5 Transfer Terbaik di Serie A 2019-20

Jakarta- Meski tidak segemerlap Premier League atau La Liga, bursa transfer Serie A sangat menarik musim ini. Ada beberapa pemain top yang berhasil didatangkan klub Serie A dan langsung tampil luar biasa.

Bermain di Serie A umumnya merupakan tantangan besar bagi pemain mana pun, khususnya pemain-pemain yang terbiasa dengan sepak bola agresif seperti Premier League atau La Liga. Di Serie A, laga bisa berjalan membosankan dan berakhir tanpa gol

Itu terjadi karena kualitas pertahanan setiap tim Serie A yang terbilang tinggi, bahkan ada beberapa tim yang mengutamakan gaya bermain defensif. Bukan berarti mereka tidak menyerang, hanya lebih mementingkan pertahanan tim.

Karena itulah wajar mendapati beberapa pemain baru yang terkejut dan akhirnya gagal karena tidak bisa beradaptasi. Artinya bermain di Serie A tidak semudah yang diduga.

Di sisi lain, ketika ada pemain baru yang langsung nyetel, dia akan terlihat menonjol dibanding pemain-pemain lainnya. Untuk itu, Tribal Football menyuguhkan analisis lima transfer terbaik di Serie A musim ini.

Tidak semuanya merupakan transfer dari liga lain, tapi paling tidak yang ada nama Romelu Lukaku di peringkat pertama.

1. Romelu Lukaku

3. Romelu Lukaku (Inter Milan) - 17 Gol (4 Penalti).(AFP/Miguel Medina)

Mungkin Manchester United sedikit menyesal telah melepas Romelu Lukaku dengan mudah, bahkan dengan harga yang tidak terlalu mahal. Tidak butuh waktu lama, Lukaku langsung jadi salah satu striker terbaik di Italia musim ini.

Sejak awal kemampuan Lukaku memang tidak pernah diragukan, hanya kesulitannya bersama MU jadi masalah. Namun, sejak bermain di Inter, Lukaku kembali menemukan sentuhan terbaiknya.

Bermain bersama Lautaro Martinez dalam formasi 3-5-2, Lukaku membuktikan kualitasnya perihal mencetak gol. Dia tidak hanya bertubuh besar, melainkan juga gesit dalam menerima serangan balik.

Kepercayaan Antonio Conte jelas berdampak pada kepercayaan diri Lukaku. Dengan 17 gol dalam 25 pertandingan di Serie A, Lukaku kembali ke level terbaiknya.

2. Radja Nainggolan

2. Radja Nainggolan (Cagliari) - Meski terbuang dari Inter Milan, gelandang serang berusia 31 tahun ini mampu kembali menunjukan kemapuannya di Cagliari. Dari 21 penampilannya, Radja Nainggolan menyumbangkan 5 gol dan 5 assist di musim ini. (AFP/Miguel Medina)

Setelah tahun yang mengecewakan bersama Inter Milan, Nainggolan kembali ke klub pertamanya di Serie A, Cagliari. Meski hanya berstatus pemain pinjaman, Nainggolan dengan cepat bisa jadi pemain andalan Cagliari.

Bos Cagliari, Rolando Maran, cenderung memainkan formasi 4-3-1-2 di setiap pertandingan. Setelah sempat kesulitan, akhirnya dia menemukan gelandang nomor 10 yang paling tepat untuk mengisi posisi di belakang dua striker, dialah Nainggolan.

Dengan energi dan agresivitasnya, Nainggolan memberikan sentuhan ofensif dan defensif yang lebih baik pada tim Cagliari. Dia juga masih punya tembakan jarak jauh yang berbahaya, tepat untuk pemain yang berada di belakang dua striker.

Nainggolan sudah mencetak 5 gol dan 6 assists sejauh ini dan membantu Cagliari bersaing di papan tengah.

3. Dejan Kulusevski

Inter Milan mengincar bek Parma, Dejan Kulusevski (kiri) (Miguel Medina/AFP)

Merangkak dari akademi Atalanta yang tersohor, Kulusevski hengkang ke Parma dengan status pinjaman tanpa harapan mendapatkan menit bermain. Kendati demikian, hanya dalam enam bulan Kulusevski bisa membuat Juventus mengeluarkan banyak uang untuk membelinya.

Saat ini Kulusevski masih bermain untuk Parma, mungkin Juve ingin melihat perkembangannnya terlebih dahulu. Bagaimanapun, karier winger Swedia ini berubah dengan cepat jauh lebih baik.

Dia terbiasa bermain di sayap kanan dalam formasi 4-3-3 dan cenderung menusuk ke dalam untuk menghadapi bek lawan, lalu menembak dengan kaki kiri.

Gaya bermain Kulusevski sangat cocok dengan Parma yang mengandalkan serangan balik. Dia gesit dalam transisi dan berani membawa bola untuk menyerang. 5 gol dan 7 assists sudah cukup jadi bukti.

4. Theo Hernandez

Theo Hernandez (AC Milan) - Pemain jebolan akdemi Atletico Madrid 2013 ini bergabung dengan AC Milan pada 2019 usai membela Real Madrid. Saat ini Theo Hernandez memiliki nilai transfer seharga 32 juta euro. (AFP/Marco Bertorello)

Hernandez menjelma jadi salah satu penggiring bola terbaik di Serie A musim ini. Dia mencatatkan rata-rata dua dribel sukses per pertandingan, padahal bermain sebagai bek kiri dalam formasi 4-3-3 ala AC Milan.

Pemain asal Prancis ini tidak pernah kesulitan dalam situasi satu lawan satu. Dia sering naik membantu lini serang dan membuat bek-bek lawan kesulitan.

Selain itu, bek 22 tahun ini juga rajin menyumbang assists, tidak hanya jago menggiring bola. Dia merupakan salah satu pemain dengan catatan umpan kunci terbanyak dalam pertandingan.

Jika terus bermain di level tinggi seperti ini, mungkin Real Madrid bakal menyesali keputusan melepas Hernandez hanya untuk 18 juta pounds.

5. Manuel Lazzari

Pemain Italia, Manuel Lazzari berebut bola dengan pemain Portugal Bruma saat bertanding pada pertandingan UEFA Nations League di Stadion Luz, Lisbon, Portugal, (11/9). Portugal tipis 1-0 atas Italia. (AP Photo/Armando Franca)

Lazio menjelma jadi salah satu tim terkuat di Serie A bersama Simone Inzaghi. Namun, beberapa tahun terakhir Lazio jelas kehabisan ide dalam memaksimalkan formasi 3-5-2.

Lazio membutuhkan bek sayap gesit yang bisa membantu lini serang, dan musim lalu mereka mendapatkan itu dalam diri Lazzari. Didatangkan dari SPAL dengan harga sekitar 12,5 juta pounds, bek 26 tahun ini langsung nyetel dengan sistem Inzaghi.

Lazzari tampil luar biasa di sayap kanan, dia bisa naik menyerang dengan sangat cepat. Dia pun punya keberanian mencetak gol sendiri, tidak hanya memberikan assists.

Sumber: Tribal Football

Disadur dari: Bola.net (Richard Andreas, Published 9/6/2020)