5 Wonderkid yang Inkonsisten untuk Bersinar di Timnas Indonesia: Gagal Memaksimalkan Potensi

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia selalu bisa menghasilkan talenta muda berbakat. Dalam setiap generasinya, selalu ada pemain muda berbakat yang muncul ke permukaan.

Belakangan, nama Marselino Ferdinan terus menjadi pembicaraan. Marselino disebut sebagai talenta muda terbaik Tanah Air saat ini. Media Inggris, Guardian pun sempat memasukkan nama Marselino dalam daftar panjang talenta muda paling menjanjikan di dunia versi mereka.

Pemain lain yang usianya tak jauh dengan Marselino pun menunjukkan potensi serupa. Sebut saja Ronaldo Kwateh, Zanadin Fariz, Muhammad Ferarri, Cahya Supriadi, dan banyak lagi pemain yang lain.

Namun, seharusnya kita tidak terlalu membahas pencapaian mereka di usia kelompok umur. Sebab, pembuktikan kualitas seorang pesepakbola adalah ketika mereka berlaga di level senior, tentunya bersama Timnas Indonesia.

Sebab, dalam banyak kasus, para pemain yang tampil apik di level junior justru tidak bisa menunjukkan performa serupa ketika sudah naik ke level senior di Timnas Indonesia. Mereka tidak bisa mencapai potensi terbaik yang mereka miliki.

Gavin Kwan Adsit

Bek Timnas Indonesia, Gavin Kwan, saat melawan Thailand pada laga persahabatan di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu, (03/6/2018). Indonesia bermain imbang 0-0 dengan Thailand. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Bek Timnas Indonesia, Gavin Kwan, saat melawan Thailand pada laga persahabatan di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu, (03/6/2018). Indonesia bermain imbang 0-0 dengan Thailand. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Gavin Kwan Adsit sempat menarik perhatian. Pada awal kemunculannya, ia bahkan sempat mendapatkan kesempatan bermain untuk klub Rumania, CFR Cluj.

Gavin memiliki kemampuan yang bagus. Ia memiliki fleksibilitas yang sangat tinggi. Hampir semua posisi kecuali bek tengah, penjaga gawang, dan penyerang tengah bisa ia perankan.

Namun, kemampuan itu justru mempuat kariernya mandek. Pemain berusia 26 tahun itu tidak bisa menemukan posisi yang paling pas yang bisa ia perankan.

Pemain yang kini memperkuat Persis Solo itu sejauh ini baru memiliki sembilan caps di Timnas Indonesia senior. Terakhir kali ia membela Tim Merah-Putih pada akhir 2019.

Hansamu Yama

Bek Timnas Indonesia, Hansamu Yama, melakukan tekel saat melawan Timor Leste pada laga Piala AFF 2018 di SUGBK, Jakarta, Selasa (13/11). Indonesia menang 3-1 atas Timor Leste. (Bola.com/Yoppy Renato)
Bek Timnas Indonesia, Hansamu Yama, melakukan tekel saat melawan Timor Leste pada laga Piala AFF 2018 di SUGBK, Jakarta, Selasa (13/11). Indonesia menang 3-1 atas Timor Leste. (Bola.com/Yoppy Renato)

Hansamu Yama dan Gavin Kwan Adsit adalah pemain yang berasal dari angkatan yang sama. Keduanya sama-sama pernah bermain untuk Timnas Indonesia U-19.

Hansamu pun menjadi bagian dari skuad Garuda Nusantara yang menjadi juara di ajang Piala AFF U-19 2013. Kariernya saat itu melejit.

Namun, belakangan Hansamu justru sangat kesulitan untuk bisa kembali ke Timnas Indonesia. Sudah lebih dari tiga tahun bek berusia 27 tahun itu absen membela skuad Garuda.

Kini, Hansamu Yama membangun kembali kariernya. Ia menjadi salah satu bek andalan Persija Jakarta di Liga 1 2022/2023.

Febri Hariyadi

Pemain Timnas Indonesia, Febri Hariyadi, saat latihan di Stadion Madya, Jakarta, Kamis, (20/2/2020). Para pemain timnas membuka sesi latihan kali ini dengan santai dan ceria. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)
Pemain Timnas Indonesia, Febri Hariyadi, saat latihan di Stadion Madya, Jakarta, Kamis, (20/2/2020). Para pemain timnas membuka sesi latihan kali ini dengan santai dan ceria. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016 tak akan dilupakan Febri Hariyadi. Pada ajang itu, namanya mulai dikenal publik.

Febri yang saat itu belum genap berusia 20 tahun tampil sangat percaya diri. Ia tak ragu untuk mengajak lari dan melewati lawan.

Febri pun sempat mendapatkan kesempatan 19 kali memperkuat Timnas Indonesia senior. Namun, dua tahun terakhir penampilannya menurun drastis.

Pemain yang kini berusia 26 tahun itu bahkan sempat kesulitan menembus skuad utama Persib Bandung. Pada Liga 1 2022/2023, Febri baru mengemas satu assist dari tujuh laga.

Bayu Gatra

Di babak pertama Timnas Indonesia lebih dahulu membobol gawang Malaysia. Tampak pemain timnas yang berkostum merah, Bayu Gatra melepaskan tendangan ke gawang Malaysia (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)
Di babak pertama Timnas Indonesia lebih dahulu membobol gawang Malaysia. Tampak pemain timnas yang berkostum merah, Bayu Gatra melepaskan tendangan ke gawang Malaysia (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)

Persisam Samarinda yang saat ini berubah menjadi Bali United menjadi batu loncatan pertama bagi Bayu Gatra. Ketika memperkuat Persisam pada 2010, Bayu memiliki karakter permainan menarik.

Pemain yang kini berusia 30 tahun itu memiliki postur yang kecil. Namun, kelincahan dan kreativitasnya cukup baik.

Bayu Gatra pun sempat bersinar di Timnas Indonesia kelompok umur hingga di level Timnas Indonesia U-23. Bayu menjadi pilar utama ketika Garuda Muda meraih medali perak pada SEA Games 2013.

Namun, di level Timnas Indonesia senior, Bayu Gatra tak bisa menunjukkan potensi terbaik. Ia hanya bisa mencatatkan tiga caps bersama skuad Garuda.

Andik Vermansah

Gelandang Timnas Indonesia, Andik Vermansah, berebut bola dengan gelandang Timor Leste, Rufino Gama, pada laga Piala AFF 2018 di SUGBK, Jakarta, Selasa (13/11). Indonesia menang 3-1 atas Timor Leste. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)
Gelandang Timnas Indonesia, Andik Vermansah, berebut bola dengan gelandang Timor Leste, Rufino Gama, pada laga Piala AFF 2018 di SUGBK, Jakarta, Selasa (13/11). Indonesia menang 3-1 atas Timor Leste. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Andik sempat menjadi fenomena menarik. Pada awal kariernya, ia sempat memaksa David Beckham melakukan tekel keras kepadanya dalam sebuah laga uji coba di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Andik pun sempat merasakan trial di beberapa klub top luar negeri. Karier terbaik Andik berlangsung di Malaysia pada periode 2013 hingga 2019.

Dua tim Malaysia, Selangor dan Kedah Darul Aman pernah ia perkuat. Penampilannya cukup apik di Malaysia, terutama ketika memperkuat Selangor.

Namun, karier Andik di Timnas Indonesia senior seperti mandek. Meski mencatkan 30 caps, ia hanya bisa mencetak dua gol.