51 Adegan Rencana Eksekusi Brigadir J di Rumah Ferdy Sambo Selesai, Ini Rinciannya

Merdeka.com - Merdeka.com - Tim Khusus (Timsus) Polri menyelesaikan 51 adegan dalam rekonstruksi pembunuhan berencana Brigadir J di rumah pribadi Ferdy Sambo di jalan Saguling, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8). Adegan di rumah dinas Ferdy Sambo itu mengungkap detik-detik penembakan Brigadir J.

"Sudah adegan ke-51," kata Kadiv Humas Polri, Irjen Pol Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi.

Setelah itu, proses reka adegan akan berlanjut di rumah dinas Ferdy Sambo, KomplekS Perumahan Polri, Duren Tiga Jakarta Selatan.

"Tinggal yang Duren Tiga. Habis ini berangkat," ucap dedi.

Rumah dinas Ferdy SaMBO menjadi tempat eksekusi Brigadir J. Gambaran itu bakal dilakukan dengan meragakan 27 adegan peristiwa pembunuhan Brigadir J.

Pantauan merdeka.com di rumah dinas Ferdy Sambo, personel Brimob bersenjata lengkap dengan rompi dan helm anti peluru menjaga rumah tersebut. Lima personel Brimob terlihat di depan gerbang masuk rumah.

Di pintu gerbang, ada penyidik yang membuka segel dan mengangkat garis polisi sebagai tanda dibuka lokasi tempat kejadian perkara (TKP) untuk proses persiapan rekonstruksi.

Selama proses rekonstruksi ini, hadir tim jaksa penuntut umum, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) sebagai pihak pengawas eksternal.

Selama proses rekonstruksi di lokasi itu terlihat tersangka Putri, Bripka RR, Bharada E, KM terlihat meragakan sebanyak 16 adegan meliputi peristiwa pd tgl 4, 7 dan 8 Juli 2022, dimana insiden dugaan pelecehan oleh Brigadir J itu terjadi.

Sementara untuk lokasi kedua bakal digelar di rumah pribadi jalan Saguling dengan sebanyak 35 adegan, meliputi peristiwa pada tgl 8 Juli dan pasca pembunuhan Brigadir J. Adegan itu disebut jadi proses perencanaan Irjen Ferdy Sambo kala itu untuk merancang skema pembunuhan berencana.

Rekonstruksi pembunuhan Brigadir J dimulai dari adegan 11. Sementara 1-10 tidak disiarkan secara langsung lewat channel Polri TV. Berikut rinciannya

Adegan 11
Putri tertidur di kasur saat berada di rumah Magelang. Dia ditemani brigadir J dan Kuat Ma'ruf.

Adegan 13
Brigadir J, Bharada E, Kuat dan Bripka RR tidur bersama di sebuah ruangan.

Adegan 14
Putri menelepon dari tempat tidur.

Adegan 15
Bripka R memegang senjata api laras panjang berjalan dengan Bharada E.

Adegan 16
Bripka R serahkan senjata api laras panjang ke Bharada E. Lalu mereka letakkan senjata ke dalam mobil.

Adegan 16A
Tersangka Bharada E masuk ke mobil. Duduk di samping kemudi.

Adegan 16B
Kuat, Bharada E, Putri serta saksi berada di dalam mobil. Bersiap-siap menuju Jakarta dari Magelang.

Adegan 17 (Mulai di rumah pribadi Ferdy Sambo)
Ferdy Sambo duduk di ruang kerja di rumah Saguling.

Adegan 18
Mobil yang dikendarai Bharada E, Kuat memdampingi dan Putri tiba di rumah pribadi Saguling. Putri turun dari mobil. Putri masuk ke rumah.

Adegan 19
Bharada E dan sejumlah ajudan berjaga di depan rumah

Adegan 20
Mobil kedua datang. Mobil itu membawa korban Brigadir J bersama tersangka RR. Brigadir J berada di garasi rumah, masuk ke rumah membawa barang-barang.

Adegan 21
Tersangka Putri duduk sambil memegang handphone.

Adegan 22
Kuat dan RR berada di lantai 3. Kuat beserta Bharada E memegang senjata api. Ada Putri bersama mereka.

Adegan 23
Kuat dan Bharada E membawa senjata laras panjang masuk ke ruangan.

Adegan 24
Bharada E, Kuat, Putri dan FS masuk ke ruangan. Ferdy sama Putri duduk satu sofa dan berdiskusi. Pertemuan pertama FS dan PC. FS membisiki Putri. Pembicaraan diduga merancang pembunuhan Brigadir J

Adegan 25
FS memegang HT. FS memanggil para ajudan.

Adegan 26
PC kemudian berdiri pergi. Bripka RR masuk ke ruangan. RR menunduk memberikan hormat dan duduk di depan Ferdy Sambo.

Adegan 27
Bripka RR diskusi bersama Ferdy Sambo

Adegan 28 dan 29
Bripka RR keluar dari ruangan dan turun menggunakan lift

Adegan 30
RR dan Bharada E di luar rumah berbincang. Di belakang mereka ada Kuat Maruf. Tidak jauh dari situ juga ada Brigadir J, Saksi Romer, Saksi Prayogi. Terlihat ada senjata laras panjang di saku celana Bharada E.

Adegan 31
Bharada E masuk ke dalam rumah. Naik ke lantai tiga. FS sudah menunggu depan lift.

Adegan 32
Bharada E kemudian diganti pengganti. Pengganti menghadap ke Sambo dan mereka bersama-sama ke ruangan yang tadi waktu Sambo pake HT.

Adegan 37
Di ruangan itu PC duduk, Sambo berdiri. Para tersangka lainnya juga hadir.

Adegan 37D
Bharada E turun, ke parkiran. Bharada E membawa senjata di saku celananya.

Adegan 38
Bharada E masuk ke mobil dan buka dashboard.

Adegan 38 B: Bharada E ambil senjata api di dalam tas.

Adegan 38C: Dia bawa senjata api ke seberang rumah. Di sana ada RR sedang tiduran dan Kuat duduk. Dia memperlihatkan senjata api dalam tas itu ke yang lain.

Adegan 39
Bharada E masuk kembali ke rumah, Bharada E nunggu di depan ruangan lantai 3. Di dalam ruangan ada FS. Tapi Bharada E tidak masuk.

Adegan 40
Adegan selanjutnya Ferdy Sambo dan Putri masuk ke ruangan, seperti kamar pribadi.

Adegan 42

Putri C, Bripka RR, Bharada E siap masuk mobil menuju rumah dinas Ferdy Sambo

Adegan 43
Bripka RR masuk mobil, ada Putri di dalamnya

Adegan 44
Putri dan Bripka berada depan mobil

Adegan 44B
Putri masuk mobil, Bripka RR taruh barang-barang Putri di bagasi mobil.

Adegan 44C
Bripka RR masuk kursi pengemudi, Bharada E masuk mobil duduk sebelah Putri.

Adegan 45
Posisi dalam mobil: RR sopir, Putri di belakang Bripka RR, Bharada E sebelah Putri. Brigadir J ikut di dalam mobil

Adegan 46:
Rombongan menuju rumah dinas Ferdy Sambo

Adegan 47

Rombongan mobil tiba di rumah dinas duren tiga.

Adegan 48

Kuat Maruf dan PC juga keluar dari dalam mobil. Bharada E juga keluar dr mobil.

Adegan 49

Bripka RR dan Kuat masuk rumah, kemudian PC memasuki rumah disusul Bharada E.

Adegan 50

PC dan KM memperagakan rekonstruksi di dekat garasi rumah dinas. Bharada E di belakang PC dan KM.

Adegan 51

Keempatnya masuk ke dalam rumah.

Reporter: Michelle Kurniawan [ray]