50 Buronan Ditangkap Kejaksaan Sepanjang 2012

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Satuan Tugas (Satgas) Monitoring Center Kejaksaan Agung (Kejagung) sepanjang 2012 berhasil membekuk 50 orang yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan.

Jaksa Agung Basrief Arief dalam jumpa pers akhir tahun di Ruang Sasana Pradhana, Kejaksaan Agung, Jakarta Pusat, menjelaskan bahwa Satgas tersebut bertugas melakukan pencarian terhadap tersangka dan narapidana yang dinyatakan DPO.

"Selama kurun waktu 2012, dapat diamankan untuk tindak pidana korupsi 38 orang dan tindak pidana umum 12 orang, jadi jumlahnya 50 orang," kata Basrief di depan para wartawan, dan Tribunnews.com, Rabu (26/12/2012) kemarin.

Tim Monitoring Center baru beroperasi pada Juli 2011. Selama 2011, Satgas ini berhasil membekuk 8 buronan. Dua orang buronan yang ditangkap sudah masuk dalam tahap eksekusi, sementara enam orang lainnya masih dalam tahap penyidikan.

"Tentunya kami masih melakukan pelacakan baik tersangka mapun terpidana yang melarikan diri, khususnya di dalam negeri," ucap Basrief.

Sementara buronan yang lari ke luar negeri dicari dan ditangkap tim terpadu pencari tersangka dan terpidana tindak pidana korupsi.
Tim ini terdiri dari beberapa unsur seperti Imigrasi, Kemenko Polhukam, Kejaksaan, Interpol, dan instasi terkait lainnya termasuk di dalamnya Kementerian Luar Negeri.

"Ini di bawah koordinasi Menko Polhukam dan diketuai Wakil Jaksa Agung Darmono," ucap Basrief.

BACA JUGA:

  • Menteri ESDM Kaji Penghapusan BBM Subsidi di ...
  • Polri Sudah Siapkan Penyidik untuk KPK
  • Polisi Periksa 14 Saksi Terkait Bom di Pasar ...
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.