Ini 5 Ulah Tukang Parkir yang Dikeluhkan Warganet

·Bacaan 1 menit

VIVA – Topik mengenai tukang parkir yang beroperasi di minimarket sedang menjadi sorotan. Pemerintah Kota Bengkulu menyatakan, bahwa menarik retribusi parkir di halaman parkir Alfamart dan Indomaret adalah ilegal.

“Indomaret dan Alfamart itu sudah menjadi wajib pajak parkir daerah. Jadi, juru parkir di sana ialah ilegal dan tidak berhak memungut retribusi parkir lagi,” ujar Kepada Badan Pendapatan Daerah Bengkulu, Hadianto.

Berita tersebut kemudian mendapat banyak sekali tanggapan dari warganet. Tidak sedikit yang setuju dengan langkah tegas itu, karena mereka selama ini merasa dirugikan oleh kehadiran tukang parkir di area minimarket.

Dari penelusuran VIVA Otomotif di akun Twitter VIVA.co.id, Kamis 27 Mei 2021, setidaknya ada lima ulah tukang parkir yang menjadi sorotan warganet. berikut daftarnya:

Muncul tiba-tiba
Beberapa orang mengeluhkan bahwa tukang parkir tidak terlihat saat mereka datang, namun tiba-tiba muncul sembari meniup peluit ketika menghidupkan kendaraan dan hendak keluar.

Uang kembalian tidak pas
Terkadang pemilik kendaraan tidak memiliki uang kecil, sehingga terpaksa memberi nominal yang cukup besar. Tapi, kemudian uang kembalian dari juru parkir kurang, dengan alasan tidak punya receh.

Memungut retribusi di area bebas parkir
Tidak sedikit warganet yang menyatakan, bahwa tukang parkir tetap memungut retribusi meski lahan tersebut dinyatakan bebas dari biaya parkir oleh pemilik tempat.

Lepas tanggung jawab saat ada kehilangan
Parkiran kendaraan kerap menjadi sasaran tindak kejahatan. Sayangnya, ada keluhan dari warganet di mana mereka kehilangan helm namun juru parkir hanya mengaku tidak tahu.

Ada di semua lokasi
Selain minimarket, tukang parkir juga ada di lokasi Anjungan Tunai Mandiri atau ATM dan tempat fotokopi. Hal ini jadi yang cukup banyak dikeluhkan, karena terkadang pengunjung hanya ingin mengecek saldo atau melakukan transaksi yang nominalnya lebih kecil dari tarif parkir.