50 Negara Ramaikan Pameran Indo Defence 2012

Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 50 negara meramaikan pameran Internasional industri peralatan pertahanan Indo Defence 2012 Expo and Forum yang digelar di di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta.

Pameran Indo Defence 2012 bertema "Building Roadmap for Defence Industry, Present and Futures" digelar Rabu (7/11) hingga Sabtu(10/11) bersamaan dengan Indo Aerospace Forum dan Indo Marine Forum, yang dibuka oleh Wakil Presiden Boediono itu diikuti oleh 600 perusahaan industri pertahanan.

Perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi kali ini merupakan perusahaan raksasa dari dalam dan luar negeri seperti PT Dirgantara Indonesia, PT PAL, PT Pindad, PT LEN, Lundin, Lockheed Martin, Damen Schelde Naval Shipbuilding, DSME, EADS, Team Australia, Russian Technologies, Bel Tech Export, SSM, Ukrespecexport, Rheinmetall, Renault Trucks Defense.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, mengatakan, delegasi resmi yang datang dari luar negeri merupakan negara-negara sahabat seperti Brunei Darussalam, Philipinas, Cambodia, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Rep Azerbaijan, Royal Netherland, Bosnia dan Herzegovina, India, Rep of Korea, France, Czech Republic, Turki, China Brazil, Rep Congo, Ukraina, Qatar, Belarus dan Ecuador dan Iran.

Pameran ini, dinilai penting bagi Indonesia khususnya Kemhan RI sebagai forum untuk membangun pemahaman dan kerja sama militer regional, strategis kemitraan serta menjalin ikatan bisnis.

"Bagi Indonesia, kegiatan ini merupakan langkah untuk memperkuat industri pertahanan dan keamanan di Indonesia," katanya.

Selain kegiatan pameran, pada penyelenggaraan Indodefence 2012 Expo dan forum juga diselenggarakan program-program menarik untuk para delegasi diantaranya courtessy call, gala dinner, technical product presentation dan seminar serta aerobatic show oleh jupiter aerobatic team (JAT) TNI AU yang menggunakan 6 unit pesawat KT-1B dan pegasus team yang menggunakan helikopter EC120B Colobri.

Pada kegiatan seminar dengan tema "Empowering Indonesia`s Industry for Defence Modernization" akan diselenggarakan oleh Centre for National Security Studies (CNSS) dengan pembicara dari kalangan industri dalam dan luar negeri.

Pameran ini telah dirancang dapat menampung lebih dari 20.000 pengunjung, praktisi industri pertahanan serta praktisi militer. Kementerian Pertahanan sebagai tuan rumah mengkoordinasikan delegasi-delegasi dari dalam dan luar negeri untuk ikut serta dalam setiap kegiatan pameran.

Ajang pameran dua tahunan itu digunakan oleh Pemerintah Indonesia untuk memamerkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik TNI dan Polri.

Sementara itu, Direktur PT Napindo Media Ashatama sebagai pihak penyelenggara Indo Defence, Herman Wiriadipura, berharap dalam pameran tersebut produk milik Pemerintah Indonesia akan mendominasi industri alat pertahanan.

"Pada pameran Indo Defence kelima ini kami berharap total persentase produk dalam negeri akan melebihi produk buatan asing," kata Herman.

Selain meningkatkan penjualan produk alat pertahanan produksi PT Pindad, melalui kerja sama antarindustri pertahanan dengan negara lain, kegiatan pameran tersebut juga diharapkan dapat memberikan dampak peningkatan kegiatan ekonomi, khususnya di sektor pariwisata, di Indonesia.

Indo Defence 2012 Expo and Forum memiliki target lebih dari 20.000 pengunjung dari kalangan umum, praktisi industri pertahanan, dan militer. (tp)




Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.