54 Persen Perusahaan Gunakan Anggaran Operasional Lebih Besar untuk Komputasi Awan

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Di era digitalisasi ini masyarakat menjadi lebih terhubung dan memiliki ketergantungan lebih besar pada berbagai layanan digital.

Dalam hal ini ekonomi pun berperan besar memperluas dampak teknologi digital, seperti pada produksi dan konsumsi produk digital, serta layanan dan pengalaman digital.

Di Asia Tenggara, pelemahan ekonomi akibat pandemi Covid-19 membuat sebagian besar perusahaan melakukan transformasi digital dan beradaptasi.

"Pada kuartal II 2020, 60 persen perusahaan di Asia-Pasifik mulai mengubah mindset mereka untuk menjadi perusahaan yang tangguh dalam menghadapi krisis," ujar Managing Director International Data Corporation di ASEAN Sudev Bangah.

Berdasarkan laporan bertajuk IDC COVID Wave Survey (Desember 2020) yang dipaparkan di ajang Lintasarta Cloudeka Conference: ICT & Business Outlook 2022, pada Kuartal IV 2020 31 persen perusahaan di Asia Tenggara mengalihkan fokus investasi pada model bisnis baru, melakukan ekspansi pasar dan mengubah strategi pendekatan terhadap konsumen.

Perubahan-perubahan itu dilakukan untuk memastikan perusahaan tetap dapat beroperasi dan menjalankan bisnisnya.

Menjelang akhir 2020, tingkat optimisme pelaku bisnis terlihat lebih tinggi, antara lain dipicu oleh program vaksinasi dengan harapan ekonomi akan berangsur membaik dan kasus positif Covid-19 akn melandai dan pasar menjadi lebih stabil.

Di sisi lain, belanja teknologi informasi secara keseluruhan terkontraksi 1,1 persen, sedikit lebih baik daripada perkiraan sebelumnya, yaitu kontraksi 2 hingga 3 persen. Sebagian besar belanja itu difokuskan pada penggunaan layanan komputasi awan, analitik, automasi, aplikasi keamanan, produktivitas dan komunikasi.

Sementara pada kuartal I 2021, sejumlah perusahaan mengatur ulang strategi mereka agar menjadi perusahaan yang berorientasi di masa depan. Itu antara lain dilakukan dengan menjalankan investasi yang tepat dan memperkuat infrastruktur teknologi.

Selanjutnya kedua langkah itu secara kolektif menghasilkan platform digital, automasi bisnis, dan pengelolaan data bisnis secara modern bagi perusahaan.

Perubahan strategi digital mendorong kebutuhan perusahaan untuk mengadopsi layanan komputasi awan yang lebih besar dibandingkan sebelumnya. Laporan IDC Cloud Pulse Asia/Pacific, 2021 menyebutkan 54 persen perusahaan menggunakan anggaran belanja operasional lebih besar untuk pengadaan komputasi awan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Temuan Lainnya

Selain itu 84% di antaranya lebih memilih penyedia layanan komputasi awan yang bisa membantu mereka mengatur aktivitas bisnisnya; 44% perusahaan menginginkan layanan komputasi awan yang menyediakan keamanan data lebih baik, dan 22% perusahaan ingin layanan komputasi awan yang menyediakan akses sesuai aktivitas bisnisnya.

"Pengelolaan anggaran untuk TI merupakan hal yang kritikal, perusahaan harus dapat membuat keputusan belanja teknologi yang selaras dengan tujuan bisnis yang ingin dicapai perusahaan," kata Sudev melanjutkan.

Belanja teknologi, menurut dia, harus dapat mendukung keberlanjutan bisnis, membantu perusahaan meningkatkan kualitas sistem rantai pasok, serta memastikan produksi tetap berjalan dan pada akhirnya "perusahaan dapat memenuhi permintaan konsumen."

Perlu Rencana Matang dan Peta Jalan

Sementara itu, Marketing & Solution Director Lintasarta Ginandjar, menuturkan bahwa dunia bisnis mulai merasakan kebutuhan akan adaptasi teknologi yang semakin cepat. Kehadiran pandemi Covid-19, kata Ginandjar, justru menjadi katalisator yang menyebabkan permintaan implementasi transformasi digital secara serentak di banyak bidang.

"[Layanan] cloud hadir sebagai solusi dengan membawa berbagai kemudahan dan keunggulan, terutama untuk mendukung implementasi digital," ujar Ginandjar dalam acara yang sama.

Namun, Ginandjar menekankan bahwa perusahaan berorientasi digital memerlukan perencanaan matang dan peta jalan yang jelas.

"Dalam penyusunan tahapan transformasi digital pada sebuah bisnis, dibutuhkan fundamental yang kuat, seperti kesiapan, dan kematangan infrastruktur, salah satunya [layanan] cloud," ucap Ginandjar.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel