5 Wonderkid yang Merana Musim Ini: Duo Belanda Kehilangan Kesaktian

Bola.com, Jakarta - Penampilan wonderkid, Jadon Sancho bersama Borussia Dortmund musim ini sangat mengesankan. Pemain berusia 19 tahun itu sudah mencetak 14 gol dari 23 penampilan di Bundesliga.

Sancho pun menjadi salah satu pemain tersubur di Bundesliga musim ini. Dia bertengger di posisi ketiga sebagai pencetak gol terbanyak di liga.

Bukan hanya piawai mencetak gol, Sancho juga bisa membuat umpan. Pemain kelahiran London, Inggris, itu sudah mencatatkan 15 assist untuk rekan setimnya.

Jadon Sancho merupakan contoh pemain muda yang tampil memukau pada musim ini. Tidak mengherankan kalau sang pemain mendapatkan banyak pujian dari berbagai pihak.

Namun, tidak semua pemain muda berbakat bisa menunjukkan penampilan terbaiknya musim ini. Beberapa di antaranya bahkan tampil sangat mengecewakan bersama klubnya masing-masing.

Berikut ini tiga pemain muda yang menjanjikan tetapi belum menunjukkan potensi mereka pada musim 2019-2020 seperti dilansir Ronaldo.com.

Matthijs de Ligt

Matthijs de Ligt melakoni debut bersama Juventus di kompetisi resmi saat bersua Napoli di Allianz Stadium, Sabtu (31/8/2019). (AFP/Isabella Bonotto)

Ajax menembus semifinal Liga Champions setelah menyingkirkan Real Madrid dan klubnya saat ini Juventus. Mereka sangat solid di belakang dan berbahaya di depan.

Matthijs de Ligt adalah alasan di balik pertahanan mereka yang kuat. Lulusan akademi Ajax itu menjadi kapten pada usia 18 dan penampilannya sangat mengesankan.

Dia pindah ke Turin setelah dibujuk oleh Ronaldo. Tapi, kariernya di Turin belum berjalan mulus. Seandainya tidak ada badai cedera, dia hanya menjadi pilihan keempat di klub.

  

Callum Hudson-Odoi

Striker Chelsea asal Inggris, Callum Hudson-Odoi. (AFP/Ian Kington)

Chelsea mungkin memenangkan kompetisi pemain muda secara berturut-turut tetapi pemain muda sulit mendapat tempat di tim utama. Callum Hudson-Odoi berada dalam situasi yang sama. Tapi nasibnya berubah ketika Bayern Munchen ingin merekrutnya.

Hudson-Odoi memiliki musim debut yang hebat dan sensasional di sayap kiri. Dia menunjukkan kreativitas dan visi, sementara umpan silangnya juga tidak mengecewakan.

Tapi itu belum terjadi musim ini. Karena diganggu cedera, dia kehilangan kepercayaan diri dan gagal bersaing dengan Christian Pulisic. Pulisic adalah pemain sayap kanan, tetapi pindah ke kiri karena Odoi tidak menunjukkan performa terbaiknya.

Frenkie de Jong

Gelandang asal Belanda Frenkie de Jong mencium logo klub barunya saat pengenalan dirinya sebagai pemain Barcelona di stadion Camp Nou, Spanyol (5/7/2019). Frenkie de Jong sangat antusias bisa bermain dengan sang superstar, Lionel Messi. (AFP Photo/Lluis Gene)

Gelandang Belanda ini punya bakat yang sangat besar. Dia berlari ke sepertiga akhir, melindungi pertahanan, dan mendistribusikan bola ke depan.

De Jong melakukan semuanya. Dia kemudian bergabung dengan Barcelona. Dia belum tampil mengesankan sekarang. Dan kemampuan sepakbolanya paling banyak mengalami kemunduran.

Dia bukan lagi seorang petualang. Dia memberi umpan ke samping. Dia tidak lagi melindungi pertahanan. Itu pekerjaan Sergio Busquets. Dia tidak lagi mendistribusikan bola ke depan. Itu adalah pekerjaan Arthur. De Jong hanya memberikan umpan ke samping.

Tanguy Ndombele

Bek Tottenham Hotspur, Tanguy Ndombele berebut bola dengan Red Star Belgrade, Nemanja Milunovic pada pertandingan Grup B Liga Champions di Rajko Mitic Stadium, Serbia (6/11/2019). Tottenham menang telak 4-0 atas Red Star. (AP Photo/Darko Vojinovic)

Tottenham Hotspur memecahkan rekor transfer termahal mereka sepanjang masa demi menggaet gelandang Tanguy Ndombele dari Olympique Lyon yang dibeli seharga 60 juta euro (sekira Rp959 miliar) disertai klausul tambahan 10 juta euro (sekira Rp159,8 miliar).

Angka tersebut melampaui harga termahal yang pernah dibayarkan Tottenham untuk mendatangkan bek Davinson Sanchez dari Ajax, senilai 42 juta poundsterling (sekira Rp749,2 miliar) pada musim panas dua tahun lalu.

Ndombele menandantangani kontrak jangka panjang dengan durasi hingga 2025, demikian seturut laman resmi Tottenham.

Gelandang Prancis berusia 22 tahun itu jadi incaran banyak klub elite Eropa setelah tampil menawan musim lalu.

Ia membantu Lyon mencapai babak 16 besar Liga Champions serta menduduki peringkat ketiga Liga 1 Prancis. Di Lyon, ia tampil 98 kali di semua kompetisi dengan catatan empat gol.

Sayang di Tottenham kariernya melempem. Diganggu cedera di awal musim, sang pemain terlihat kesulitan menemukan bentuk permainan terbaik. Pelatih Spurs, Jose Mourinho, secara terbuka pernah mengkritik masalah kebugarannya.

The Special One mengaku tidak bisa terus memberi kesempatan pada Dombele jika ia tak segera bangkit.

 

Diogo Dalot

Bek Manchester United, Diogo Dalot berebut bola dengan striker Young Boys, Roger Assale selama pertandingan grup H Liga Champions di The Stade de Suisse di Bern (19/9). Dalot menjalani debutnya dengan MU di pertandingan ini. (AFP Photo/Fabrice Coffrini)

Manchester United disebut memasukkan nama Diogo Dalot dalam daftar jual klub pada musim 2020-2021. Saat ini, Tottenham yang dilatih Jose Mourinho disebut sebagai pembeli potensial bagi Diogo Dalot.

Diogo Dalot bergabung dengan United pada Juli 2018 lalu. Harga transfer pemain asal Portugal tersebut tidak diumumkan. Namun, sejumlah sumber menyebut United membayar 20 juta pounds untuk membelinya dari Porto.

Diogo Dalot disiapkan untuk menjadi pengganti Antonio Valencia di posisi bek kanan. Akan tetapi, pada musim pertamanya, karir Diogo Dalot tidak berjalan sesuai harapan karena dia sering cedera.

Pada musim keduanya, Ole Gunnar Solskjaer sempat memainkan Diogo Dalot di luar posisi bek kanan. Namun, pemain berusia 21 tahun dianggap tidak mampu tampil sesuai dengan harapan sang manajer.

 

Sumber asli: Ronaldo.com

Disadur dari: Bola.net (Aga Deta, Published 14/5/2020)

Video