500 Warga Iran Unjuk Rasa Film Anti-Islam  

TEMPO.CO, Teheran - Dari Teheran, sekitar 500 warga Iran juga berunjuk rasa di di dekat Kedutaan Besar Swiss, Kamis, 13 September 2012. Kedutaan tersebut menangani urusan Amerika Serikat di Iran setelah hubungan kedua negara memanas. Demonstran meneriakkan »Mati Amerika” dan ancaman mati terhadap sineas film Innocence of Muslims.

Meskipun mengutuk serangan yang mengakibatkan kematian Duta Besar Amerika untuk Libya, John Christopher Stevens, Selasa, 11 September 2012, Pemerintah Iran meminta Amerika Serikat untuk introspeksi.

»Serangan ini menujukkan kebencian umat muslim terhadap kebijakan Amerika Serikat yang diwarnai Islamofobia,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ramin Mehmanparast, seperti dikutip IRNA.

Ratusan polisi dan aparat keamanan mencegah kerumunan agar tidak mendekati kompleks kedutaan. Pejabat diplomatik Swiss telah dievakuasi sebagai tindakan keamanan. Beberapa demonstran membawa bendera Mesir dan Libya dalam mendukung muslim di negara-negara tempat protes kekerasan terhadap film telah terjadi sejak Selasa, 11 September 2012.

Kantor berita Iran mengatakan, demonstrasi itu dilakukan oleh Masyarakat Mahasiswa Islam, sebuah kelompok garis keras yang setia pada universitas pemimpin tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei, yang telah melakukan aksi unjuk rasa anti-Barat di masa lalu.

ASIAONE | SITA PLANASARI | ALIA

Berita Terkait:

Innocence of Muslims Didanai 100 Donatur Yahudi?

Sutradara ''The Innocence of Muslims'' Orang Yahudi? 

Motif di Balik Film Anti-Islam Innocence of Muslim 

Kemenkominfo Blokir 16 Video Innocence of Muslims

Google Tetap Pampang Film ''Anti-Islam'' di Youtube 

Sutradara Film Penghina Nabi Muhammad Sembunyi

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.