526 Sapi Terjangkit, Hanya Dua Kabupaten di Bali Bebas PMK

Merdeka.com - Merdeka.com - Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak ditemukan pada tujuh kabupaten/kota di Bali. Hanya pada dua daerah wabah itu belum ditemukan.

"Yang pertama adalah Kabupaten Tabanan dan kedua Kabupaten Badung, Tapi di sini pun sudah mulai vaksinasi," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra saat ditemui di Kantor DPRD Bali, Senin (18/7).

Ia menyebutkan, vaksinasi bagi sapi di Pulau Bali terus digalakkan untuk memutus penyebaran PMK. Kegiatan itu difokuskan pada tujuh daerah yang terjangkit PMK.

"Vaksinasi PMK sedang berjalan terus, kecepatan dan kinerja vaksinasi kita ini terus kita tingkatkan. Tapi vaksinasinya ini adalah masih terfokus kepada di daerah-daerah yang terjangkit," imbuhnya.

Vaksin Kurang

Ia mengatakan, jumlah populasi sapi di Bali sebanyak 558 ribu ekor lebih. Sementara vaksin diterima hingga saat ini baru 112 ribu dosis.

"Karena itu, kita menggunakan strategi fokus prioritas, vaksinasi pada zona-zona yang terinfeksi PMK yang diutamakan dulu, radius tiga kilo meter. Artinya, kalau di sini ada kasus, maka vaksinasinya kita utamakan di radius tiga kilometer. Kalau ini tuntas kita fokuskan di radius 10 kilometer," jelasnya.

Untuk mempercepat vaksinasi, Pemerintah Provinsi Bali bekerjasama dengan Fakultas ke Dokteran Hewan Universitas Udayana (Unud) dan juga Persatuan Dokter Hewan Cabang Bali. "Kita, bekerja sama sehingga dari hari ke hari semakin banyak petugas dokter hewan yang membantu vaksinasi dan kinerja vaksinasi kita meningkat. Di awal-awal ketika vaksinasi ini dilakukan oleh Dinas Pertanian kabupaten dan kota, kinerja kita 2 ribu (vaksinasi) per hari. Dan sekarang sudah diangka 4 ribu dan 4.500 per hari, karena dibantu," ujarnya.

Tidak ada target kapan vaksinasi akan rampung, karena Pemprov Bali masih meminta vaksin ke pemerintah pusat. "Karena vaksinnya tidak dalam genggaman kita. Jadi tidak bisa kita tentukan kapan selesai," ujarnya.

224 Ekor Sapi Terjangkit PMK Sudah Dipotong

Saat ini terdata 526 ekor sapi terjangkit PMK. Sebagian besar sudah dipotong bersyarat.

"Yang masih tertinggal per hari kemarin adalah 224 ekor yang belum dilakukan pemotongan bersyarat, tempatnya semuanya di Buleleng. Dan hari ini, sudah mulai dilakukan pemotongan bersyarat dan kemarin sudah 16 ekor, hari ini juga akan dilakukan pemotongan bersyarat, iya mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan yang lain," ungkapnya.

"Kalau, kabupaten lainnya sudah selesai, sudah clear dan dalam artian setiap ada kasus PMK pada sapi sudah dilakukan pemotongan bersyarat. Dengan demikian, kalau hewan pembawa virusnya sendiri sudah dipotong dengan protokol kesehatan juga, maka virusnya tidak akan menyebar," ujarnya.

Regulasi Pemotongan Bersyarat

Pemprov Bali belum menyiapkan ganti rugi sapi yang dipotong bersyarat, karena regulasinya masih diproses. "Untuk ganti ruginya belum, yang sudah dilakukan adalah pemotongan bersyarat, dengan kami membantu mencari tukang potong sapi (yang) bisa membeli dengan harga yang bagus. Kami juga sudah mengimbau kepada para tukang potong hewan agar jangan mempermainkan harga di saat situasi sulit seperti ini," katanya.

"Untuk, sementara belum (ganti rugi). Karena regulasi tentang penentuan kompensasi dan bantuan itu belum selesai. Kalau anggaran dari pusat tersedia, dari daerah tersedia, masalahnya regulasinya yang belum tuntas," ujarnya.

Kasus PMK paling banyak ditemukan di Kabupaten Buleleng. Posisi kedua ditempati Kabupaten Karangasem. "Tapi yang di Karangasem dan kabupaten lain semua sapinya sudah dilakukan pemotongan bersyarat. Sudah tidak ada lagi," ujarnya. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel