5 Tradisi Maulid Nabi yang Unik di Indonesia

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Maulid Nabi adalah sebuah tradisi yang dilalukan masyarakat muslim untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad Saw, sebagai bentuk rasa cinta kepada Nabi Saw. Tradisi ini bahkan dilakukan oleh sebagian besar umat muslim di seluruh dunia. Bahkan di Indonesia sendiri, masyarakat merayakan Maulid Nabi sesuai dengan kebudayaan dan adat setempat.

TERKAIT: Liburan Aman! Jelang Maulid Nabi 2017, PT KAI Tambah Gerbong

TERKAIT: 4 Macam Bacaan Sholawat Nabi Penentram Jiwa

TERKAIT: Macam-Macam Bacaan Sholawat Nabi Beserta Dalil dan Keutamaannya untuk Merayakan Tahun Baru Islam

Berikut ini beberapa tradisi Maulid Nabi yang bisa kita temui di Indonesia yang dirangkum dari Merdeka.com.

1. Kirab Ampyang

Kirab Ampyang digelar di Desa Loram Kulon, Jati, Kudus, Jawa Tengah. Tradisi ini digelar dengan menyajikan makanan yang dihiasi dengan ampyang atau nasi dan krupuk yang diarak dengan tandu keliling desa sebelum menuju ke masjid di desa setempat. Tandu yang berisi nasi bungkus serta hasil bumi yang sebelumnya diarak keliling desa didoakan oleh ulama setempat, kemudian dibagikan kepada warga setempat untuk mendapatkan berkah.

2. Muludhen

Muludhen yang kerap digelar oleh warga di Pulau Madura. Acara ini biasanya diisi dengan pembacaan barzanji (riwayat hidup Nabi) dan ceramah. Saat Maulid Agung, para perempuan akan datang ke masjid atau musala dengan membawa talam yang di atasnya berisi tumpeng yang dihiasi buah-buahan di sekelilingnya.

3. Grebeg Maulud

Tradisi Maulid Nabi yang Unik di Indonesia. (Ilustrasi Nasi Tumpeng Credit: Liputan6.com/dok.Instagram @nyamfoodies)
Tradisi Maulid Nabi yang Unik di Indonesia. (Ilustrasi Nasi Tumpeng Credit: Liputan6.com/dok.Instagram @nyamfoodies)

Grebeh Maulud adalah puncak dari upacara Maulid Nabi. Maysrakat akan membawa iringan gunungan yang dibawa ke Masdjid Agung. Setelah di masjid diselenggarakan doa dan upacara persembahan ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, sebagian gunungan dibagi-bagikan pada masyarakat umum.

4. Walima

Untuk masyarakat Gorontolo, mereka merayakan maulid nabi denga tradisi Walima. Masyarakat muslim menyiapkan kue-kue tradisional, seperti kolombengi, curuti, buludeli, wapili, dan pisangi yang disusun dan diarak dari rumah menuju masjid terdekat. Setelah doa maulid di Masjid selesai, ribuan kue-kue tersebut direbut atau dibagi-bagikan kepada warga untuk dibawa pulang ke rumah masing-masing.

5. Ngalungsur Pusaka

Tradisi Maulid Nabi yang Unik di Indonesia. (Ilustrasi/Shutterstock.com/Ika Rahma H)
Tradisi Maulid Nabi yang Unik di Indonesia. (Ilustrasi/Shutterstock.com/Ika Rahma H)

Di Kabupaten Garut, Jawa Barat, tradisi Maulid Nabi dirayakan dengan melaksanakan upacara Ngalungsur, yaitu proses upacara ritual di mana barang-barang pusaka peninggalan Sunan Rohmat (Sunan Godog/Kian Santang) setiap setahun sekali dibersihkan atau dicuci dengan air bunga-bunga dan digosok dengan minyak wangi supaya tidak berkarat yang difokuskan di Kampung Godog, Desa Lebak Agung, Kecamatan Karangpawitan.

Itulah beberapa tradisi Maulid Nabi yang cukup unik dan kita bisa temui di beberapa daerah di Indonesia. Bagaimana perayaan Maulid Nabi di tempatmu?

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel