52 Emiten Kena Peringatan Tertulis II dan Denda Rp 50 Juta, Ini Penyebabnya

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 52 perusahaan tercatat (emiten) saham belum menyampaikan laporan keuangan yang berakhir per 31 Desember 2020.

Adapun 52 emiten itu belum menyampaikan laporan keuangan hingga ketentuan pada 30 Juni 2021. BEI menyatakan mengacu pada ketentuan II.6.1 Peraturan Bursa Nomor I-H tentang sanksi, bursa telah memberikan peringatan tertulis II dan denda sebesar Rp 50 juta kepada 52 emiten yang tidak memenuhi kewajiban penyampaian laporan keuangan auditan yang berakhir per 31 Desember 2020 sesuai dengan batas waktu yang telah ditentukan.

BEI menyebutkan total perusahaan tercatat termasuk KIK berjumlah 786. Rincian 786 edek dan perusahaan tercatat itu antara lain 755 efek dan perusahaan tercatat wajib menyampaikan laporan keuangan auditan yang berakhir per 31 Desember 2020.

Selain itu, tujuh perusahaan tercatat memiliki tahun buku berbeda, dan 24 efek dan perusahaan tercatat tidak wajib menyampaikan laporan keuangan yang terdiri dari satu reksa dana KIK (ETF) dan 23 perusahaan tercatat setelah 31 Desember 2020.

703 perusahaan telah menyampaikan laporan keuangan hingga 30 Juni 2021. Rincian dari 703 perusahaan itu antara lain 653 perusahaan tercatat saham, ETF sebanyak 46, DIRE dan DINFRA sebanyak empat.

Selain itu, tujuh perusahaan tercatat memiliki tahun buku berbeda pada Januari, Maret, dan Juni. Rincian tujuh perusahaan itu antara lain lima perusahaan tercatat telah menyampaikan laporan keuangan interim secara tepat waktu, dua perusahaan tercatat belum menyampaikan laporan keuangan dan belum melewati batas waktu.

Kemudian 24 efek tidak wajib menyampaikan laporan keuangan antara lain satu ETF, 23 perusahaan tercatat yang tercatat setelah 31 Desember 2020.

88 Emiten Kena Peringatan Tertulis I Gara-Gara Belum Beri Laporan Keuangan

Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (13/2). Pembukaan perdagangan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,57% atau 30,45 poin ke level 5.402,44. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pengunjung tengah melintasi layar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (13/2). Pembukaan perdagangan bursa hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat 0,57% atau 30,45 poin ke level 5.402,44. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 88 perusahaan tercatat atau emiten dan delapan efek hingga 31 Mei belum menyampaikan laporan keuangan auditan yang berakhir per 31 Desember 2021.

Oleh karena itu, BEI telah memberikan peringatan tertulis I kepada delapan efek dan 88 perusahaan tercatat yang tidak memenuhi kewajiban penyampaian laporan keuangan auditan yang berakhir per 31 Desember 2020 secara tepat waktu.

Hal ini mengacu pada ketentuan II.6.1 Peraturan Bursa Nomor I-H tentang sanksi dan ketentuan V.I.3 Peraturan Bursa Nomor I-C tentang pencatatan dan perdagangan unit penyertaan reksa dana berbentuk kontrak investasi kolektif di bursa.

Berikut daftar perusahaan tercatat saham hingga 31 Mei 2021 belum menyampaikan laporan keuangan auditan yang berakhir per 31 Desember 2021. Perusahaan tercatat pun dikenakan peringatan tertulis I.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel