5 Tips Supaya Gak Gampang Sakit di Musim Hujan

Tasya Paramitha, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 2 menit

VIVAMusim hujan tiba, yang berarti memberikan suhu udara lebih sejuk dan membuat tubuh rentan terhadap penyakit. Kok bisa?

Bukan berarti musim hujan selalu disertai dengan penyakit yang mengintai. Hanya saja, beragam penyakit dapat mengintai tubuh apabila sistem imun tengah menurun dan itu kerap terjadi saat musim hujan.

Beberapa faktor bisa memicu hal tersebut, seperti perubahan suhu tubuh hingga pola hidup yang tak sehat, terlebih dengan adanya pandemi COVID-19 yang masih melanda.

Lantas, seperti apa bahaya penyakit di musim hujan? Adakah cara untuk mengatasinya dengan tepat? Berikut penjelasan dari Dokter Spesialis Penyakti Dalam sekaligus Dekan FKUI Prof Ari F Syam dalam acara Hidup Sehat, tvOne, Jumat, 18 Desember 2020.

1. Pemicu tubuh rentan sakit

Perubahan suhu yang kerap terjadi secara mendadak, dari hujan yang sejuk lalu berubah panas, menjadi salah satu faktor utama yang membuat imunitas menurun. Tak hanya itu, kelembapan yang meningkat akibat suasana mendung, turut membuat kuman mudah berkembang biak.

"Tiba-tiba hujan tahu-tahu panas lagi, ini bisa ganggu daya tahan tubuh. Kuman dan virus juga bisa meningkat dengan kondisi ini. Sempat ada hujan juga yang membawa kotoran-kotoran kebawa keluar. Masyarakat harus bisa antisipasi," ujar Prof Ari.

2. Penyakit yang mengintai

Dituturkan Prof Ari, suhu tubuh yang kesulitan beradaptasi ini diiringi dengan kerentanan terhadap penyakit infeksi. Beberapa penyakit infeksi antara lain diare, batuk, pneumonia, masuk angin, serta pilek.

"Umumnya penyakit infeksi, apalagi saat pandemi, masyarakat harus antisipasi ini. Kejadian infeksi ini berkaitan dengan daya tahan tubuh karena di musim hujan daya tahan tubuh mudah terganggu," jelasnya.

3. Sedia jaket

Prinsipnya dalam mengatasi musim hujana dalah dengan mencegah terjadinya perubahan mendadak pada suhu tubuh. Tubuh yang mengalami perubahan suhu ekstrem, berisiko mengalami penurunan imunitas. Maka dari itu, sedia jaket saat suhu mulai terasa sejuk. Terlebih, jaket sangat membantu mereka yang memiliki alergi pada suhu dingin atau asma.

"Selalu siap jaket. Bisa sebagai antisipasi bagi yang naik motor agar tidak kehujanan, di mobil AC juga bikin dingin, bisa pake jaket juga di dalam," paparnya.

4. Konsumsi makanan sehat

Pilihan seperti sup ayam bisa menjadi penambah tenaga sekaligus menghangatkan tubuh. Meski begitu, makanan lain juga baik dikonsumsi selama terdapat sayuran dan buah karena vitamin C dan mineral serta antioksidan di dalamnya sangat baik mencegah penyakit infeksi.

"Kalau asal banyak, kalorinya berlebihan, bisa memicu obesitas. Apalagi situasi pandemi, lebih banyak di rumah, artinya malas bergerak sehingga berisiko kegemukan. Makan banyak harus sesuai komposisi," jelas Prof Ari.

5. Bolehkah mandi?

Mandi setelah kena air hujan atau saat cuaca sedang sejuk kerap menjadi pertanyaan banyak orang. Dijelaskan Prof Ari, hal tersebut tergantung pada kebutuhan tiap orang. Tak ada kewajiban untuk mandi atau pun efek berbahaya jika tak mandi.

"Terserah mau mandi atau tidak, yang penting penyesuaian tubuh pada air. Kalau kita di situasi dingin, jangan juga mandi dengan ekstrem seperti air panas, atau ketika panas tidak langsung pakai air dingin banget, karena perubahan mendadak bisa bahaya," terangnya.