54.582 Peserta‎ UTBK Bersaing Demi Bangku Kuliah di USU dan Unimed

Fikri Halim, Putra Nasution (Medan)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sebanyak 54.582 peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2021 berjuang melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Negeri Medan (Unimed).

Puluhan ribuan peserta itu, dengan perincian USU UTBK SBMPTN diikuti ?33.448 peserta dan di Unimed diikuti 21.134 peserta. Pelaksanaan ujian berlangsung dua gelombang digelar 12-18 April dan gelombang kedua pada 26 April-2 Mei 2021.

Pelaksanaan UTBK SBMPTN dilaksanakan dengan utama protokol kesehatan dalam menekan penyebaran COVID-19. Panitai UTBK SBMPTN menyediakan infrastuktur dan prasarana seperti tempat cuci tangan, drop zone, alat pengukur suhu, hand sanitizer, masker dan sarung tangan. Terdapat pula ruang tunggu atau transit yang memadai untuk physical distancing.

”Dalam pelaksanaan UTBK tahun ini, penerapan protokol kesehatan menjadi perhatian utama. Dan kunjungan hari ini guna memastikan telah terpenuhinya semua standar protokol kesehatan tersebut,” ungkap Rektor USU, Dr Muryanto kepada wartawan, usai melakukan peninjau pelaksaan UTBK SBMPTN di Kampus UMSU, Senin 12 April 2021.

Muryanto mengharapkan, pelaksanaan UTBK SMBPTN di Kampus berjalan dengan baik dengan sarana dan prasarana menunjang ujian disiapkan dengan baik. Demi kenyamanan dan keamanan peserta mengikuti ujian tersebut.

“Semoga dalam pelaksanaan UTBK sampai dengan berakhirnya nanti semua berjalan dengan aman, baik dan tertib,” tutur Muryanto.

Muryanto Amin menjelaskan dari 33.448 peserta mengikuti UTBK SBMPTN di Kampus USU dengan rincian, yakni Saintek 16.739 orang dan Soshum 13.822 orang serta Campuran 2.887 orang. Jumlah Pengawas yang terlibat 750 orang. ”Untuk jalur ini daya tampung USU 2.454 orang,” tutur Muryanto.

Terpisah, Rektor Unimed, Dr Syamsul Gultom menjelaskan daya tampung mahasiswa baru Unimed tahun 2021 ini adalah 7.500 mahasiswa, dari tiga jalur tes yaitu SNMPTN yang telah dilaksanakan sebanyak 20 persen sekitar 1.500 mahasiswa dan untuk UTBK SBMPTN sekitar 3.750 mahasiswa.

"Nanti Jalur Mandiri nanti di bulan 6-7 proses pendaftarannya yang akan menerima sekitar 30 persen atau 2.250 mahasiwa baru," jelas Syamsul kepada wartawan, usia meninjau UTBK SBMPTN di Kampus Unimed.

Sama seperti dilakukan USU, Syamsul mengungkapkan pelaksanaan UTBK SBMPTN di Kampus Unimed menerapkan protokol kesehatan bagi seluruh peserta. Yang sudah ditetapkan oleh panitia sendiri.

“Kami juga menyediakan hand sanitizer, masker cadangan, dokter, ambulan, rumah sakit mitra dan keamanan. Serta selalu melakukan penyemprotan desinfektan guna mensterilkan kembali ruangan sebelum dan setelah pelaksanaan ujian tes,” tutur Syamsul.

Rektor mengatakan bahwa di masa pandemi COVID-19 UTBK SBMPTN ada beberapa perubahan, di antaranya sesi pelaksanaannya dalam satu hari hanya dua sesi, yaitu sesi pagi dan sesi siang.

Sesi pagi, dengan rincian perubahan waktu untuk sesi pertama pukul 06.45 - 10.30 WIB dan sesi kedua pukul 13.30- 16.35 WIB. Kecuali Jumat di mulai 13.35-17.20.

Jeda waktu yang ada akan digunakan untuk pelaksanaan protokol kesehatan seperti sterilisasi ruangan dengan penyemprotan disinfektan.

"Untuk peminat tertinggi di Unimed itu tetap PGSD dan disusul oleh Manajemen, disusul juga pendidikan Biologi, Pendidikan bahasa Inggris dan Akuntansi itu semua program studi yang banyak peminatnya di Universitas Negeri Medan," jelas Syamsul.