534 pemudik yang melintasi Kabupaten Batanghari divaksin booster

Sebanyak 534 pemudik yang melintasi Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi, divaksin dosis penguat atau booster COVID-19, kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batanghari dr. Elvie Yennie

"Dari tanggal 28 April sampai dengan 1 Mei 2022 terdapat 534 pemudik yang divaksin dosis penguat atau booster," kata Elvie Yennie di Batanghari, Selasa.

Baca juga: Kasatgas persilakan pemudik laut vaksinasi booster di pelabuhan

Menurut dia, warga yang melakukan perjalanan mudik tersebut mendapatkan vaksinasi di delapan posko pelayanan mudik yang tersebar di delapan kecamatan di daerah itu. Masing-masing kecamatan di daerah itu didirikan posko pelayanan mudik yang dilengkapi dengan petugas kesehatan dan petugas vaksinasi COVID-19.

Elvie menjelaskan vaksinasi di posko pelayanan mudik tersebut merupakan upaya yang dilakukan agar warga yang pulang ke kampung halaman bisa merayakan Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah dengan aman dan sehat.

Baca juga: Puluhan pemudik lakukan vaksinasi booster di Terminal Kampung Rambutan

Selain itu juga merupakan upaya untuk meningkatkan capaian vaksinasi dosis ketiga serta membantu masyarakat memenuhi syarat perjalanan mudik yang ditetapkan oleh pemerintah, yakni bagi warga yang hendak mudik harus sudah divaksin dosis ketiga atau penguat (booster).

"Harapannya masyarakat yang melakukan perjalanan mudik merasa aman, nyaman, dan sampai di kampung halaman dengan aman," kata Elvie.

Kepala Pos Pelayanan Mudik Simpang BBC Polres Batanghari Erwin Simatupang mengatakan pemudik yang mendapatkan vaksinasi dosis ketiga di pos pelayanan mudik tersebut didominasi oleh pemudik yang menggunakan angkutan umum, seperti bus.

Baca juga: Pengamat: Vaksinasi "booster" bagi pelaku pariwisata perlu dipercepat

"Banyak penumpang bus dari Sumatera Selatan menuju Sumatera Barat yang divaksin, begitu pula tujuan sebaliknya," kata Erwin.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel