50 persen milenial percayai influencer medsos untuk pilih produk

Tren influencer belum akan hilang dalam waktu dekat ini.

Menurut penelitian terbaru Morning Consult, "The Influencer Report", hampir tiga perempat (72 persen) dari semua Generasi Z dan milenial mengikuti influencer media sosial.

Laporan penelitian itu -dari survei kepada lebih dari 2.000 anak usia 13-38 tahun- mengeksplorasi keterikatan generasi kepada para influencer, dan platform-platform media sosial, yang menemukan “di mana kaum muda Amerika menuruti influencer, siapa yang mereka sukai untuk diikuti, mengapa mereka mengikuti, seberapa percaya mereka kepada influencer, dan seberapa besar minat diri mereka sendiri menjadi influencer."

Wakil Presiden Konten Morning Consult, Jeff Cartwright, berkata, "Bukan hanya influencer yang mempengaruhi kebiasaan dan tren konsumen - mereka juga sungguh mendikte dan mengubah cara berpikir kaum muda Amerika tentang budaya dan dunia di sekitar mereka."

Lima puluh dua persen Gen Z dan 50 persen dari milenial yang disurvei mengaku percaya influencer memberikan nasihat yang baik tentang merek dan produk yang mereka promosikan. Angka-angka itu berada di atas remondasi selebritis-selebritis dan atlet-atlet favorit mereka, dan tipis di bawah ulasan produk aktual dari situs web dan berita.

Studi ini menemukan bahwa hampir 1 dari 4 Gen Z wanita menyebut influencer sebagai media paling umum untuk mempelajari produk-produk baru yang akan dibeli.

"Mengapa mereka menuruti orang-orang ini (influencer) adalah karena mereka otentik," kata Cartwright. "Mereka merasa influencer-influencer itu teman-teman mereka ... Anda merasa seperti sedang menyaksikan teman-teman Anda. Mereka bukan polesan. Mereka berbicara dalam bahasa sehari-hari. Anda langsung terpikat dan langsung terbawa masuk."

Dan platform favorit untuk mengikuti influencer?

Instagram menjadi pilihan teratas perempuan Gen Z dan milenial, tetapi YouTube milik Google menempati urutan pertama bagi laki-laki Gen Z dan milenial.

Nama-nama top influencer YouTube seperti PewDiePie, Jeffree Star dan Shane Dawson berada dalam daftar influencer paling populer dalam platform sosial berbagi video itu, kata Morning Consult.

"Jeffree Star melakukan tutorial video YouTube, dia menghasilkan 18 juta dolar AS pada 2018 hanya dengan sponsor brand murni," kata Cartwright. "Kita semua berada dalam bisnis yang salah."

Influencer adalah pasar sangat besar.

Menurut "The Influencer Report," 86 persen dari Gen Z dan milenial mengaku bersedia memposting konten sponsor demi memperoleh uang.

“Anak-anak ini (Generasi Z dan Milenial) besar bersama media sosial,” kata Cartwright. “Mereka tumbuh dengan sudah memiliki merek pribadi sejak mereka berusia 5 tahun. Bagi mereka, gambaran menjadi influencer hampir sama wajarnya dengan mengendarai sepeda. ”

Enam puluh enam persen anak muda Amerika juga mengatakan mereka akan menerima uang untuk mempromosikan produk di salah satu kanal media sosial mereka jika mereka menyukainya - dengan 20 persen lainnya mengaku akan tetap mempromosikannya meskipun mereka tidak tertarik kepada produk tersebut.

Sepanjang konten menyebar, bagian besar Gen Z dan milenial mengaku mereka lebih mungkin memposting merek dan produk daripada makanan yang mereka santap, dengan 61 persen mengaku memposting secara organik merek yang mereka sukai.

Dan motivasi terbesar di balik menjadi influencer? Lebih dari separuh Gen Z yang disurvei mengaku profesi ini memberi mereka kesempatan untuk menciptakan perbedaan di dunia, sementara kebanyakan milenial menyebutkan jam yang fleksibel.

Tetap saja lebih dari 50 persen dari kedua generasi ini mau menjadi influencer demi uang.

Instagram milik Facebook mengumumkan belum lama tahun ini bahwa mereka akan menguji menyembunyikan jumlah suka (like) yang diterima posting pengguna, dan sekarang perusahaan tersebut membuat tes itu menjadi kenyataan, dengan 'suka' mulai menghilang dari akun pengguna AS pekan ini.

Direktur Kemitraan Fesyen Instagram Eva Chen - yang telah bereksperimen dengan 'suka' tersembunyi pada akunnya - mengatakan kepada Yahoo Finance bulan lalu bahwa dia mengumpulkan perasaan positif terhadap tes tersebut.

Morning Consult menyimpulkan kaum muda Amerika mengkategorikan keaslian influencer yang mereka ikuti terhadap apa yang diikuti atau sukai. 58 persen dua generasi muda ini menilai keaslian adalah sifat "sangat penting" untuk influencer, sedangkan sekitar 10 persen mengklaim influencer dengan pengikut besar membawa pengaruh lebih signifikan.

Chelsea Lombardo adalah asisten produksi Yahoo Finance. Anda bisa menemukan karya dia lainnya di sini.

Ikuti Yahoo Finance.