529 Homestay Dorong Potensi Wisata di Likupang

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan telah membangun dan merevitalisasi sebanyak 529 unit rumah (homestay) di Likupang, Sulawesi Utara. Itu dilakukan untuk mendorong potensi wisata di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Likupang–Manado, Sulawesi Utara.

Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui program Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) berupa bantuan peningkatan kualitas rumah swadaya untuk pondok wisata (homestay) dan usaha pariwisata lainnya. Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid menjelaskan, program Sarhunta bertujuan untuk mendukung pemulihan pariwisata daerah. Selain itu juga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat yang juga terdampak pandemi Covid-19.

"Kami berharao program Sarhunta ini bisa bermanfaat dalam hal peningkatan kualitas rumah masyarakat di sekitar KSPN Likupang–Manado," ujar Khalawi dalam keterangan tertulis, Rabu (10/3/2021).

Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sulawesi I Hujurat menerangkan, jumlah bantuan peningkatan kualitas rumah swadaya untuk usaha homestay sebesar Rp 36,74 miliar. Dana dialokasikan untuk meningkatkan kualitas rumaha tidak layak huni yang ada di beberapa lokasi yang ada di KSPN tersebut.

Berdasarkan data yang ada, bantuan Sarhunta tersebut disalurkan untuk 263 unit homestay yang terdapat di tiga desa, yakni Marinsow, Pulisan, Kinunang, dan satu Kelurahan di Pulau Bunaken.

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

Promosi

Home Stay di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Likupang–Manado, Sulawesi Utara. (dok: PUPR)
Home Stay di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Likupang–Manado, Sulawesi Utara. (dok: PUPR)

Hujurat berharap, Sarhunta yang sudah selesai dibangun bisa dimanfaatkan dan dipromosikan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Sehingga lebih banyak wistawan yang berkunjung ke Likupang sekaligus menumbuhkan ekonomi masyarakat serta peningkatan terhadap sektor.

"Seluruh Homestay yang sudah rampung 100 persen sudah mulai disewakan ke wisatawan dengan biaya sewa per malam nya Rp 200 rkbj. Selain itu ada jenis bantuan peningkatan kualitas tanpa fungsi yang terdapat di sepanjang koridor KSPN Likupang berjumlah 266 unit progresnya sudah hampir rampung 100 persen," terangnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menilai, pembangunan dan revitalisasi rumah warga Likupang ini bakal berdampak pada terbukanya peluang usaha dan membantu menambah penghasilan masyarakat.

"Tadi biaya sewa homestay hanya Rp 200 ribu rupiah per malam. Kita ingin ini menjadi keunggulan kita. Saya di Desa Marinsow mencanangkan bahwa desa wisata ini akan menjadi program unggulan dari Kemenparekraf untuk membangkitkan ekonomi warga nasional," seru Sandiaga.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: