5 Tips Sehatkan Keuangan Pasca Libur Lebaran

Merdeka.com - Merdeka.com - Hari Raya Idulfitri tahun ini menjadi begitu istimewa lantaran 2 tahun berlalu dilalui tanpa tradisi mudik lebaran. Kali ini pemerintah memberikan kesempatan libur lebaran dengan waktu libur yang cukup panjang, hingga 10 hari lamanya.

Tanpa terasa, selama libur panjang banyak uang yang dikeluarkan untuk pulang kampung dan liburan di kampung halaman. Ragam aktivitas tersebut tentunya menguras banyak dana dari keuangan.

Tidak sedikit kondisi keuangan setelah lebaran menjadi tidak sehat. Apalagi ternyata uang yang dikeluarkan melebihi budget yang direncanakan sebelumnya.

Untuk itu, mengevaluasi keuangan harus dilakukan sesegera mungkin sebelum terlambat lebih jauh. Sehingga berbagai pos keuangan bisa kembali berjalan dengan baik kembali. Jangan abaikan proses pemulihan keuangan Anda pasca libur lebaran.

Berikut ini beberapa tips yang mungkin bisa dicoba untuk kembali menyehatkan keuangan Anda yang dihimpun merdeka.com dari berbagai sumber.

1. Evaluasi Pengeluaran Keuangan

Tanpa disadari pengeluaran keuangan tidak hanya bengkak saat libur lebaran. Pengeluaran ekstra nyatanya sudah dimulai sejak pertama kali memasuki bulan Ramadan. Banyak kebutuhan yang perlu dibeli untuk menjalani ibadah di bulan suci tersebut. Sehingga belanja kebutuhan meningkat.

Anda bisa mencatat kembali pengeluaran apa saja yang dilakukan selama bulan puasa. Kemudian dilanjutkan dengan pengeluaran menjelang lebaran, saat lebaran hingga ketika libur lebaran.

Kemudian hitung dengan baik jumlah pengeluaran yang telah dilakukan. Hitung selisih total pengeluaran dan total sumber dananya. Hal ini akan mempermudah untuk melihat kondisi keuangan setelah lebaran. Apakah mengalami defisit (kekurangan) atau surplus (masih tersisa).

Simpan catatan tersebut sebagai bahan referensi pengeluaran keuangan tahun depan. Dari catatan tersebut Anda juga bisa mengatur strategi agar pengeluaran bisa lebih optimal dan terbebas dari masalah keuangan.

2. Segera Bayar Utang

Pengeluaran di bulan Ramadan dan lebaran yang tak terkontrol seringnya menghasilkan utang. Maka, langkah utama yang harus ditempuh setelah mengevaluasi keuangan Anda yakni melunasi utang.

Jangan tunda bayar utang terutama utang yang berbunga seperti tagihan kartu kredit. Utang berbunga ini bisa menambah beban keuangan di masa yang akan datang. Sehingga lunasi utang yang memiliki bunga terlebih dahulu.

3. Sehatkan Kembali Dana Darurat

Bengkaknya pengeluaran selama bulan Ramadan dan libur lebaran sangat memungkinkan ditutupi dari dana darurat. Maka sangat penting bagi Anda kembali memenuhi dana darurat setelah lebaran.

Hal ini perlu menjadi perhatian penting karena dana darurat harus selalu ada dalam jumlah yang cukup di dalam keuangan. Agar keuangan tidak beresiko mengalami masalah.

Anda disarankan kembali menabung dana darurat setelah lebaran. Sehingga jumlahnya benar-benar sesuai dengan kebutuhan. Mungkin tidak bisa dilakukan sekaligus dalam satu waktu, tetapi bisa dicicil kembali sampai jumlahnya cukup memenuhi kebutuhan dana darurat.

4. Kembali Atur Anggaran Keuangan dan Berhemat

Langkah penting lainnya yakni mengatur kembali anggaran keuangan setelah lebaran. Sesuaikan pengeluaran dengan kondisi keuangan Anda. Lakukan penyesuaian dan susun anggaran keuangan dengan ketat. Sehingga berbagai rencana keuangan bisa berjalan dengan baik setelah lebaran.

Jangan ragu untuk memangkas pos anggaran yang dianggap tidak perlu agar bisa melakukan penghematan dengan baik. Meski melakukan penghematan, namun pastikan berbagai kebutuhan pokok tetap terpenuhi dengan baik. Sehingga tidak mengganggu rutinitas.

5. Jangan Lupa Investasi

Saat kondisi keuangan sudah membaik, jangan lupa kembali berinvestasi. Saat ini ada banyak investasi yang bisa dilakukan dengan modal kecil.

Namun pilih jenis investasi yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan. Sehingga investasi ini bisa berbuah manfaat maksimal bagi keuangan Anda di masa depan. [azz]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel