan pikiran yang jernih.

Coba Cara Lain

Apa pun yang Anda lakukan ketika sedang mengelola kesehatan lalu tidak berhasil, cobalah hal yang lain.

“Saya selalu memberi tahu klien saya selama konsultasi bahwa beberapa sesi pertama akan menilai kecocokan,” jelas seorang psikolog Anjali Alimchandani.

Di samping itu, seorang psikoterapis di Cal State Los Anegels David Rudesill mengatakan, “Jika terapis tidak berhasil, itu berarti tidak cocok. Cari yang lain.”

Reporter: Aprilia Wahyu Melati

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel